‎Efisiensi Anggaran, Jalan Rusak di Lombok Tengah Tinggal 29 persen - Koran Mandalika

‎Efisiensi Anggaran, Jalan Rusak di Lombok Tengah Tinggal 29 persen

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah setiap tahunnya mengusulkan perbaikan beberapa ruas jalan yang menjadi atensi atau perhatian masyarakat.

‎Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Lombok Tengah Muhamad Sarjan mengakui masih banyak pekerjaan rumah dalam penyediaan infrastruktur bagi masyarakat karena kondisi jalan yang mantap pada tahun 2025 berkisar antara 75 persen.

‎”Panjang jalan kabupaten kita, kan, 810 kilometer. Terus progres kondisi jalan mantap kita terakhir per Desember itu 75 persen. 75 persen itu setara dengan 680 kilometer. Jadi sisanya 29 persen itu setara dengan 234 kilometer. Sisa yang belum mantap ini menjadi PR kami nanti,” kata Sarjan, Selasa (13/1).

‎Sepanjang 2025, Dinas PUTR telah mengerjakan sedikitnya 20 kilometer jalan kabupaten. Awalnya punya progres kemantapan jalan di angka 70 persen, naik lima persen di tahun 2025 sehingga menjadi 75 persen.

‎”Meskipun efisiensi tapi kita bisa menaikkan target kemantapan jalan menjadi bertambah 5 persen. Jadinya 75 persen,” ujar Sarjan.

‎Sisa jalan rusak, kata Sarjan, apabila dihitung soal anggaran maka akan menelan biaya sekitar Rp 500 miliar.

‎”Karena kondisi sekarang efisiensi ya ada pengurangan transfer dari pusat ke daerah jadi kita solusinya adalah mencari sumber-sumber lain. Proposal, gitu, kan. Ini yang kita coba ikhtiarkan. Mudah-mudahan kita dapat,” ucap Sarjan.

‎Pihaknya berharap pihak kementerian dapat menjawab kebutuhan infrastruktur jalan yang selama ini terus diperjuangkan. Mengingat, kata dia, jalan kabupaten di Lombok Tengah merupakan akses penting menuju lokasi wisata dan sebagainya. (wan)

Baca Juga :  Mahasiswa Magister Kenotariatan Unram Edukasi Warga Soal Permasalahan Tanah

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Gawe Adat Inan Dowe II: Momen Anyaman Bambu Desa Loyok Kembali Mendunia
11 Sekolah, Satu Arena, Seribu Mimpi: Samara School Olympic Kembali Menggebrak
MIM Foundation Siap Danai Pembangunan Masjid Kampung Adat Sade
Promosi MotoGP Mandalika Digenjot, ITDC Siapkan Strategi Bertahap
Kades Rembitan Ungkap Aset Budaya yang Hilang Usai Kebakaran Sade
Sade Terbakar, Lelontar Kuno Bangkit dari Sisa Abu
Lapor Balik Tak Bikin Ciut, LIDIK NTB: Jangan Tutup Kasus RTLH dengan UU ITE
ITDC Perkuat Identitas The Mandalika melalui Mandalika Art & Culture Performance

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:02

Dari Cek Laboratorium hingga Layanan Klinik, Kebutuhan Masyarakat terhadap Layanan Kesehatan Terus Berkembang

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:02

Internet Wifi Lambat Bisa Menghambat Bisnis, Begini Memilih WiFi Kantor Terbaik

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:02

KAI Daop 2 Bandung Ingatkan Masyarakat Utamakan Keselamatan Saat Berada di Sekitar Area Operasional KA

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:02

Sudah Respon Cepat, Tapi Pelanggan Masih Kecewa? Ini Alasannya

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:02

Scam Makin Marak, Ini 5 Cara Sederhana agar Tidak Mudah Tertipu

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:02

Perempuan Semakin Melek Finansial, Industri Perlu Membangun Kepercayaan dan Akses

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:02

Tinggalkan Checklist Tourism: Tren Micro-Trip 48 Jam Dominasi Bali Selatan di Tengah Lonjakan Wisatawan 2026

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:02

TES Hadirkan Rangkaian Forum Bisnis Internasional dan Seminar Global Growth di CIEIE 2026

Berita Terbaru