BINUS University Bekasi Gelar Research Roadmap Session Living Lab Greening Corridors Indonesia–Netherlands - Koran Mandalika

BINUS University Bekasi Gelar Research Roadmap Session Living Lab Greening Corridors Indonesia–Netherlands

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BINUS University Bekasi Gelar Research Roadmap Session Living Lab Greening Corridors Indonesia–Netherlands

BINUS University Kampus Bekasi menjadi tuan rumah penyelenggaraan Research Roadmap Session Living Lab Greening Corridors Indonesia–Netherlands (LLGCI-NL), sebuah forum kolaboratif internasional yang mempertemukan akademisi, industri, dan pemerintah dari Indonesia dan Belanda dalam rangka merumuskan peta jalan riset bersama di bidang logistik berkelanjutan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan kerja sama Triple Helix antara perguruan tinggi, sektor industri, dan institusi pemerintah untuk mendorong inovasi di sektor logistik melalui pendekatan living lab, yaitu riset yang dilakukan langsung pada konteks dunia nyata dengan melibatkan para pemangku kepentingan.

Acara dibuka dengan sambutan dari BINUS University, dilanjutkan dengan keynote speech dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta HAN University of Applied Sciences, Belanda. Dalam paparannya, BRIN menekankan pentingnya penerapan green logistics sebagai respons terhadap tingginya kontribusi sektor transportasi terhadap emisi karbon di Indonesia, yang mencapai sekitar 19,2% dari total emisi nasional. Praktik logistik hijau dinilai krusial untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dan SDG 13 (Climate Action).

Sementara itu, perwakilan dari HAN University of Applied Sciences, Erik van Zanten, memaparkan peluang pendanaan riset dari skema EU–ASEAN yang mendukung model kolaborasi Triple Helix, khususnya pada bidang Technical and Vocational Education and Training (TVET). Skema ini membuka peluang pendanaan hingga €180.000 untuk proyek-proyek riset terapan yang berfokus pada infrastruktur logistik, green logistics, dan smart logistics.

Melalui sesi project mapping dan diskusi kelompok, para peserta merumuskan tiga grand themes utama, yaitu Infrastructure Optimization, Green Logistics, dan Smart Logistics. Ketiga tema ini diharapkan menjadi fondasi pengembangan riset kolaboratif selama tiga tahun ke depan (2026–2028), dengan fokus pada isu-isu utama seperti tingginya biaya logistik nasional, rendahnya adopsi teknologi, fragmentasi rantai pasok, serta tantangan emisi karbon dan keberlanjutan lingkungan.

Sebagai penutup rangkaian acara, dilakukan signing ceremony sebagai simbol komitmen para anggota konsorsium LLGCI-NL dalam mengimplementasikan peta jalan riset yang telah disepakati bersama. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem riset logistik berkelanjutan serta meningkatkan daya saing sektor logistik Indonesia di tingkat global.

Baca Juga :  Holding Perkebunan Nusantara melalui PT Sri Pamela Medika Nusantara Dorong Kesadaran Hidup Sehat di Lingkungan Masyarakat

Dengan pendekatan living lab, LLGCI-NL tidak hanya berfokus pada pengembangan riset, tetapi juga pada pelibatan aktif mahasiswa melalui tesis, magang, studi kasus, dan proyek terapan, sehingga mampu menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan industri secara nyata.

Tentang LLGCI-NL Living Lab Greening Corridors Indonesia–Netherlands (LLGCI-NL) merupakan inisiatif kolaboratif internasional yang bertujuan mengembangkan solusi inovatif di bidang logistik berkelanjutan melalui kerja sama antara universitas, industri, dan pemerintah di Indonesia dan Belanda. Inisiatif ini berfokus pada penguatan infrastruktur logistik, transisi energi, digitalisasi, serta pengurangan emisi karbon dalam rantai pasok. Inisiatif ini digaungi oleh empat founding fathers yaitu Binus University melalui Business Management program di kampus Binus @Bekasi, HAN University of Applied Sciences, Belanda, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Cikarang Dry Port. Berbagai institusi pendidikan, pemerintah serta industri telah bergabung sebagai anggota dari living lab ini demi memajukan rantai pasok berkelanjutan di Indonesia.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Perdagangan Internasional Tumbuh Pesat, Arus Peti Kemas Pelindo Naik 5,8%
BP Tapera dan BTN Perluas Akses Rumah Subsidi bagi Pekerja PT Nikomas Gemilang
Swiss-Belhotel Rainforest Kuta Hadirkan Akomodasi dan Fasilitas Meeting Nyaman di Jantung Wisata Pulau Dewata
Jawaban CS Terpotong-potong? Rapikan agar Biaya WhatsApp Lebih Efisien
Dari Konter HP Menjadi Pengusaha 7 Outlet BRILink, Ohim Abdurrohim Kembangkan Bisnis dan Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga
Ada Cerita Cinta hingga Drama Skripsi di Dinding Sekolah dan Kampus, Cokelat Take-It Bisa Diambil di Tengah Cerita
Usai Raih World Artist of the Year, JessC Perluas Langkah Musik di Indonesia
Cara Membuat Website Toko Online Sendiri Sebelum 11.11 dan Harbolnas

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 07:28

Pemkab Loteng Kerahkan Ribuan Tim Pendamping Keluarga untuk Cegah Stunting

Senin, 2 November 2026 - 15:12

Panitia Pastikan Keabsahan Ijazah Kepala Desa Bunut Baok Terpilih, Terverifikasi di PKBM Dianda

Senin, 2 November 2026 - 07:26

DP3AP2KB Dorong Desa Perkuat Aturan Pernikahan Anak

Minggu, 1 November 2026 - 17:13

DP3AP2KB Loteng Petakan Perempuan Rentan, Siapkan Program 2027

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:54

MotoGP Mandalika 2026 Cetak Rekor Penonton, Peran Media NTB Dapat Apresiasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:28

Pembacokan Remaja di Mataram, LPA Soroti Tongkrongan hingga Dini Hari

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:14

Insentif Guru PPPK PW NTB Belum Jelas Kapan Cair

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:35

Cegah Pernikahan Anak, Dinas KB Loteng Bidik Kasus yang Tak Terlaporkan

Berita Terbaru