Perbedaan Karakter Pergerakan Emas di Sesi Asia, Eropa, dan Amerika - Koran Mandalika

Perbedaan Karakter Pergerakan Emas di Sesi Asia, Eropa, dan Amerika

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trading emas (XAU/USD) merupakan salah satu aktivitas populer di pasar global karena volatilitasnya yang tinggi dan perannya sebagai aset safe haven. Namun, tidak semua waktu trading memberikan karakter pergerakan yang sama. Harga emas bisa bergerak lebih tenang di satu sesi, tetapi sangat agresif di sesi lainnya.

Perbedaan ini terjadi karena pasar emas dipengaruhi oleh aktivitas trader institusi, rilis data ekonomi, serta volume transaksi yang berbeda di setiap wilayah. Oleh karena itu, memahami karakter pergerakan emas di sesi Asia, Eropa, dan Amerika dapat membantu trader menentukan strategi yang lebih efektif.

Karakter Pergerakan Emas di Sesi Asia

Sesi Asia biasanya dimulai ketika pasar Tokyo dan Sydney aktif. Pada periode ini, pergerakan emas cenderung lebih stabil dan tidak terlalu volatil dibandingkan sesi lainnya. Volume transaksi relatif lebih rendah karena pasar utama seperti London dan New York belum buka sepenuhnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi trader, sesi Asia sering dianggap cocok untuk strategi yang lebih konservatif, seperti range trading, karena harga emas lebih sering bergerak dalam batas yang lebih sempit.

Baca Juga :  KAI Daop 1 Jakarta Ajak Generasi Muda Universitas Pancasila Bangun Budaya Disiplin di Perlintasan Sebidang

Pergerakan Emas di Sesi Eropa

Ketika sesi Eropa dimulai, terutama saat pasar London aktif, volume transaksi emas meningkat secara signifikan. London merupakan salah satu pusat perdagangan emas terbesar dunia, sehingga volatilitas biasanya mulai naik.

Di sesi ini, pergerakan harga sering lebih kuat dan mulai membentuk tren harian. Trader yang menggunakan strategi breakout atau trend-following sering memanfaatkan sesi Eropa karena peluang pergerakan lebih besar dibanding sesi Asia.

Volatilitas Tinggi di Sesi Amerika

Sesi Amerika, khususnya ketika New York dibuka, merupakan periode paling aktif untuk trading emas. Pada sesi ini, pasar sering mengalami volatilitas tinggi karena adanya overlap dengan sesi Eropa serta rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat, seperti inflasi, NFP, atau keputusan suku bunga The Fed.

Pergerakan harga emas di sesi Amerika sering kali cepat dan agresif, sehingga trader perlu menerapkan manajemen risiko yang lebih disiplin. Namun, bagi trader yang siap menghadapi volatilitas, sesi ini menawarkan peluang trading terbesar.

Baca Juga :  Coach Priska Sahanaya Mengajarkan Trik Public Speaking Persuasif di SMK Bina Karya

7 Waktu Trading Emas (XAU/USD) Paling Efektif dalam WIB

Memahami sesi pasar saja belum cukup. Trader juga perlu mengetahui jam-jam efektif dalam zona waktu lokal, termasuk WIB, agar dapat menyesuaikan strategi dengan waktu terbaik.

Panduan lengkap mengenai waktu trading emas paling efektif dapat dibaca melalui artikel berikut

Broker Trading KVB Indonesia untuk Trading Emas Global

Dalam trading emas yang sangat dipengaruhi oleh perbedaan sesi pasar, trader membutuhkan broker yang menyediakan eksekusi cepat, platform stabil, dan akses pasar global yang transparan. Broker Trading KVB Indonesia memberikan fasilitas trading XAU/USD dengan dukungan analisis pasar yang membantu trader membaca volatilitas di setiap sesi.

Bagi Anda yang ingin mulai trading emas dan memanfaatkan peluang pergerakan di sesi Asia, Eropa, maupun Amerika, pendaftaran akun dapat dilakukan disini

Dengan memahami karakter sesi pasar dan memilih platform trading yang tepat, trader dapat mengoptimalkan peluang di instrumen emas secara lebih terukur dan strategis.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Hilirisasi Mineral dan Pengembangan Ekosistem Baterai, Pemerintah Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Dominasi Emas Terus Melonjak di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Bittime Hadir dengan Staking APY Hingga 15%
Pemesanan Tiket Lebaran Terus Meningkat, 178.897 Tiket KA Reguler Keberangkatan Daop 1 Jakarta Telah Terjual
Krakatau Steel Raih Validasi Pasar Melalui Best Stock Awards 2026
KAI Services Hadirkan Pelayanan Terbaik di Stasiun Jatake
Dukung Gerakan Satu Juta Pohon, KAI Logistik Konsisten Tegaskan Komitmen Lingkungan
KAI Daop 1 Jakarta dan Komunitas Sadulur Spoor Ajak Warga Bekasi Berbudaya Disiplin di Perlintasan Sebidang
Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 09:09

Puluhan Siswa di Loteng Keracunan Akibat Susu MBG Tak Layak Konsumsi

Senin, 2 Februari 2026 - 19:48

Abdi: Sumpah Ketua Pengadilan Agama Praya Saat Didemo Ciderai Wibawa Lembaga Peradilan

Kamis, 29 Januari 2026 - 19:03

Tim KKN Unram Desa Mangkung Dorong Kemandirian Produksi Pupuk Organik

Rabu, 28 Januari 2026 - 08:10

‎Komitmen Daerah Diganjar Apresiasi, Pemkab Loteng Raih UHC Madya 2026 dari BPJS Kesehatan

Senin, 26 Januari 2026 - 09:21

Wabup Nursiah Pastikan Layanan Ambulans Jenazah Gratis di RSUD Praya

Senin, 26 Januari 2026 - 07:43

‎Mayat Laki-Laki Ditemukan: Posisi Tengkurap, Pintu Kamar Kos Terkunci

Minggu, 25 Januari 2026 - 14:15

‎Polisi Beberkan Kronologi Penemuan Orok Bayi di Bypass Sengkol

Minggu, 25 Januari 2026 - 13:35

Lalu Ramdan Minta PC Pemuda NW Lebarkan Sayap Organisasi Hingga Akar Rumput

Berita Terbaru