NTB Masih Aman dari Virus Nipah, Dinkes Perketat Kewaspadaan Dini - Koran Mandalika

NTB Masih Aman dari Virus Nipah, Dinkes Perketat Kewaspadaan Dini

Sabtu, 31 Januari 2026 - 19:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), memastikan bahwa hingga saat ini belum ada kasus virus nipah yang tercatat di Indonesia, termasuk di NTB.
‎
‎Hal itu disampaikan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) NTB dalam keterangan tertulis, Jumat 30 Januari 2026.
‎
‎Dalam keterangan itu, Kepala Dinkes NTB, Lalu Hamzi Fikri, menyampaikan meskipun belum ditemukan kasus di Indonesia, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan.
‎
‎Dia menjelaskan, virus nipah merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus Nipah dari genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae, dengan tingkat kematian yang cukup tinggi, yaitu berkisar antara 40 hingga 75 persen.
‎
‎Berdasarkan situasi tersebut, Pemerintah Provinsi NTB menetapkan prinsip tenang namun waspada. Masyarakat diimbau untuk tidak panik.
‎
‎Pemerintah juga tetap meningkatkan kesiapsiagaan melalui penguatan surveilans, deteksi dini, dan respons cepat apabila ditemukan kasus
‎suspek.
‎
‎”Penularan virus Nipah dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, baik hewan liar maupun domestik, termasuk paparan ekskresi dan sekresi hewan,” kata Fikri.
‎
‎Lebih jauh, Fikri menjelaskan penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi melalui cairan tubuhnya, seperti droplet, urin, dan darah, serta kontak tidak langsung dengan benda atau makanan yang terkontaminasi virus.
‎
‎”Masa inkubasi penyakit ini umumnya berlangsung selama 4 hingga 14 hari, dengan gejala awal berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan nyeri tenggorokan,” jelasnya.
‎
‎Pada kondisi tertentu, gejala dapat berkembang menjadi pusing, mengantuk berlebihan, penurunan kesadaran, serta munculnya tanda-tanda gangguan neurologis yang mengarah pada ensefalitis akut.
‎
‎Fikri menuturkan beberapa kelompok masyarakat memiliki risiko lebih tinggi terhadap penularan virus nipah, antara lain pelaku perjalanan yang berasal dari negara terjangkit, masyarakat yang tinggal atau bekerja sebagai peternak maupun pemotong babi di area peternakan yang berdekatan dengan populasi kelelawar buah sebagai reservoir alami virus, serta individu yang mengonsumsi produk makanan
‎seperti nira atau buah yang telah terkontaminasi cairan tubuh hewan terinfeksi.
‎
‎Selain itu, tenaga kesehatan dan anggota keluarga yang melakukan perawatan atau pengelolaan spesimen pasien terinfeksi juga termasuk dalam kelompok berisiko.
‎
‎Hingga saat ini, belum tersedia pengobatan spesifik untuk penyakit virus nipah, sehingga penanganan yang diberikan bersifat suportif dan berfokus pada perawatan gejala serta pencegahan komplikasi.
‎
‎Pemerintah Provinsi NTB menegaskan bahwa sampai saat ini belum terdapat kasus virus nipah yang tercatat di Indonesia, termasuk di Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
‎
‎Namun demikian, potensi risiko masuknya virus ini tetap perlu diantisipasi, terutama melalui mobilitas pelaku perjalanan dari negara terjangkit serta kelompok masyarakat dengan paparan tertentu.
‎
‎Masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menghindari konsumsi makanan yang berpotensi terkontaminasi, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala yang mencurigakan, terutama setelah melakukan perjalanan atau kontak berisiko. (*)

Baca Juga :  Dinkes NTB Siapkan Kado HUT Ke-67 NTB

Berita Terkait

Cegah Risiko Korupsi, Pokir yang Terindikasi Anomali Tidak Dapat Dilaksanakan
Lewat Program CERAH, NTB Perluas Akses Kesehatan bagi Penyandang Disabilitas
Ironi di Jalur Rinjani, Fasilitas untuk Pendaki Malah Raib
Pariwisata Ramah Muslim, NTB Konsisten di Tiga Besar Nasional
Akhir 2026, BPR NTB Ditargetkan Resmi Berbasis Syariah
Gubernur NTB Tekankan Soliditas KONI, Mohan Roliskana Terpilih
Mohan Roliskana Rebut Kursi Ketua KONI NTB
Resmi Kenalkan Ketua Baru, PAN NTB Langsung Bidik Target Besar

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:10

Drama Kemenangan Tipis hingga Dominasi Tim Raksasa di Mandalika Festival of Speed

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:21

MGPA Dorong Potensi Pembalap Lokal NTB Kuasai Sirkuit Kebanggaan pada Ajang MFOS

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:57

Kasus DBD Loteng Belum Naik, Dinkes Tekankan Pencegahan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:01

Tuan Guru Bagu Tutup Usia, Nasihatnya Jadi Pegangan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:41

Kades Kateng Penuhi Panggilan Polisi, Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Berlanjut

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:41

Job Fair Masmirah Lombok Tengah 2026 Hadirkan 57 Perusahaan dan 1.282 Lowongan Kerja

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:14

Pemkab Loteng Adakan Cek TBC Gratis, Kadinkes: Cek Kesehatan Sebelum Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:37

Hari Jadi ke-81, Lombok Tengah Siapkan APBD 2027 untuk Pembangunan Berkelanjutan

Berita Terbaru