Koran Mandalika, Lombok Tengah- Jurnalis Independen Lombok Tengah (JILT) memeriahkan Hari Pers Nasional (HPN) dengan menggelar bincang santai dengan tema kritik dan saran untuk pers dalam sinergi bangun daerah dan negeri. Kegiatan bincang santai digelar di Taman Tonjeng Beru, Kecamatan Praya.
Wakil Bupati Lombok Tengah Muhamad Nursiah yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresisiasi atas ide gagasan JILT menggelar diskusi dengan menghadirkan para tokoh. Mulai dari pemerintah kabupaten, forkopimda, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), tokoh agama, dan masyarakat.
“Kami apresisiasi, yang hadir tokoh luar biasa. Berpikir ini tidak gampang. Kegiatan ini luar biasa, keterbukaan wartawan dengan lembaga lain,” kata Nursiah, Senin (9/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai corong informasi, kata Nursiah, kehadiran pers dan media sangat dibutuhkan pemerintah, pengusaha, masyarakat, dan lainnya.
“Kehadiran wartawan Untuk menjawab pertanyaan publik. Kegiatan ini (bincang santai) bisa dievaluasi. Kita penting diskusikan berikutnya,” ujar Nursiah.
Ketua DPD Golkar Lombok Tengah itu menekankan setiap kritik, saran, dan pendapat dijadikan untuk melihat kebutuhan masyarakat.
Untuk kemajuan Lombok Tengah ke depan, dibutuhkan inovasi dan kreativitas wartawan dalam menyusun konteks yang luar biasa.
Selain itu, ungkap Nursiah, pembenahan daerah butuh pembanding dengan Kabupaten lain. Oleh karena itu, dia berharap wartawan membutuhkan pendekatan pembanding.
“Tanpa pendekatan pembanding ini tentu kita tidak mengetahui sebenarnya. Itu tugas media wartawan. Hasil pembanding jadi koreksi motivasi,” tutur Nursiah.
Nursiah juga menyinggung soal sumber daya manusia (SDM). Sebab, kondisi Lombok Tengah ke depan sangat ditentukan SDM. (wan)












