Dampak Langsung Kenaikan Biaya Kepemilikan Mobil Listrik, Industri Gadai Ikut Terdorong - Koran Mandalika

Dampak Langsung Kenaikan Biaya Kepemilikan Mobil Listrik, Industri Gadai Ikut Terdorong

Selasa, 21 April 2026 - 09:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dengan dinamika biaya kepemilikan yang terus berubah, terutama pada kendaraan listrik yang masih berada dalam fase transisi kebijakan, industri gadai diperkirakan akan terus memainkan peran penting dalam menyediakan alternatif pembiayaan yang cepat, fleksibel, dan berbasis aset.

Kenaikan komponen biaya kepemilikan mobil listrik di Indonesia mulai menunjukkan dampak langsung terhadap perilaku keuangan masyarakat. Penyesuaian pajak kendaraan, berkurangnya insentif, serta meningkatnya biaya operasional seperti listrik rumah tangga dan asuransi, membuat total cost of ownership (TCO) kendaraan listrik tidak lagi serendah yang dipersepsikan pada awal adopsinya.

Sejumlah pelaku industri pembiayaan alternatif mencatat perubahan pola kebutuhan dana dari pemilik kendaraan, terutama di segmen menengah ke atas. Tekanan terhadap arus kas mendorong pemilik aset untuk mencari sumber likuiditas jangka pendek tanpa harus melepas kepemilikan kendaraan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Business Development PT deGadai Solusi Digital, David Tatangsurja, menyebutkan bahwa kenaikan biaya kepemilikan aset, termasuk mobil listrik, berdampak langsung terhadap peningkatan minat masyarakat terhadap layanan gadai.

“Ketika biaya tahunan dan operasional naik, pemilik aset cenderung tidak langsung menjual. Mereka mencari solusi likuiditas yang lebih fleksibel. Di situ gadai menjadi relevan karena aset tetap bisa dimiliki, tapi nilainya bisa dimanfaatkan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Baca Juga :  FinFest 2026: Saatnya Generasi Muda Berinovasi, Berwirausaha, dan Menciptakan Peluang Kerja di Era Digital

Fenomena ini terlihat dari meningkatnya konsultasi terkait pembiayaan berbasis jaminan dalam beberapa bulan terakhir. Meski tidak seluruhnya berasal dari pemilik mobil listrik, tren kenaikan biaya hidup secara umum, termasuk biaya kendaraan, menjadi faktor pendorong utama.

Dalam konteks kendaraan listrik, biaya kepemilikan tidak hanya mencakup harga beli, tetapi juga komponen lain seperti pajak kendaraan bermotor (PKB), biaya balik nama kendaraan (BBNKB), instalasi home charging, konsumsi listrik, hingga depresiasi nilai kendaraan. Ketika salah satu atau beberapa komponen tersebut meningkat, beban total yang ditanggung pemilik ikut bertambah.

Kondisi ini memicu perubahan cara pandang terhadap aset. Mobil, yang sebelumnya dianggap sebagai simbol konsumsi, mulai diposisikan sebagai instrumen finansial yang dapat dioptimalkan melalui gadai mobil listrik di deGadai.

Industri gadai, khususnya yang menyasar segmen premium seperti deGadai, melihat peluang dari perubahan tersebut. Dengan skema pinjaman berbasis jaminan, nasabah dapat memperoleh dana tunai dalam waktu relatif singkat tanpa melalui proses panjang seperti kredit perbankan.

Model ini dinilai relevan dalam situasi di mana kebutuhan likuiditas bersifat mendesak, namun pemilik aset belum ingin melakukan divestasi. Selain kendaraan, aset lain seperti jam tangan mewah dan tas branded juga menjadi alternatif jaminan yang lebih praktis.

Menurut David, karakteristik nasabah juga mengalami pergeseran. “Sekarang banyak nasabah yang secara finansial sebenarnya kuat, tetapi membutuhkan fleksibilitas cashflow. Gadai digunakan sebagai alat manajemen likuiditas, bukan karena terdesak,” katanya.

Baca Juga :  Evista Dukung Patrick Kluivert Latih Timnas Indonesia

Di sisi lain, peningkatan cost of ownership juga berpotensi menahan laju pembelian kendaraan baru, termasuk mobil listrik. Jika tren ini berlanjut, tekanan terhadap likuiditas rumah tangga diperkirakan akan semakin terasa, terutama bagi konsumen yang memiliki lebih dari satu aset bernilai tinggi.

Pengamat ekonomi menilai bahwa kondisi tersebut dapat memperkuat posisi industri gadai sebagai sektor yang bersifat counter-cyclical, yaitu cenderung tumbuh saat tekanan ekonomi meningkat. Dalam situasi biaya hidup yang naik, kebutuhan akan akses dana cepat menjadi semakin tinggi.

Sebagai pelaku di segmen ini, deGadai menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat bahwa gadai bukan sekadar opsi terakhir, melainkan salah satu instrumen keuangan yang dapat digunakan secara strategis.

“Selama digunakan dengan perencanaan yang tepat, gadai bisa menjadi solusi untuk menjaga stabilitas keuangan tanpa harus kehilangan aset,” kata David.

Dengan dinamika biaya kepemilikan yang terus berubah, terutama pada kendaraan listrik yang masih berada dalam fase transisi kebijakan, industri gadai diperkirakan akan terus memainkan peran penting dalam menyediakan alternatif pembiayaan yang cepat, fleksibel, dan berbasis aset.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Waspada Modus Penipuan! Cara Aman Bayar Tagihan Akulaku dan Akulaku PayLater via Virtual Account
Menjawab Tren Intimate Wedding Gen Z, Oakwood Hotel & Residence Surabaya Bersama Para Vendor Terkemuka Resmi Luncurkan Proyek Kolaborasi “The Wedding Era”
KAI Mohon Maaf atas Gangguan Perjalanan LRT Jabodebek, Saat ini Kembali Normal
Dorong Kedaulatan Ekonomi Nasional, MIND ID Jaga Tingkat 90% Pemasok Lokal
SUCOFINDO PERKUAT TATA KELOLA EKSPOR MINERAL NASIONAL MELALUI SINERGI DENGAN KSP DAN DANANTARA
Komitmen Jaga Ketahanan Energi, Elnusa Petrofin Optimalkan Layanan BBM di Kalbar
CLEAR Men Ultra Jangkau 65,7 Juta Penggemar Sepak Bola Selama Kampanye FIFA World Cup 2026™
Pelindo Multi Terminal Belawan Catat Peningkatan Pertumbuhan Arus Curah Kering pada Semester I 2026

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:02

Waspada Modus Penipuan! Cara Aman Bayar Tagihan Akulaku dan Akulaku PayLater via Virtual Account

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:02

Menjawab Tren Intimate Wedding Gen Z, Oakwood Hotel & Residence Surabaya Bersama Para Vendor Terkemuka Resmi Luncurkan Proyek Kolaborasi “The Wedding Era”

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:02

KAI Mohon Maaf atas Gangguan Perjalanan LRT Jabodebek, Saat ini Kembali Normal

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:02

Dorong Kedaulatan Ekonomi Nasional, MIND ID Jaga Tingkat 90% Pemasok Lokal

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:02

Komitmen Jaga Ketahanan Energi, Elnusa Petrofin Optimalkan Layanan BBM di Kalbar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:02

CLEAR Men Ultra Jangkau 65,7 Juta Penggemar Sepak Bola Selama Kampanye FIFA World Cup 2026™

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:02

Pelindo Multi Terminal Belawan Catat Peningkatan Pertumbuhan Arus Curah Kering pada Semester I 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:02

MetScan V1: Pemindai Metana Berbasis Drone dengan TDLAS untuk Industri Migas

Berita Terbaru