Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur"? - Koran Mandalika

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bulan Mei 2026 dipenuhi beberapa long weekend yang cukup panjang, dan pola ini sering mendorong pengeluaran tanpa terasa. Kalau kamu tidak punya rencana besar, justru ada peluang untuk menghemat dan mulai mengalokasikan dana ke hal yang lebih produktif.

Mei 2026 menjadi waktu yang sangat dinanti karena deretan tanggal merah dan cuti bersama yang melimpah. Berikut informasi libur berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang hari libur nasional dan cuti bersama 2026:

Hari Libur Nasional

1 Mei (Jumat): Hari Buruh Internasional

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

14 Mei (Kamis): Kenaikan Yesus Kristus

27 Mei (Rabu): Hari Raya Idul Adha 1447 H

31 Mei (Minggu): Hari Raya Waisak

Cuti Bersama

15 Mei (Jumat): Cuti bersama Kenaikan Yesus Kristus

28 Mei (Kamis): Cuti bersama Idul Adha 1447 H

Pola Long Weekend Mei 2026

1. Awal Bulan (3 Hari)

1–3 Mei (Jumat–Minggu) Libur akhir pekan yang diawali Hari Buruh.

2. Kenaikan Isa Almasih (4 Hari)

14–17 Mei (Kamis–Minggu) Libur nasional dan cuti bersama yang berlanjut ke akhir pekan.

3. Akhir Mei – Awal Juni (Potensi 5–6 Hari)

27 Mei (Rabu): Idul Adha

28 Mei (Kamis): Cuti bersama

29 Mei (Jumat): Hari kerja (opsi cuti pribadi)

30–31 Mei (Sabtu–Minggu): Akhir pekan

1 Juni (Senin): Hari Lahir Pancasila

Libur dapat menjadi panjang jika mengambil cuti tambahan di tanggal 29 Mei.

Struktur seperti ini membuat Mei menjadi salah satu bulan dengan potensi pengeluaran yang lebih tinggi dibanding bulan biasa.

Libur Panjang, Pengeluaran Ikut Panjang

Secara perilaku, periode libur sering diikuti peningkatan konsumsi. Pengeluaran biasanya naik untuk:

Baca Juga :  Transformasi Dunia Kerja dengan AI: Telkom Indonesia dan SuratPlus Dorong Literasi Digital di Kalangan Pelajar

– Transportasi

– Makanan dan nongkrong

– Hiburan

– Dalam keseharian, bentuknya sering sederhana:

– Sekali jalan saja

– Mumpung lagi libur

– Belanja impulsif karena waktu luang lebih banyak

Frekuensi yang berulang ini membuat total pengeluaran meningkat tanpa terasa.

Tidak Punya Rencana? Itu Posisi yang Menguntungkan

Kalau kamu tidak merencanakan liburan besar, kamu punya ruang lebih untuk mengontrol keuangan.

Beberapa hal yang bisa dilakukan:

– Menahan pengeluaran tidak perlu

– Menjaga saldo tetap stabil

– Mulai mengalokasikan dana ke aset

Libur bisa jadi momen untuk menata ulang kebiasaan finansial, bukan hanya menghabiskan uang.

Simulasi Sederhana

Skenario liburan (3 hari):

– Transportasi: Rp500.000

– Makan dan nongkrong: Rp600.000

– Hiburan: Rp400.000

Total: Rp1.500.000

Skenario hemat (di rumah):

– Tambahan konsumsi: Rp200.000

Sisa dana: ±Rp1.300.000

Kalau pola ini terjadi dua kali dalam satu bulan, selisihnya bisa lebih dari Rp2 juta.

Dari Penghematan ke Aset

Dana sisa dari periode libur bisa dialihkan ke aset, salah satunya emas.

Emas sering dipilih karena:

– Cenderung lebih stabil dibanding beberapa instrumen lain dalam jangka panjang

– Mudah dicairkan

– Bisa diakses mulai nominal kecil

Secara historis, harga emas menunjukkan tren meningkat dalam jangka panjang, meski tetap mengalami fluktuasi mengikuti kondisi ekonomi global seperti inflasi dan suku bunga.

Artinya, emas lebih cocok untuk pendekatan bertahap dibanding jangka pendek.

Mulai Tidak Harus Besar

Kamu tidak perlu menunggu dana besar untuk mulai.

Dengan sisa sekitar Rp1 jutaan:

– Bisa mulai membeli emas digital melalui platform resmi atau dijadikan tabungan rutin

Pendekatan kecil tapi konsisten sering lebih mudah dijalankan dalam jangka panjang.

Baca Juga :  RevComm Soroti Pentingnya Adaptasi dan Kepercayaan di Pasar B2B Indonesia

Cara Pandang yang Lebih Relevan

Libur tidak harus selalu identik dengan pengeluaran.

Kamu bisa melihatnya sebagai:

– Waktu untuk evaluasi keuangan

– Kesempatan mengurangi impuls belanja

– Titik awal mulai investasi

Perubahan cara pandang ini sederhana, tapi bisa berdampak pada kebiasaan finansial ke depan.

Tetap Perlu Pahami Risiko

Emas tetap memiliki risiko. Harganya dapat berfluktuasi tergantung kondisi ekonomi global, nilai tukar, dan permintaan pasar.

Sebelum mulai:

– Pahami biaya transaksi

– Gunakan platform yang terpercaya

– Sesuaikan dengan tujuan keuangan kamu

Dalam sektor jasa keuangan, informasi perlu disampaikan secara jelas, akurat, dan tidak menyesatkan agar kamu bisa mengambil keputusan dengan sadar .

Mengenal Fitur Neo Emas di neobank

Neo Emas merupakan fitur jual-beli emas digital di aplikasi neobank yang bekerja sama dengan mitra penyedia emas seperti Lakuemas dan Treasury.

Melalui fitur ini, pengguna dapat melakukan pembelian dan pemantauan emas digital dalam satu aplikasi. Mekanisme transaksi, biaya, dan penyimpanan mengikuti ketentuan masing-masing mitra penyedia. Emas digital memberikan akses yang lebih fleksibel karena dapat dilakukan secara online. 

Memahami cara kerja, biaya transaksi, serta potensi risiko menjadi hal penting sebelum memulai.

Jika ingin mempelajari produk yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di  PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru mengenai Neo Emas di link https://s.id/igneoemas atau Neo Emas

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).⁣

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Grand Final Aice Got You! Panggung Crispymu! Season 2 Tuntas, Ini Juaranya
Dorong Keuangan Berkelanjutan, Bank Raya Raih Indonesia Sustainable Business & ESG Excellence Award 2026
276 Young Leaders PFmuda 2026 Ditantang Ubah Masalah Menjadi Solusi Berdampak melalui Case Challenge
Prediksi USDJPY Pekan Depan: Dupoin Futures Soroti Potensi Kenaikan ke 158.427
Prediksi Harga Emas Pekan Depan: Dupoin Futures Soroti Potensi Penurunan ke 4.282
Perkuat Angkutan Komoditas Pangan, KAI Logistik dan PT Bogantara Indo Transport Tandatangani Kerja Sama Pengiriman Hasil Bumi, Pangan, Ternak dan Pendukungnya dengan Kereta Api
Global Business Chinese BINUS University Hadirkan Program Joint Degree Pertama Bersama South China University of Technology
September to Remember, Sebulan Penuh Keseruan di Mall of Indonesia

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 12:02

Grand Final Aice Got You! Panggung Crispymu! Season 2 Tuntas, Ini Juaranya

Jumat, 18 September 2026 - 12:02

Dorong Keuangan Berkelanjutan, Bank Raya Raih Indonesia Sustainable Business & ESG Excellence Award 2026

Jumat, 18 September 2026 - 11:02

276 Young Leaders PFmuda 2026 Ditantang Ubah Masalah Menjadi Solusi Berdampak melalui Case Challenge

Jumat, 18 September 2026 - 11:02

Prediksi USDJPY Pekan Depan: Dupoin Futures Soroti Potensi Kenaikan ke 158.427

Jumat, 18 September 2026 - 11:02

Perkuat Angkutan Komoditas Pangan, KAI Logistik dan PT Bogantara Indo Transport Tandatangani Kerja Sama Pengiriman Hasil Bumi, Pangan, Ternak dan Pendukungnya dengan Kereta Api

Jumat, 18 September 2026 - 11:02

Global Business Chinese BINUS University Hadirkan Program Joint Degree Pertama Bersama South China University of Technology

Jumat, 18 September 2026 - 10:02

September to Remember, Sebulan Penuh Keseruan di Mall of Indonesia

Jumat, 18 September 2026 - 10:02

Bittime Soroti Hasil FOMC September 2026 dan Dampaknya terhadap Pasar Kripto

Berita Terbaru