Koran Mandalika, Lombok Tengah – Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Ardhia Rinjani (Perumdam Tiara) Kabupaten Lombok Tengah menyalurkan enam ekor sapi kurban kepada lansia dan yatim di desa-desa sumber mata air pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Direktur Utama Perumdam Tiara, Bambang Supratomo, S.IP., M.M., mengatakan penyaluran hewan kurban tersebut merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang selama ini turut menjaga kelestarian sumber mata air dan kawasan hutan.
“Alhamdulillah, pada Iduladha tahun ini PDAM menyalurkan enam ekor sapi kurban untuk masyarakat, khususnya jompo dan anak yatim di desa sumber mata air. Ini sudah menjadi program wajib sebagai bentuk komitmen PDAM kepada masyarakat yang terus menjaga sumber air kita dengan melestarikan hutan,” ujar Bambang saat dikonfirmasi media, Rabu (27/5/2026).
Enam ekor sapi kurban tersebut didistribusikan ke empat desa, yakni Desa Aik Bukak, Desa Aik Berik, Desa Lantan, dan Desa Karang Sidemen. Selain itu, dua ekor sapi lainnya dititipkan melalui Pemerintah Daerah Lombok Tengah untuk wilayah binaan PDAM.
Bambang berharap momentum Hari Raya Kurban dapat menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat, terutama kaum lanjut usia dan anak yatim.
“Kami berharap Hari Raya Kurban ini dapat menghadirkan kebahagiaan bagi jompo dan anak yatim di desa sumber mata air, sehingga mereka juga dapat merasakan nikmat dan kegembiraan menerima daging kurban,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Lantan, Erwandi, menyampaikan apresiasi kepada PDAM Tirta Ardhia Rinjani Kabupaten Lombok Tengah yang secara konsisten menyalurkan bantuan hewan kurban setiap tahun.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada PDAM Tiara Lombok Tengah yang selalu menyalurkan hewan kurban setiap tahunnya di Desa Lantan. Semoga ini menjadi amal ibadah dan PDAM Tiara semakin maju ke depannya,” ujarnya.
Erwandi menambahkan, daging kurban dari PDAM akan diprioritaskan bagi masyarakat lanjut usia dan anak yatim agar pembagiannya lebih tepat sasaran.
“Karena wilayah desa cukup luas, maka sapi kurban dari PDAM ini akan dialokasikan untuk jompo dan anak yatim, sehingga pemerintah desa dapat membagikannya secara adil kepada masyarakat yang benar-benar berhak menerima,” pungkasnya. (*)






