Koran Mandalika, Lombok Tengah – Pembalap muda kebanggaan Nusa Tenggara Barat (NTB), Gian Muhammad Gibran (14), kembali menunjukkan dominasinya di lintasan balap dengan meraih podium pertama pada putaran Mandalika Racing Series (MRS) 2026 yang digelar di Pertamina Mandalika International Circuit, Sabtu (25/7/2026).
Kemenangan tersebut sekaligus mempertegas status Gibran sebagai salah satu talenta muda asal NTB yang mampu bersaing dengan para pembalap dari berbagai daerah di ajang balap nasional.
Usai balapan, Gibran mengaku bersyukur dapat kembali berdiri di podium tertinggi. Ia berharap mampu mempertahankan performanya dan kembali meraih kemenangan pada race kedua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah bisa podium pertama lagi di seri ini. Semoga nanti di race dua bisa podium kembali,” ujar Gibran.
Meski berhasil finis terdepan, Gibran mengungkapkan bahwa jalannya balapan tidak berlangsung mudah. Ia sempat mengalami kendala saat balapan setelah keluar dari racing line di salah satu tikungan, sehingga kehilangan waktu dan tertinggal dari beberapa rivalnya.
“Tadi sempat keluar jalur di R3, jadi di sektor berikutnya saya sempat tertinggal,” katanya.
Selain kendala di lintasan, kondisi cuaca juga menjadi tantangan tersendiri. Embusan angin yang cukup kencang membuat para pembalap harus mengatur strategi agar tetap kompetitif hingga garis finis.
Menurut Gibran, teknik slipstream menjadi salah satu strategi yang efektif untuk mengurangi hambatan angin di lintasan lurus.
“Anginnya cukup kencang. Karena itu kami harus memanfaatkan slipstream di belakang pembalap lain supaya tidak terlalu terkena hambatan angin,” jelasnya.
Kemenangan di Mandalika Racing Series menjadi modal berharga bagi Gibran untuk menghadapi kompetisi dengan level yang lebih tinggi. Pembalap berusia 14 tahun itu mengaku tengah mempersiapkan diri menuju kejuaraan tingkat Asia.
Menurutnya, peningkatan kemampuan fisik, mental, dan strategi balap menjadi fokus utama dalam persiapan menghadapi persaingan yang lebih ketat.
“Persiapan yang paling penting adalah fisik, mental, dan strategi. Semuanya harus terus ditingkatkan agar bisa bersaing di level Asia,” ungkapnya.
Di balik pencapaiannya, Gibran mengaku dukungan keluarga menjadi motivasi terbesar yang membuatnya terus berkembang di dunia balap.
“Alhamdulillah, keluarga selalu mendukung dan memberikan semangat kepada saya,” tuturnya.
Sebagai putra daerah, Gibran juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat NTB yang selama ini setia memberikan dukungan. Ia berharap doa dan dukungan tersebut terus mengiringi langkahnya hingga mampu berprestasi di level internasional.
“Terus saksikan dan dukung saya sampai ke jenjang yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Keberhasilan Gibran kembali meraih podium pertama tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya dan keluarga, tetapi juga menjadi bukti bahwa pembalap muda asal NTB memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Dengan usia yang masih sangat muda, Gibran kini semakin mantap menatap target berikutnya, yakni mengharumkan nama Indonesia di ajang balap Asia. (wan)






