Harga Emas Masih Rentan Turun, XAU/USD Diprediksi Menguji Area Support 4.247 - Koran Mandalika

Harga Emas Masih Rentan Turun, XAU/USD Diprediksi Menguji Area Support 4.247

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan hari Kamis (28/5) diperkirakan masih berada dalam tekanan. Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan analisnya, Geraldo Kofit, pasangan XAU/USD pada timeframe daily masih menunjukkan kecenderungan bearish atau melemah, seiring tekanan jual yang belum mereda di pasar.

Secara teknikal, tren penurunan harga emas masih terlihat cukup dominan. Hal tersebut tercermin dari posisi harga yang hingga kini masih bergerak di bawah indikator Moving Average (MA) 21 dan MA 50. Dalam analisis pasar, posisi tersebut umumnya menunjukkan bahwa arah tren utama masih berada dalam fase turun.

Menurut Geraldo, kondisi ini menandakan bahwa tenaga beli belum cukup kuat untuk mendorong pembalikan arah harga. Sebaliknya, tekanan jual masih lebih mendominasi sehingga peluang pelemahan lanjutan masih terbuka dalam jangka pendek maupun menengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, harga emas juga baru saja mengalami breakout pada area support minor yang sebelumnya menjadi titik penting pergerakan harga. Setelah breakout terjadi, harga sempat melakukan retest atau pengujian ulang pada area tersebut sebelum kembali bergerak turun.

Kondisi itu menjadi sinyal bahwa pasar masih berada dalam tekanan bearish. Selama harga belum mampu kembali naik dan bertahan di atas area resistance penting, maka potensi pelemahan diperkirakan masih akan berlanjut.

Dalam proyeksi jangka pendek, area support yang menjadi perhatian pasar berada di kisaran 4.349 hingga 4.247. Level tersebut dinilai menjadi target penurunan berikutnya apabila tekanan jual tetap mendominasi perdagangan emas dunia.

Baca Juga :  Viral! Adik Ipar Raffi Ahmad Daftar Bupati Bandung Barat, Tasindo Terima Banyak Pesanan Tas Kampanye!

Dari sisi indikator tambahan, Stochastic Oscillator juga masih menunjukkan arah penurunan menuju area oversold atau jenuh jual. Meski area oversold sering dianggap sebagai sinyal bahwa harga sudah terlalu rendah, namun hingga saat ini belum muncul tanda pembalikan arah yang cukup kuat.

Artinya, ruang pelemahan harga emas masih cukup terbuka sebelum pasar menemukan momentum baru untuk rebound. Karena itu, pelaku pasar masih perlu mewaspadai potensi koreksi lanjutan dalam beberapa waktu ke depan.

Tak hanya dari sisi teknikal, tekanan terhadap harga emas juga datang dari faktor fundamental global. Salah satu faktor utama yang masih menekan harga emas adalah kuatnya dolar AS serta tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury Yield.

Kondisi tersebut membuat investor lebih tertarik pada aset berbasis dolar yang dinilai mampu memberikan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan emas. Sebagai aset non-yielding, emas memang cenderung kurang diminati ketika suku bunga dan yield obligasi berada di level tinggi.

Selain itu, pasar juga masih memperkirakan Federal Reserve belum akan terburu-buru menurunkan suku bunga. Selama data ekonomi Amerika Serikat masih menunjukkan kondisi yang kuat, terutama dari sektor tenaga kerja dan inflasi, maka peluang suku bunga tinggi bertahan lebih lama masih cukup besar.

Baca Juga :  Partisipasi Kadin Indonesia Trading House Dalam Event “Sousdey Indonesia 2025” Di Kamboja

Ekspektasi tersebut ikut memperkuat pergerakan dolar AS dan menjadi sentimen negatif bagi harga emas. Sebab, ketika dolar menguat, harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor global sehingga permintaan cenderung melemah.

Di sisi lain, kondisi pasar global yang mulai lebih stabil juga mengurangi minat investor terhadap aset safe haven seperti emas. Ketika pelaku pasar mulai optimistis terhadap ekonomi dan pasar saham, dana investasi biasanya beralih ke aset berisiko yang dianggap lebih menguntungkan.

Situasi itu membuat ruang kenaikan emas menjadi semakin terbatas dalam jangka pendek. Hingga saat ini, pasar juga masih menunggu sentimen baru yang cukup kuat untuk mengubah arah pergerakan harga.

Secara keseluruhan, kombinasi tekanan teknikal dan fundamental membuat tren bearish pada XAU/USD masih cukup kuat. Selama harga belum mampu kembali bergerak di atas area MA 21 dan MA 50, peluang penurunan menuju area support 4.349 hingga 4.247 diperkirakan masih terbuka.

Karena itu, investor disarankan tetap berhati-hati dan mencermati perkembangan sentimen global, terutama terkait arah kebijakan Federal Reserve, data ekonomi Amerika Serikat, serta pergerakan dolar AS yang dapat memengaruhi volatilitas harga emas dalam waktu dekat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

5 Hal yang Membuat Kamu Sulit Membayar Cicilan
FLOQ Listing PONS dari Robinhood Chain, Kenali Fungsi dan Ekosistemnya
Penyebab Dokumen Bertanda Tangan Elektronik Ditolak Mitra atau Bank
Bitcoin Kembali Tembus US$80.000, Aset Kripto Ikut Reli
Tren Papan Bunga di Jakarta dan Tangerang: Simbol Perhatian yang Tak Lekang Waktu
SUCOFINDO GANDENG RUANGGURU CETAK TALENTA MUDA SEBAGAI KATALISATOR INOVASI BERKELANJUTAN
OSL Indonesia Perkuat Fokus pada Kebutuhan Investor, di Tengah Volatilitas Global dan Industri Kripto yang Kian Matang
Telkom AI Center Malang Perluas Akses Pembelajaran AI untuk Pengembangan Web App

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 18:02

5 Hal yang Membuat Kamu Sulit Membayar Cicilan

Senin, 21 September 2026 - 16:02

FLOQ Listing PONS dari Robinhood Chain, Kenali Fungsi dan Ekosistemnya

Senin, 21 September 2026 - 16:02

Penyebab Dokumen Bertanda Tangan Elektronik Ditolak Mitra atau Bank

Senin, 21 September 2026 - 14:02

Tren Papan Bunga di Jakarta dan Tangerang: Simbol Perhatian yang Tak Lekang Waktu

Senin, 21 September 2026 - 12:06

SUCOFINDO GANDENG RUANGGURU CETAK TALENTA MUDA SEBAGAI KATALISATOR INOVASI BERKELANJUTAN

Senin, 21 September 2026 - 12:06

OSL Indonesia Perkuat Fokus pada Kebutuhan Investor, di Tengah Volatilitas Global dan Industri Kripto yang Kian Matang

Senin, 21 September 2026 - 11:01

Telkom AI Center Malang Perluas Akses Pembelajaran AI untuk Pengembangan Web App

Senin, 21 September 2026 - 11:01

Telkom AI Center Malang dan Nortis AI Bahas Tantangan Desain di Era Generative AI

Berita Terbaru

Teknologi

5 Hal yang Membuat Kamu Sulit Membayar Cicilan

Senin, 21 Sep 2026 - 18:02

NTB Terkini

Gemilang di Semarang, NTB Naik ke Peringkat 9 MTQ Nasional

Senin, 21 Sep 2026 - 17:47