Koran Mandalika, Lombok Tengah – Kabupaten Lombok Tengah siap menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026. Berbagai persiapan telah dilakukan untuk menyukseskan ajang syiar Islam yang akan berlangsung pada 7 hingga 16 Juni 2026 tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, mengatakan rangkaian kegiatan pra-MTQ telah dimulai dengan pelaksanaan tabligh akbar dan shalawat yang dipusatkan di Bencingah Agung Masmirah sebagai bagian dari menyambut pembukaan MTQ.
Menurutnya, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi media syiar Islam dan wadah mempererat silaturahmi masyarakat dari 10 kabupaten/kota se-NTB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“MTQ yang dilaksanakan ini merupakan media untuk syiar Islam dan Al-Qur’an, sekaligus menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat dari 10 kabupaten/kota di NTB,” ujar Lalu Firman Wijaya.
Sebanyak 977 peserta dari 10 kabupaten/kota akan mengikuti berbagai cabang perlombaan. Pada 7 Juni 2026, panitia akan menerima kedatangan kafilah dari sembilan kabupaten/kota yang akan bergabung dengan kafilah tuan rumah Lombok Tengah.
Rangkaian kegiatan akan diawali dengan penerimaan dan penyambutan kafilah pada 7 Juni, dilanjutkan pendaftaran ulang peserta, malam ta’aruf, serta pelantikan dewan hakim pada 8 Juni. Sementara pembukaan resmi MTQ akan dilaksanakan pada malam 9 Juni 2026.
Pada hari yang sama, seluruh kafilah akan mengikuti Pawai Ta’aruf yang mengambil titik start di Masjid Agung Lombok Tengah dan berakhir di Bencingah Adiguna Praya.
“Sepanjang rute ta’aruf kami siapkan delapan panggung. Pawai ta’aruf ini juga akan dilombakan,” kata Lalu Firman Wijaya.
Pelaksanaan musabaqah berlangsung pada 10 hingga 14 Juni 2026. Babak penyisihan akan digelar selama empat hari, mulai 10 hingga 13 Juni, sedangkan babak final berlangsung pada 14 Juni 2026. Selanjutnya, pada 15 Juni akan dilaksanakan rapat pleno dewan hakim, rekreasi kafilah, dan malam penutupan, sebelum seluruh kafilah dilepas kembali ke daerah masing-masing pada 16 Juni 2026.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung. Di sekitar lokasi utama MTQ akan disediakan bazar yang terdiri atas sembilan stan untuk Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dan 20 stan UMKM yang dikelola Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Selain itu, Dinas Perhubungan bersama kepolisian tengah menyiapkan rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi kemacetan selama pelaksanaan kegiatan.
“Rekayasa lalu lintas sedang dimatangkan bersama kepolisian agar tidak terjadi kemacetan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat maupun pelaksanaan MTQ,” jelasnya.
Pemerintah daerah juga mengerahkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk mendukung dan mengawal suksesnya pelaksanaan MTQ. Berbagai aspek pelayanan, mulai dari transportasi, keamanan hingga layanan kesehatan bagi seluruh kafilah telah dipersiapkan secara maksimal.
“Kami ingin memastikan seluruh peserta dan tamu merasa aman dan nyaman selama berada di Lombok Tengah,” tegasnya.
Pelaksanaan MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026 akan dipusatkan di sejumlah lokasi di Kabupaten Lombok Tengah. Cabang Tilawah Al-Qur’an akan berlangsung di Bencingah Agung Masmirah, Qira’at Sab’ah di Masjid Agung Lombok Tengah, Hifzil Qur’an di Ballroom Kantor Bupati dan Masjid Poltekpar Lombok, Tafsir Al-Qur’an di Gedung PKK Lombok Tengah, Fahmil dan Syarhil Qur’an di GOR Poltekpar Lombok, Khath Al-Qur’an di VIP Deluxe Pertamina Mandalika International Circuit, serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an di Ruang CAT BKPSDM Kabupaten Lombok Tengah.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Lombok Tengah optimistis dapat menjadi tuan rumah yang baik sekaligus menyukseskan penyelenggaraan MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026. (wan)






