Dolar AS Menguat, Prospek Emas Jangka Pendek Masih Tertekan - Koran Mandalika

Dolar AS Menguat, Prospek Emas Jangka Pendek Masih Tertekan

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas dunia diperkirakan masih bergerak dalam tekanan pada perdagangan hari Kamis (11/6). Sejumlah indikator teknikal menunjukkan bahwa tren pelemahan belum sepenuhnya berakhir, meskipun sebelumnya harga sempat mengalami kenaikan terbatas. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar masih mewaspadai potensi koreksi lanjutan dalam jangka pendek.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai pergerakan pasangan XAU/USD pada timeframe M30 masih menunjukkan dominasi sentimen bearish. Setelah mengalami kenaikan sementara atau yang dikenal sebagai secondary trend, harga kini kembali mengarah mengikuti tren utama yang masih cenderung turun.

Menurut Geraldo, fase koreksi naik yang terjadi sebelumnya belum mampu mengubah struktur pasar secara keseluruhan. Justru setelah kenaikan tersebut berakhir, harga membentuk pola yang mengindikasikan bahwa tekanan jual kembali muncul dan berpotensi mendominasi perdagangan dalam beberapa sesi ke depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu sinyal yang menjadi perhatian adalah terbentuknya swing high baru yang berada lebih rendah dibandingkan puncak sebelumnya atau dikenal sebagai lower high. Dalam analisis teknikal, pola ini sering dianggap sebagai tanda bahwa tenaga pembeli mulai berkurang, sementara pihak penjual kembali mengambil kendali pasar.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa setiap upaya kenaikan yang terjadi masih menghadapi tekanan yang cukup besar. Selama harga belum mampu menembus area puncak terbaru yang terbentuk, peluang untuk melanjutkan pelemahan masih lebih besar dibandingkan peluang untuk kembali naik.

Dari sisi teknikal, area support di level 4.061 menjadi titik yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar. Level tersebut diperkirakan menjadi target penurunan terdekat apabila tekanan jual terus berlanjut. Jika harga berhasil menembus area tersebut, maka peluang penurunan menuju level 4.036 akan semakin terbuka.

Baca Juga :  Sabun Zaitun untuk Badan, Pilihan Alami untuk Merawat Kulit

Selain pola harga, indikator stochastic juga memberikan sinyal yang sejalan dengan potensi koreksi. Saat ini indikator tersebut berada di area overbought atau jenuh beli. Kondisi tersebut biasanya menunjukkan bahwa kenaikan yang terjadi sebelumnya mulai kehilangan momentum dan berpotensi diikuti oleh aksi jual.

Pergerakan stochastic yang mulai mengarah turun menjadi indikasi bahwa kekuatan beli tidak lagi sekuat beberapa sesi sebelumnya. Situasi ini sering dimanfaatkan oleh pelaku pasar untuk melakukan aksi ambil untung atau membuka posisi jual baru, terutama ketika tidak ada katalis positif yang cukup kuat untuk mendorong harga lebih tinggi.

Dengan kombinasi sinyal teknikal tersebut, peluang emas untuk bergerak turun dalam jangka pendek masih cukup terbuka. Meskipun demikian, pasar tetap akan memperhatikan sejumlah faktor fundamental yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga dalam beberapa hari ke depan.

Dari sisi fundamental, perhatian investor masih tertuju pada kebijakan moneter Amerika Serikat. Saat ini pasar masih memperkirakan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level yang relatif tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. Pandangan tersebut muncul karena sejumlah indikator ekonomi Amerika Serikat masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik.

Data inflasi yang belum sepenuhnya turun ke target bank sentral, kondisi pasar tenaga kerja yang masih solid, serta aktivitas ekonomi yang relatif stabil membuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter menjadi lebih terbatas. Akibatnya, dolar AS tetap mendapatkan dukungan dari sentimen tersebut.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Bagi Anda untuk Mengajukan Permohonan Izin Usaha di Indonesia

Penguatan dolar AS biasanya menjadi faktor yang kurang menguntungkan bagi emas. Sebagai aset yang diperdagangkan menggunakan dolar, harga emas cenderung menghadapi tekanan ketika mata uang Amerika Serikat menguat. Kondisi ini membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain sehingga permintaannya berpotensi berkurang.

Selain itu, aset berbasis dolar juga dinilai lebih menarik ketika suku bunga berada di level tinggi. Investor cenderung memilih instrumen yang menawarkan imbal hasil dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga atau pendapatan tetap.

Di sisi lain, membaiknya sentimen pasar global turut mengurangi minat terhadap aset safe haven. Ketika pelaku pasar lebih optimistis terhadap prospek ekonomi dan pasar saham, dana investasi biasanya mengalir ke aset yang dianggap memiliki potensi keuntungan lebih besar. Hal tersebut dapat mengurangi permintaan terhadap emas sebagai instrumen perlindungan nilai.

Secara keseluruhan, kombinasi antara sinyal teknikal dan sentimen fundamental masih menunjukkan bahwa pergerakan emas berada dalam tekanan. Analisis Dupoin Futures memperkirakan peluang pelemahan menuju area support 4.061 hingga 4.036 masih terbuka selama harga belum mampu menembus area resistance terdekat. Investor dan trader disarankan tetap mencermati perkembangan data ekonomi Amerika Serikat serta pernyataan pejabat Federal Reserve yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar dalam jangka pendek.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Dibangun PTPP, RSUD KH. Muhammad Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo
ENSIA 2026 Hadir Kembali, SUCOFINDO Dorong Inovasi Berkelanjutan dan Kolaborasi Lintas Sektor Hadapi Perubahan Iklim
KA Cikuray Hadir dengan Rangkaian Baru, Relasi Garut – Pasar Senen Berangkat Perdana Hari Ini Dengan Okupansi Lebih Dari 100 Persen
Lebih dari 1 juta Ton Barang Diangkut via Kereta Kontainer, Setara Mengurangi Pergerakan Hampir 60 Ribu Truk di Jalan Raya
Pentingnya Akreditasi Program Studi Internasional untuk Kariermu
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, JTT Komitmen Hijaukan Trans Jawa melalui Penanaman 1.000 Pohon
KAI Bandara Layani 2,9 Juta Penumpang hingga Mei 2026, Tumbuh 1,78 Persen Dibanding Tahun Sebelumnya
Kenalkan Solusi Praktis Penanganan Kerusakan Jalan, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Gelar Presentasi Travoy Patch kepada BPJN Sulawesi Utara

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:05

Studium Generale BINUS University @Semarang Hadirkan Praktisi Industri VFX untuk Mahasiswa

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:22

BRI Finance Jawab Kebutuhan Renovasi Rumah Lewat Pembiayaan Berbasis BPKB

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:32

Melalui PalmCo, Holding Perkebunan Nusantara Perluas Akses Digital bagi Sekolah di Pelosok

Senin, 11 Mei 2026 - 10:58

BINUS Book Review: Menguatkan Kewirausahaan sebagai Proses Membina dan Memberdayakan di Era Perubahan

Senin, 11 Mei 2026 - 09:56

Apa Itu Saham Gorengan? Kenali Ciri dan Risikonya

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:14

Kedutaan Besar India Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan UNNES, Dorong Pelatihan Dosen dan Kolaborasi Akademik

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:13

Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:29

Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan

Berita Terbaru