Koran Mandalika, Lombok Tengah – Anggota DPR RI sekaligus Ketua KONI NTB, Mori Hanafi, mengapresiasi perkembangan pembalap-pembalap asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tampil kompetitif pada ajang Mandalika Racing Series (MRS) seri ke-3.
Menurut Anggota Komisi V DPR RI itu, keberhasilan para pembalap lokal menjadi bukti bahwa NTB memiliki regenerasi atlet balap yang menjanjikan.
“Saya sangat bangga terhadap pembalap-pembalap NTB. Sekarang pembalap-pembalap NTB ini terus terang lagi naik daun. Selain yang sudah naik podium, kita sekarang punya banyak lapisan pembalap,” ujar Mori saat ditemui di Sirkuit Mandalika, Minggu (26/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia menilai keberadaan Sirkuit Mandalika menjadi berkah bagi NTB karena mampu melahirkan talenta-talenta baru di dunia balap motor. Selain didukung fasilitas berstandar internasional, perkembangan tersebut juga tidak lepas dari kerja keras para pelatih dalam membina atlet.
Mori optimistis pembalap NTB mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Menurutnya, kualitas sirkuit yang memenuhi standar internasional menjadi modal penting dalam meningkatkan kemampuan para pembalap daerah.
Meski demikian, Mori menyoroti besarnya biaya yang harus ditanggung para pembalap, mengingat sebagian besar masih berjuang secara mandiri tanpa dukungan pendanaan yang memadai.
“Ini olahraga mahal. Ban saja hanya bisa dipakai dua kali latihan, belum sparepart, bensin, dan kebutuhan lainnya. Karena itu pemerintah wajib memberikan dukungan kepada adik-adik kita yang berprestasi,” katanya.
Menurut Mori, bantuan yang selama ini diberikan KONI masih sangat terbatas dan belum mampu memenuhi kebutuhan pembalap.
“Kalau kebutuhannya sampai Rp200 juta, kemampuan kami mungkin hanya sekitar Rp20 juta. Jadi memang belum memadai,” pungkasnya. (wan)






