Paving Block Berbahan Sampah Plastik Produksi TPST Sandubaya Masih Menunggu Lampu Hijau - Koran Mandalika

Paving Block Berbahan Sampah Plastik Produksi TPST Sandubaya Masih Menunggu Lampu Hijau

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya, Kota Mataram, memproduksi paving block dari sampah plastik. Namun, paving block ini belum dapat dipasarkan karena beberapa kendala, seperti izin, dan keterbatasan mesin produksi.

Direktur TPST Sandubaya, Kamarudin, mengatakan untuk sementara produksi paving block ini masih untuk kebutuhan Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram. Namun hal itu tergantung dari pesanan.

“Karena kita masih menunggu regulasi dari kantor. Karena untuk sementara ini kita masih pakai di kantor. Belum ada perintah untuk menjualnya,” kata Kamarudin, Kamis (9/7).

Meski begitu, minat masyarakat terhadap paving block plastik ini cukup besar.

“Kalau permintaan dari masyarakat terus terang aja sangat banyak. Cuma untuk saat ini belum kita di izinkan untuk menjual,” ucap Kamarudin.

Selain itu, akibat terbatasnya mesin pencetak, TPST Sandubaya hanya mampu memproduksi 250 sampai 300 paving block.

“Sementara ini kan untuk penghasilan kita mencetak sehari itu kan masih minim hanya 250 sampai 300, karena mesin kita hanya dua,” ujarnya.

Selain terkendala izin dan mesin cetak, paving block plastik ini juga belum melewati proses pengujian. Namun, Kamarudin perkirakan kekuatan paving block ini melebihi paving block beton.

Baca Juga :  Konflik di Indonesia, Konser Mandalika Suka Suka Ditunda, ITDC Pastikan Refund Tiket

“Akan tetapi kalau saya perkirakan ini kalau dibandingkan dengan paving yang biasa ini bisa mencapai 200 sampai 300 K. Karena sering dilewati sama alat-alat berat tidak apa-apa,” ungkapnya.

Akan tetapi yang menjadi kelemahan paving block ini rawan mengapung saat genangan air besar. Dikarenakan bahan yang digunakan sepenuhnya dari sampah plastik.

“Cuman kendalanya satu. Karena ini ringan jadi kalau hujan besar pasti ngambang. Makanya kalau dalam pemasangannya itu paling tidak harus ada semen di bawah sebagai perekat,” tutup Kamarudin. (dik)

Berita Terkait

Dari Layanan hingga Lintasan, SDM Lokal Jadi Kekuatan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
MotoGP Mandalika 2026, Merchandise Veda Ega Pratama dan Marc Marquez Diminati Pembeli
Pertamina Mandalika International Circuit Naik Level! Homologasi Grade A FIM Resmi Dikantongi
Jelang Pilkades, DPMD Loteng Akui Konflik Horizontal Rentan Terjadi
RSUD Praya Naik Kelas, FP4 NTB Sorot ‘Wajah Lama’ di Struktur Baru
Tiket MotoGP Mandalika Diburu, 4 Kategori Sudah di Atas 95 Persen
Kades Kabul Dilaporkan ke Aparat, Warga Soroti Dugaan Penyimpangan Dana Desa
Kades Kateng Mangkir dari Panggilan Polisi, Kasus Pemalsuan Surat Masuk Penyidikan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:45

MotoGP Mandalika 2026, Merchandise Veda Ega Pratama dan Marc Marquez Diminati Pembeli

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:18

Pertamina Mandalika International Circuit Naik Level! Homologasi Grade A FIM Resmi Dikantongi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:46

Jelang Pilkades, DPMD Loteng Akui Konflik Horizontal Rentan Terjadi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:28

RSUD Praya Naik Kelas, FP4 NTB Sorot ‘Wajah Lama’ di Struktur Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:08

Tiket MotoGP Mandalika Diburu, 4 Kategori Sudah di Atas 95 Persen

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:41

Kades Kabul Dilaporkan ke Aparat, Warga Soroti Dugaan Penyimpangan Dana Desa

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:12

Kades Kateng Mangkir dari Panggilan Polisi, Kasus Pemalsuan Surat Masuk Penyidikan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:35

Jam Pengolahan hingga Bahan Baku Disorot, Ada Apa dengan SPPG MBG di Loteng?

Berita Terbaru