Koran Mandalika, Lombok Tengah – Turnamen Pencak Silat Masmirah Cup yang memperebutkan Piala Bupati Lombok Tengah usai digelar. Turnamen bertujuan sebagai ajang pembinaan dan pencarian bibit atlet pencak silat di Nusa Tenggara Barat (NTB). Kejuaraan yang diikuti sekitar 650 pesilat dari seluruh kabupaten/kota di NTB ini diharapkan menjadi agenda tahunan.
Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, mengatakan penyelenggaraan turnamen tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembinaan atlet sejak usia dini. Menurutnya, regenerasi atlet harus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu melahirkan prestasi bagi daerah.
“Anak-anak inilah yang menjadi harapan kita ke depan. Walaupun pada Porprov kemarin kita belum berhasil menjadi juara, kita tidak boleh putus semangat. Pembinaan harus terus dilakukan dan tidak boleh berhenti,” kata Pathul usai menutup turnamen pecak silat di Gor Tastura, Kamis (30/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pathul menegaskan, kejuaraan pencak silat akan terus dilaksanakan setiap tahun sebagai wadah bagi para atlet untuk mengasah kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding. Pemerintah daerah juga akan memberikan apresiasi kepada atlet yang berhasil meraih prestasi.
Sementara itu, Ketua IPSI Lombok Tengah, Bambang Supratomo, menjelaskan turnamen diikuti sekitar 650 pesilat yang berasal dari seluruh kabupaten/kota di NTB. Kejuaraan mempertandingkan empat kategori usia, yakni tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan kategori dewasa.
Menurut Bambang, sebagian besar juara pada penyelenggaraan tahun ini berasal dari Kabupaten Lombok Timur. Meski demikian, Lombok Tengah juga berhasil meraih prestasi di beberapa nomor pertandingan.
Pihaknya memastikan Turnamen Masmirah Cup akan menjadi agenda rutin tahunan dengan memperebutkan Piala Tetap Bupati Lombok Tengah. Pada penyelenggaraan berikutnya, persiapan akan dilakukan lebih matang agar kualitas pelaksanaan semakin meningkat.
“Insya Allah tahun depan akan kita buat lebih besar lagi. Tahun ini persiapan kami cukup singkat karena baru selesai Porprov, sehingga ke depan akan kami maksimalkan,” kata Bambang.
Bambang yang juga menjabat Direktur Utama PDAM Lombok Tengah mengakui prestasi pencak silat Lombok Tengah masih perlu ditingkatkan. Selain pembinaan atlet, IPSI juga akan fokus pada peningkatan fasilitas latihan, pengembangan sumber daya pelatih, serta penambahan jumlah wasit dan juri.
Dia berharap kejuaraan ini menjadi momentum evaluasi pembinaan atlet sekaligus melahirkan pesilat-pesilat muda yang mampu mengharumkan nama Lombok Tengah di tingkat provinsi maupun nasional. (wan)






