Koran Mandalika, Mataram – Utusan Khusu Presiden, Miftah Maulana Habiburrahman atau akrab disapa Gus Miftah, didampingi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) NTB, Zamroni Azis, melakukan kunjungan ke Gereja Katolik Santa Maria Immaculata, Mataram.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Miftah menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari agenda kunjungan ke lima tempat ibadah di Mataram, untuk mendukung asta cita Presiden Prabowo Subianto, tentang toleransi dan kerukunan umat beragama.
“Kewajiban kita bersama sebagai warga negara untuk menjaga senantiasa kerukunan,” katanya, Rabu (12/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kemajuan suatu negara tidak lepas dari kerukunan warga negara itu sendiri
“Karena saya meyakini Indonesia maju manakala masyarakatnya rukun,” ucapnya.
Dirinya berpesan di momentum hari kemerdekaan ini dijadikan simbol kerukunan dan persatuan bangsa Indonesia.
“Momentum ini harus kita maknai sebagai simbol kerukunan dan kesatuan untuk bangsa ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Pendeta Gereja yakni Martinus Emanuel Ano membagi pengalamannya selama berada di NTB khusunya di Mataram, bagaimana toleransi antar umat beragama terjaga dengan baik.
“Karena selama saya ada di sini kerukunan itu tetap terjaga. Memang kalau mau tau bagaimana asiknya tinggal di NTB, jagan lihat dari layar kaca. Datang dan nikmati,” tuturnya.
Terkait dengan kunjungan tersebut, menurutnya itu bentuk perhatian negara terhadap umat beragama.
“Untuk saya ini adalah bentuk perhatian negara untuk agama. Sepatutnya lah kita mendukung pemerintah untuk menjaga negara kesatuan Republik Indonesia,” ucapnya.
Selain itu, lanjutnya, kedatangan Gus Miftah ke gereja tersebut sebagai inspirasi bahwa ada keindahan pada setiap perbedaan.
“Hidup itu yang paling asik melihat perbedaan sebagai keindahan dan kekayaan,” imbuhnya. (dik)






