Oknum Pimpinan Ponpes di Lotim Diduga Lecehkan Santriwati, Dalih Pembersihan Rahim - Koran Mandalika

Oknum Pimpinan Ponpes di Lotim Diduga Lecehkan Santriwati, Dalih Pembersihan Rahim

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Lombok Timur, kini menyita perhatian publik. Pasalnya, pimpinan pondok pesantren tersebut diduga menggauli santriwatinya sejak masih bersekolah di pondok tersebut hingga korban menikah.

‎Oknum pimpinan tersebut melakukan tindakan tidak pantas itu dengan dalih ritual pembersihan rahim.

‎Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi, menerangkan bahwa perbuatan tercela itu dilakukan berulang kali dan berlangsung selama bertahun-tahun.

‎“Lima tahun selama sekolah berkali-kali sampai setelah dia menikah, masih bisa diberdaya untuk disetubuhi. Korban depresi berat,” kata Joko, Kamis (29/1).

‎Ia menjelaskan, oknum pimpinan ponpes tersebut menggunakan modus ritual “penyucian” untuk melancarkan aksinya. Bahkan, berdasarkan pengakuan korban, pelaku berdalih bahwa perbuatan tersebut bukan dilakukan oleh dirinya, melainkan oleh makhluk lain.

‎“Modusnya, pembersihan rahim. Kemudian juga ada tipu daya, yg melakukan itu bukan tuan guru. Tapi itu jin. Sedang kerasukan jin,” katanya.

‎Tak hanya itu, lanjut Joko, korban juga mengaku oknum tersebut kerap menyampaikan ramalan akan terjadinya peristiwa besar yang menimpa dirinya, bahkan di hadapan para jamaahnya.

‎“Kemudian dia juga sudah mempersiapkan dengan menyampaikan kepada jamaahnya bahwa suatu saat dia akan difitnah,” ujarnya.

‎Joko menyebut, hingga saat ini pihaknya baru menerima dua laporan dari korban santriwati ponpes tersebut. Kedua korban mengungkapkan peristiwa dugaan kekerasan seksual itu terjadi sejak mereka masih duduk di bangku pendidikan pondok pesantren.

‎“Sementara korban ada dua. Saat kejadian korban di bawah umur. Saat kejadian yang sudah lima tahun. Saat itu masih Madrasah Aliyah,” jelasnya.

‎Atas laporan tersebut, LPA Kota Mataram telah melaporkan oknum pimpinan ponpes itu ke Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pencegahan Perdagangan Orang (Ditres PPA-PPO) Polda NTB.

‎Sementara itu, Direktur Reserse PPA-PPO Polda NTB, Kombes Pol Ni Made Pukawati, menyatakan pihaknya akan terlebih dahulu melakukan pengecekan atas laporan tersebut.

‎“Nanti saya cek terlebih dahulu,” katanya singkat. (*)

Baca Juga :  Aliansi Pemuda NTB Desak Penetapan Tersangka 15 Anggota DPRD dalam Kasus Dana Siluman

Berita Terkait

NTB Dapat Tambahan Jatah 10 Ribu Unit Bantuan Rumah Layak Huni
Bank NTB Syariah dan Universitas Bumigora Perkuat Digitalisasi Keuangan Kampus
Kenaikan Harga Plastik Bikin Pedagang Sepi Pembeli, Pemda Carikan Solusi
MBG Berhenti Beroperasi, Harga Bahan Pokok Mulai Stabil
Proyek Seaplane Batujai Belum Mengudara, Perizinan Masih Berproses
Disambut Antusias Warga, Gubernur NTB Lepas Konvoi Kendaraan Taktis Kopassus
Wabup Nursiah Apresiasi Kiprah Yayasan Darussalimin Kateng dalam Pembinaan Masyarakat
Dewan Haji Maman Minta Dalang Suap Ketua BEM UBK Diusut

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 11:00

Ingin Punya Tas Branded dengan Harga Lebih Terjangkau? Coba Ikuti Luxury Bag Auction deGaiya Setiap Senin dan Kamis

Senin, 6 Juli 2026 - 11:00

TMG Hotel Tebet Gelar “Blooming Day” Workshop Bersama Rose_Dazzley

Senin, 6 Juli 2026 - 10:00

Apa yang Membuat Sebuah Bangunan Bertahan Puluhan Tahun? Waringin Megah Percaya Jawabannya adalah Kualitas

Senin, 6 Juli 2026 - 08:00

Lagi Cari Solusi AI Agent? Coba Demo AI Agent Barantum

Senin, 6 Juli 2026 - 00:00

JMFF 2026 Hadirkan Ruang Eksplorasi Anak, Orang Tua Sambut Positif

Minggu, 5 Juli 2026 - 22:00

Universitas Amikom Yogyakarta Hadirkan Creative Economy Park, Integrasikan Pendidikan dan Industri Kreatif dalam Satu Ekosistem

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:00

Bitcoin Rebound, Tapi Volatilitas Masih Tinggi: FLOQ Soroti Faktor Penentu Arah Pasar Kripto

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:00

Robotics Engineering Adalah Jurusan Masa Depan, Kenapa?

Berita Terbaru

Teknologi

Lagi Cari Solusi AI Agent? Coba Demo AI Agent Barantum

Senin, 6 Jul 2026 - 08:00