Koran Mandalika, Lombok Tengah – Penyelenggaraan putaran keempat Mandalika Festival of Speed (MFOS) yang digabungkan dengan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Indonesia Touring Car Race (ITCR) 2026 kembali menyita perhatian publik otomotif nasional.
Di tengah evaluasi ketat terkait penataan kelas dan lonjakan jumlah peserta, PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menegaskan komitmennya untuk merangsang dan membuka ruang sebesar-besarnya bagi talenta-talenta lokal asal Nusa Tenggara Barat (NTB) agar turut ambil bagian di lintasan balap profesional.
Direktur Operasi MGPA, Donny Mahardjono, mengungkapkan bahwa meskipun saat ini dominasi peserta nasional maupun luar daerah masih mendominasi, pihaknya melihat potensi besar bagi pembalap lokal NTB untuk mulai berani naik tingkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran ajang balap mobil bergengsi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi komunitas otomotif lokal.
”Dari NTB saat ini memang belum terlalu mendominasi, tetapi paling tidak dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini kita bisa merangsang mereka. Yang sebelumnya mungkin hanya bermain di time attack, dengan adanya balap mobil resmi ini mungkin bisa merangsang mereka untuk ikut join,” ujar Donny, Minggu (18/10).
Peluang Lewat Kelas Entry Level
Sebagai langkah awal bagi pembinaan daerah, MGPA menyiapkan berbagai kelas pendukung yang ramah bagi pemula (entry level). Kelas-kelas seperti OM Rally dan kelas pendukung lainnya diposisikan sebagai jembatan ideal bagi pembalap lokal untuk beradaptasi dengan atmosfer balap sirkuit sesungguhnya sebelum melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.
”Minimal kita siapkan di kelas-kelas pendukung yang kita anggap sebagai entry level, seperti OM Rally atau kelas pemula lainnya, sehingga mereka bisa mencoba langsung bersaing secara kompetitif di sirkuit kebanggaan ini,” tambahnya.
MFOS Round 4 dan Kejurnas ITCR 2026 sendiri menjadi panggung penting dalam kalender balap tahun ini. Lonjakan jumlah peserta di berbagai kelas—terutama kelas ITCR 1.200 cc yang mencakup kategori pemula hingga seeded—membuat kapasitas grid sirkuit semakin padat.
Menghadapi musim depan, MGPA bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) tengah menggodok evaluasi komprehensif, mulai dari penataan ulang program balap (race program), pemisahan kategori lomba agar penjenjangan atlet lebih teratur, hingga rencana penambahan kategori kelas baru seperti open wheel Formula IDN.
Dengan makin matangnya ekosistem balap di Sirkuit Internasional Mandalika, MGPA optimistis gaung MFOS dan Kejurnas ITCR tidak hanya mendongkrak pariwisata dan sportainment nasional, tetapi juga sukses melahirkan bibit-bibit pembalap berprestasi langsung dari tanah NTB yang siap bersaing di kancah nasional maupun internasional. (wan)



