Koran Mandalika, Lombok Tengah – Musim kemarau 2026 mengakibatkan kekeringan di sejumlah wilayah khususnya Kabupaten Lombok Tengah. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, setidaknya 9 kecamatan mengalami kekeringan.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Loteng, Lalu Wirya Adi Putra, mengatakan jumlah tersebut tidak dapat dijadikan pembanding dengan jumlah wilayah terdampak di tahun sebelumnya.
Pasalnya, kecamatan yang sebelumnya menjadi langganan penyaluran air bersih namun di tahun ini tidak lagi disalurkan lantaran sudah terbantu dengan sumur bor, seperti di Kecamatan Janapria
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Begitupun sebaliknya, kecamatan yang sama sekali tidak pernah meninta penyaluran air bersih justru di tahun ini mengirimkan permintaan, seperti Kecamatan Batukliang Utara.
“Makanya kita tidak bisa bilang semakin bertambah atau ekstrem. Karena ada yang berkurang tetapi ada yang baru,” katanya, Selasa (20/10).
Untuk jumlah air yang disalurkan, BPBD bersama dengan PDAM telah mendistribusikan sebanyak 70 tangki. Selain itu ada pula bantuan dari pihak-pihak lain.
“Kalau kerjasama BPBD sama PDAM itu sudah sekitar 70 tangki. Tapi kita dibantu dengan armada lain,” ucapnya.
Namun, ada beberapa wilayah yang penyalurannya belum maksimal akibat jalan menuju lokasi yang cukup menanjak, seperti halnya di Setiling Kecamatan Batukliang Utara, dan Selong Belanak Kecamatan Praya Barat
“Sekarang sudah ada sekitar 6-7 tengki di antarkan ke sana (Setiling). Sebenarnya mereka minta banyak cuma teman-teman agak khawatir karena jalannya agak nanjak katanya,” ungkapnya.
Putra menjelaskan, meski penyaluran air bersih tetap dilakukan, namun jumlah air yang disalurkan masih sedikit jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Kalau dibandingkan dengan tahun kemarin sampai bulan ini, lebih banyak tahu kemarin yang kita distribusikan. Tetapi, kita kan belum tau nih pembandingnya agak panjang, belum tahu akhir Oktober atau November ini seperti apa,” jelasnya.
Terkait jumlah anggaran, BPBD telah menyiapkan sebanyak Rp38 juta untuk 127 tangki air bersih.
“Itu 127 tangki kali Rp300 ribu itu sekitar Rp38 juta yang sumbernya dari BPBD,” beber Putra. (dik)

