Koran Mandalika, Lombok Tengah – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Lombok Tengah, melakukan penyelidikan terhadap kasus pengeroyokan di sekitar simpang empat Puyung, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah.
Kasi Humas Polresta Lombok Tengah, IPTU Lalu Brata Kusnadi, mengatakan pihaknya telah mendapatkan rekaman CCTV yang dapat dijadikan alat bukti.
“Alat bukti CCTV memang ada yang kita dapatkan dari beberapa sumber. Berdasarkan itu nanti kita akan melakukan penyelidikan dengan bisa kita mengenali pelaku,” kata Brata, Selasa (3/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Terkait dengan narasi yang beredar di media sosial terhadap pelaku yang diduga gangster, Brata meminta kepada masyarakat untuk tidak terlalu cepat berspekulasi.
Pihaknya juga akan mengawasi tindakan-tindakan yang dapat mengganggu kemanan dan ketertiban di tengah masyarakat.
“Kami dari Polresta Lombok Tengah sangat mengatensi terutama terkait dengan gangguan-gangguan Kamtibmas yang disebabkan oleh beberapa kelompok masyarakat,” ujar Brata.
Brata melanjutkan, pihaknya akan meningkatkan kegiatan Preemtif dan preventif untuk menjaga situasi tetap kondusif.
“Kita aka terus melakukan kegiatan-kegiatan Preemtif maupun preventif sehingga situasi yang ada di wilayah Lombok Tengah ini bisa tetap dalam keadaan kondusif,” lanjut Brata.
Sebelumnya, seorang pria berinisial MEH, asal Desa Jago, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang di sekitar simpang empat Puyung.
Berdasarkan keterangan kakak korban yakni Debi, kejadian tersebut pada Sabtu malam sekitar pukul 22.30 Wita. Saat itu adiknya yang baru pulang bekerja dari Mataram, tiba-tiba di berhentikan oleh sekelompok orang yang tidak dikenal.
Selanjutnya, Ibu korban yakni Hj. Harini, mengatakan anaknya mengalami trauma akibat kejadian tersebut. Korban mendapatkan luka pada bagian mata dan mulut serta mengeluhkan nyeri pada bagian tulang ekornya. (dik)






