Awas! Doom Spending: Belanja Tanpa Kendali Akibat Kepanikan - Koran Mandalika

Awas! Doom Spending: Belanja Tanpa Kendali Akibat Kepanikan

Selasa, 24 Juni 2025 - 19:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hai Sobat #SadarRisiko. Tahukah kamu bahwa belakangan ini terdapat fenomena dimana orang-orang belanja secara kalap, lupa diri, dan habis-habisan?

Hai Sobat #SadarRisiko. Tahukah kamu bahwa belakangan ini
terdapat fenomena dimana orang-orang belanja secara kalap, lupa diri, dan
habis-habisan?

Inilah perilaku yang dikenal dengan istilah doom
spending
, yaitu suatu perilaku yang muncul dari rasa ketidakpastian akibat
kecemasan dalam hidup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Doom spending adalah kebiasaan menghabiskan uang
secara berlebihan karena merasa tertekan atau khawatir akan masa depan yang
biasanya dilakukan sebagai bentuk pelarian atau kompensasi dari stres yang
sedang dialami.

Beberapa pemicu doom spending ini, antara
lain, tekanan ekonomi yang disertai arus berita negatif secara terus-menerus
sehingga timbul perasaan tidak pernah dapat terlepas dari kesulitan. Hal
tersebut dapat pula disertai ketidakpastian karier atau masalah hubungan sosial
dalam skala keluarga maupun umum yang ditambah lagi oleh tekanan sosial media
sehingga menyebabkan rasa ketidaknyamanan yang berlarut.

Akibatnya, muncullah suatu sikap untuk lebih baik berbelanja
secara habis-habisan dan jika perlu berutang untuk terus berkonsumsi dan
menyenangkan diri, karena pada akhirnya, lebih baik menikmati hidup untuk
sesaat daripada kehilangan kesempatan di masa yang serba tidak menentu.

Baca Juga :  Kolaborasi PT Samudera Energi Tangguh dan Port Academy dalam Pelatihan & Sertifikasi Loading Master

Doom spending tersebut dapat terlihat dari
perilaku belanja barang yang tidak perlu dan peningkatan pengeluaran uang di
luar rencana yang telah ditetapkan. Bukannya mengobati rasa kekosongan, doom spending justru
akan memicu perasaan tidak pernah cukup. Kemudian, perilaku tersebut dilakukan
kembali dan berulang-ulang. Tidak bisa menahan keinginan untuk terus berbelanja
inilah yang menyebabkan seseorang tidak #SadarRisiko dan menjerumuskannya ke
dalam lilitan utang dan stres.

Sebelum kita terlilit masalah lebih parah, mari kita
#SadarRisiko dan #KurangiRisiko doom spending dengan cara-cara berikut:

1. Kenali
pemicu stres dan catat hal-hal yang membuatmu cemas. Cari akar
permasalahan yang sesungguhnya sehingga dapat menemukan cara sehat untuk
mengatasinya.

2. Atur
keuangan dengan bijak dengan membuat anggaran bulanan dan mingguan,
pisahkan antara kebutuhan dan keinginan, dan biasakan untuk membatasi
penggunaan kartu kredit dan pinjaman lainnya.

Baca Juga :  PBA Labs Buka Pendaftaran Certified Blockchain Developer Course

3. Cari
aktivitas pengalihan stres, seperti olahraga dan meditasi, berdiskusi
dengan teman dan keluarga, atau lakukan kegiatan ekspresif lainnya seperti
menulis jurnal, melukis, atau mencoba hobi baru lainnya.

4. Praktikkan
kesadaran finansial dengan lebih sabar dan sadar perilaku belanja. Tunda
dan hindari belanja secara impulsif dengan menunggu minimal 24 jam sebelum
membeli sesuatu di luar kebutuhan.

5. Biasakan belanja sesuai anggaran dan
selalu bertanya terlebih dahulu ‘apakah belanja hal ini benar-benar
dibutuhkan?’ sebelum melakukan pembelian.

6. Hindari
media sosial yang membuat stres dan utamakan untuk selalu bersyukur, dan
tidak fokus pada kekurangan. Jalin dan pertahankan hubungan sosial yang
sehat sehingga kita benar-benar menjadi sadar akan hal-hal yang
benar-benar berarti.

Sobat #SadarRisiko, uang adalah alat, bukan tujuan. Jadi,
mulai sekarang, kendalikan emosi dan belajar mengelola keuangan secara sehat.
Belajarlah juga untuk mengelola stres dan menjaga kesehatan mental.

Ingin informasi lainnya agar kamu #SadarRisiko dan bisa
#KurangiRisiko keuangan dan kesehatan mental? Ikuti terus media sosial MASINDO!

Berita Terkait

Plus Gratisnya dari neobank PLUS: Kuota Gratis Transfer antarbank hingga 200 Kali per Bulan
Jaga Kualitas Infrastruktur, PT JMTM Lanjutkan Pekerjaan SFO dan Rekonstruksi Rigid di Ruas Tol Semarang
KAI Bandara Raih Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026 melalui Railink Magazine Vol. 4
Multi-Level BoM Odoo: Rakit Produk Bertingkat Tanpa Salah Komponen
Mulai 9 Oktober, KAI Daop 1 Jakarta Jaga 5 Perlintasan Sebidang di Bekasi dan Tangerang
Motor Impian Makin Dekat, BRI Finance Hadirkan Bunga Mulai 0,7%
Incar Generasi Muda, itel Rilis Jingle “I Tell You” dengan Trio “Jangan Calling”
HP 2 Jutaan Ini Punya 2 Layar, Bisa Selfie Pakai Kamera Utama! Intip Harga dan Spesifikasi itel A300+

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:02

Plus Gratisnya dari neobank PLUS: Kuota Gratis Transfer antarbank hingga 200 Kali per Bulan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:02

Jaga Kualitas Infrastruktur, PT JMTM Lanjutkan Pekerjaan SFO dan Rekonstruksi Rigid di Ruas Tol Semarang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:02

KAI Bandara Raih Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026 melalui Railink Magazine Vol. 4

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:02

Mulai 9 Oktober, KAI Daop 1 Jakarta Jaga 5 Perlintasan Sebidang di Bekasi dan Tangerang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:20

Motor Impian Makin Dekat, BRI Finance Hadirkan Bunga Mulai 0,7%

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:02

Incar Generasi Muda, itel Rilis Jingle “I Tell You” dengan Trio “Jangan Calling”

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:02

HP 2 Jutaan Ini Punya 2 Layar, Bisa Selfie Pakai Kamera Utama! Intip Harga dan Spesifikasi itel A300+

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:02

The Pawciety Club Bawa Dunia Dog Lovers ke PIK Avenue

Berita Terbaru