Baja Lapis RI Tembus Pasar AS, Menperin: Bukti Daya Saing Industri Nasional - Koran Mandalika

Baja Lapis RI Tembus Pasar AS, Menperin: Bukti Daya Saing Industri Nasional

Jumat, 18 Juli 2025 - 20:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (18/07) – Industri baja nasional terus menunjukkan ketangguhannya di tengah tantangan global. Peluang ekspor semakin terbuka lebar seiring dengan kebijakan pembatasan perdagangan di sejumlah negara besar, termasuk Amerika Serikat (AS) yang masih menerapkan tarif tinggi terhadap produk baja berdasarkan Section 232.

Menteri
Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, meskipun tarif impor baja
di AS bisa mencapai 50 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata tarif
produk lain yang berkisar 19 persen, AS tetap bergantung pada impor untuk
memenuhi kebutuhan baja lapisnya.

“Ini menjadi
celah yang berhasil dimanfaatkan oleh industri nasional. Amerika tetap
membutuhkan baja lapis, dan Indonesia mampu menyediakannya dengan kualitas
tinggi,” kata Menperin dalam sambutannya pada acara Pelepasan Ekspor Produk
Baja Lapis PT Tata Metal Lestari ke Amerika Serikat, di Pelabuhan Tanjung
Priok, Jakarta, Jumat (18/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menperin
memberikan apresiasi tinggi kepada PT Tata Metal Lestari atas keberhasilannya
menembus pasar ekspor AS di tengah kebijakan proteksionis yang ketat.
Keberhasilan ini sebagai wujud ketangguhan industri manufaktur Indonesia dalam
menghasilkan produk berstandar global.

“Saya bangga
dan mengapresiasi capaian luar biasa ini. Produk baja lapis yang diekspor tidak
hanya memenuhi standar internasional, tetapi juga menunjukkan daya saing
industri baja nasional yang terus meningkat,” tegasnya.

Dalam
kesempatan tersebut, PT Tata Metal Lestari mengirimkan ekspor baja lapis ke
pasar AS dengan volume sebesar 10.000 ton senilai USD 12,6 juta. Sepanjang
tahun 2025, perusahaan menargetkan ekspor mencapai 69.000 ton, naik 133%
dibandingkan realisasi tahun 2024.

Baca Juga :  Hadir di Pameran Otomotif Sumatera Barat, BRI Finance Tawarkan Promo Bunga KKB 0%

“Informasi
yang kami terima menyebutkan bahwa ekspor ke Amerika Serikat dan Kanada telah
dilakukan secara berkelanjutan sejak Oktober 2024. Ini membuktikan bahwa produk
baja Indonesia dipercaya dan diterima di pasar global, bahkan di tengah
dinamika kebijakan perdagangan yang terus berubah,” tambah Menperin.

Agus juga
menyoroti pentingnya kolaborasi antara PT Tata Metal Lestari sebagai pelaku
industri hilir dengan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. selaku penyedia bahan
baku dari sektor hulu. “Sinergi ini mencerminkan kekuatan ekosistem industri
baja nasional yang solid dan mampu menjawab tantangan serta peluang pasar
global,” jelasnya.

Menperin
menekankan bahwa kunci penguatan ekonomi nasional terletak pada kemampuan
industri untuk menciptakan nilai tambah serta membangun jejaring hulu-hilir
yang kuat, berkelanjutan, dan inklusif. Ia mendorong pelaku industri besi dan
baja untuk terus meningkatkan kualitas produksi dan berinovasi menciptakan
produk bernilai tambah tinggi serta ramah lingkungan.

“Dengan
strategi tersebut, saya yakin produk baja Indonesia akan semakin kompetitif dan
diterima luas di pasar internasional,” tegas Agus.

Pada
kesempatan yang sama, VP of Operations PT Tata Metal, Stephanus Koeswandi
menyampaikan bahwa ekspor ke AS kali ini merupakan bagian dari ekspansi agresif
perusahaan ke pasar global. “Bulan Februari kami ekspor 5000 ton, kemudian
setiap bulan terus meningkat hingga Juli ini kami ekspor 10.000 ton, atau
sekitar 14,5% dari total target ekspor 2025 yang mencapai 69.000 ton,”
jelasnya.

Menurut
Stephanus, peningkatan ekspor tahun 2025 ini telah mencapai 133% dibandingkan
2024. “Ini adalah bukti bahwa produk nasional mampu menjawab kebutuhan industri
konstruksi global, khususnya di pasar Amerika yang tetap terbuka,” ungkapnya.

Baca Juga :  KAI Daop 2 Bandung, Percantik Stasiun dan KA dengan Ornamen Kemerdekaan

Lebih lanjut,
dengan kontribusi ekspor sebesar 30–40 persen terhadap total penjualan Tata
Metal, kegiatan ini menjadi salah satu penopang penting bagi penguatan ekonomi
nasional berbasis industri, sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja di
sektor hilir.

Pelepasan kali
ini, ada tiga produk yang akan diekspor, yakni BJLAS (Baja Lapis Aluminium
Seng) bermerek Nexalume, BJLS (Baja Lapis Seng) bermerek Nexium, BJLS Warna
bermerek Nexcolor. “Produk yang diekspor telah melalui proses pelapisan baja
dan pelapisan warna sesuai standar kualitas internasional, dan digunakan
sebagai bahan baku roll-former untuk industri konstruksi di AS,” tukasnya.

Sementara itu,
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., Akbar Djohan mengemukakan,
sinergi kedua perusahaan ini menjadi pondasi penting dalam memperkuat ekosistem
industri baja nasional. “Krakatau Baja Industri memiliki keandalan manufaktur
dalam memproduksi baja lembaran dingin (CRC) unggulan yang berkualitas tinggi
dan diakui di pasar dunia,” ujarnya.

Menurutnya,
pasar ekspor kini menjadi salah satu andalan bagi Krakatau Steel Group untuk
mendukung kinerja penjualan. Sebelumnya Krakatau Baja Industri telah melakuakan
ekspor ke Polandia dan dalam waktu dekat kegiatan ekspor juga akan terus kami
lakukan ke beberapa negara di Eropa lainnya.

Jajaran Kementerian Perindustrian, Direksi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., PT Krakatau Baja Industri, dan PT Tata Metal Lestari Selenggarakan Ekspor Produk Baja ke Amerika Serikat.

“Kami
mendukung ekspor ini dengan pasokan baja lembaran berkualitas tinggi. Ekspor
ini tidak hanya memperluas pasar, tetapi juga meningkatkan utilitas pabrik dan
memperkuat struktur industri hulu-hilir dalam negeri,” tegas Akbar.

Berita Terkait

Mengelola Aset di Usia Muda: Langkah Awal Membangun Keuangan Jangka Panjang
FLIX Cinema Buka Ruang bagi Sinema Asia melalui Nanyang Film Festival
Ketika Komunitas Menjadi Mesin Pertumbuhan Esports: EVOS dan GoPay Bawa MPL Lebih Dekat ke Sidoarjo
Smart Futuristic City Diorama Karya BINUS @Semarang Tampil di Sewunara 2026
Wujud Kemanusiaan dan Solidaritas, PTPN Group Salurkan Tali Kasih bagi Keluarga Jurnalis Korban Selat Sunda
Plus Gratisnya dari neobank PLUS: Kuota Gratis Transfer antarbank hingga 200 Kali per Bulan
Jaga Kualitas Infrastruktur, PT JMTM Lanjutkan Pekerjaan SFO dan Rekonstruksi Rigid di Ruas Tol Semarang
KAI Bandara Raih Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026 melalui Railink Magazine Vol. 4

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:09

BRI BO Jatinegara Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Semangat Kebangsaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:56

BRIDS Salurkan Bantuan untuk Dukung Pemulihan Pascagempa di Nusa Tenggara Timur

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:10

Waskita Beton Precast Kembali Tanam 228 Pohon pada September 2026, Lanjutkan Komitmen Pehijauan Bersama Pelanggan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 05:49

SETC Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Swasta untuk Dorong UMKM Naik Kelas

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:45

Emas Kembali Tertekan di Bawah US$4.300, Ini Prediksi XAUUSD Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 - 04:32

Minat Internasional Meningkat Seiring Dimulainya Automechanika Jakarta Besok, Hadirkan Partisipasi Global

Rabu, 23 September 2026 - 21:43

BP Tapera Perluas Sosialisasi KPR Sejahtera FLPP, Dorong Masyarakat Miliki Rumah Pertama

Senin, 14 September 2026 - 06:43

Harga Drone Pertanian DJI Agras 2026: Bandingkan T25P, T55, T70P, dan T100 Sebelum Beli

Berita Terbaru