Volatilitas Rupiah Dorong Diversifikasi Portofolio, BRI-MI Tawarkan Alternatif Investasi Dolar - Koran Mandalika

Volatilitas Rupiah Dorong Diversifikasi Portofolio, BRI-MI Tawarkan Alternatif Investasi Dolar

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Volatilitas nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menjadi sorotan. Rupiah saat ini menghadapi tekanan dari kombinasi faktor eksternal, kebijakan moneter Federal Reserve yang belum sepenuhnya melunak, penguatan indeks dolar AS akibat divergensi pertumbuhan ekonomi global, hingga dinamika arus modal keluar dari pasar negara berkembang. Di pasar domestik, kondisi ini membuat investor untuk memikirkan ulang eksposur mata uang dalam portofolio mereka.

Jakarta – Volatilitas
nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menjadi sorotan.
Rupiah saat ini menghadapi tekanan dari kombinasi faktor eksternal, kebijakan
moneter Federal Reserve yang belum sepenuhnya melunak, penguatan indeks dolar
AS akibat divergensi pertumbuhan ekonomi global, hingga dinamika arus modal
keluar dari pasar negara berkembang. Di pasar domestik, kondisi ini membuat
investor untuk memikirkan ulang eksposur mata uang dalam portofolio mereka.

Diversifikasi valuta
tidak lagi identik dengan panic buying dolar di tengah gejolak kurs.
Semakin banyak investor yang mempertimbangkan eksposur terhadap mata uang asing
sebagai bagian integral dari perencanaan keuangan jangka menengah dan panjang,
terutama bagi mereka yang memiliki kebutuhan finansial terkait dolar AS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah
satu cara yang dapat dipertimbangkan investor untuk memperoleh eksposur
tersebut adalah melalui instrumen investasi berbasis dolar yang dikelola secara
profesional. Pendekatan ini memungkinkan investor memperoleh akses terhadap
aset berdenominasi dolar AS tanpa harus melakukan pengelolaan investasi secara
langsung.

Baca Juga :  Mengapa Indonesia Kembali Menjadi Prioritas India

Kepala
Divisi Corporate Secretary & Communication PT BRI Manajemen Investasi
(BRI-MI) Bagus Setyawan menilai adanya volatilitas nilai tukar tidak selalu
harus dipandang sebagai risiko. Menurutnya, kondisi tersebut juga dapat menjadi
momentum bagi investor untuk mengevaluasi kembali alokasi aset yang dimiliki.

“Ketika
volatilitas nilai tukar meningkat, kami melihat investor mulai lebih aktif
mengevaluasi komposisi asetnya. Fokusnya bukan hanya mengelola risiko, tetapi
juga mencari peluang diversifikasi yang dapat membantu menjaga keseimbangan
portofolio dalam berbagai kondisi pasar,” ujar Bagus.

Ia
menambahkan, semakin banyak investor yang mulai mempertimbangkan eksposur
terhadap dolar AS sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang, bukan
semata-mata untuk memanfaatkan pergerakan kurs dalam jangka pendek.

“Eksposur
terhadap mata uang yang berbeda dapat menjadi diversifikasi dalam pengelolaan
portofolio. Bagi sebagian investor, hal ini juga berkaitan dengan kebutuhan
keuangan di masa depan yang memiliki keterkaitan dengan dolar AS,” katanya.

Tawarkan Diversifikasi Melalui Investasi Dolar Reksa Dana BSLD

Adapun
BRI-MI merespons kebutuhan ini melalui BRI Seruni Likuid Dolar (BSLD), reksa
dana pasar uang yang berinvestasi pada instrumen pasar uang dan efek bersifat
utang berdenominasi dolar AS dengan jatuh tempo di bawah satu tahun.

Baca Juga :  Menghadapi Era Digital: Keterampilan AI dan Cybersecurity Semakin Dibutuhkan

Sejak
peluncurannya pada 10 Juli 2025 hingga 8 Juni 2026, BSLD mencatatkan imbal
hasil sebesar 3,14% dalam denominasi dolar AS, atau ekuivalen 15,54% dalam
denominasi Rupiah pada periode yang sama, didukung oleh apresiasi nilai tukar
dolar AS terhadap rupiah.

“Dengan
fokus pada instrumen jangka pendek, BSLD mempertahankan tingkat likuiditas yang
relatif tinggi, sebuah diferensiasi yang membedakannya dari instrumen dolar
berjangka panjang. Sehingga, instrumen pasar uang berbasis dolar dapat menjadi
salah satu pilihan bagi investor yang mengutamakan fleksibilitas dalam
pengelolaan dana sekaligus ingin mulai membangun eksposur terhadap dolar AS
secara bertahap,” tambah Bagus.

Di
tengah volatilitas nilai tukar yang masih menjadi perhatian pasar, investor
memiliki berbagai alternatif untuk memperluas diversifikasi portofolio.
Instrumen berbasis dolar AS dapat menjadi salah satu pilihan untuk melengkapi
strategi investasi jangka menengah maupun jangka panjang.

“Bagi
investor yang ingin memiliki eksposur terhadap dolar AS dengan Risiko yang
terukur dan sesuai kebutuhan likuiditas, instrumen pasar uang dolar dapat
menjadi titik awal yang relevan. Yang terpenting adalah memastikan setiap
keputusan investasi tetap selaras dengan tujuan keuangan dan profil risiko
masing-masing,” tutup Bagus.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai BSLD ataupun
produk-produk investasi BRI-MI, kunjungi instagram resmi BRI-MI di
@brimi.official atau melalui website https://bri-mi.co.id/.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya
Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh
Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini
Drone as First Responder: Cara Baru Merespons Keadaan Darurat Hadir di Indonesia
“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban
7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha
SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN
BINUS @Malang Perkuat Kolaborasi dengan Orang Tua melalui Parents Day BINUSIAN B2030

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:02

Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:36

Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Drone as First Responder: Cara Baru Merespons Keadaan Darurat Hadir di Indonesia

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:02

7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

BINUS @Malang Perkuat Kolaborasi dengan Orang Tua melalui Parents Day BINUSIAN B2030

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:02

Dari Ruang Kelas ke Pelabuhan, Pelindo Multi Terminal Inspirasi Generasi Muda

Berita Terbaru

NTB Terkini

Diduga Cemari Laut, DLHK NTB Periksa Tambak Udang di KLU

Selasa, 18 Agu 2026 - 19:52