Koran Mandalika, Mataram – Bank NTB Syariah akan membuka fasilitas ‘Pojok NTBS’ di tiga pasar tradisional strategis di wilayah Kota Mataram, sebagai bentuk nyata terhadap ekonomi kerakyatan.
Hal itu merupakan tindak lanjut terhadap kesuksesan implementasi digitalisasi di Pasar Dasan Agung.
Langkah ini diambil guna memastikan para pedagang pasar mendapatkan pendampingan berkelanjutan dalam bertransaksi secara digital serta mempermudah akses terhadap layanan perbankan syariah di pusat ekonomi masyarakat.
Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menjelaskan bahwa pemilihan tiga pasar tersebut didasarkan pada potensi ekonomi dan jumlah pedagang yang mulai beralih menggunakan sistem pembayaran non-tunai (QRIS).
”Melihat antusiasme pedagang di Pasar Dasan Agung yang kini telah mencapai 129 merchant, kami ingin mereplikasi model keberhasilan ini. Pojok NTBS akan menjadi pusat literasi digital bagi pedagang yang ingin beralih dari transaksi tunai ke digital secara real time,” jelas Nazaruddin, Senin (2/2).
Adapun Fungsi Strategis Pojok NTBS sebagai berikut:
- Layanan Pengaduan Cepat: Menangani kendala teknis transaksi QRIS di tempat, untuk meningkatkan literasi keuangan syariah dan pengenalan produk perbankan syariah sesuai kebutuhan.
- Pendampingan Merchant: Membantu pedagang dalam mengoperasikan aplikasi perbankan digital.
- Sosialisasi Pembiayaan UMKM: Memberikan informasi terkait pergeseran fokus pembiayaan Bank NTB Syariah yang kini lebih memprioritaskan sektor produktif (UMKM) dibandingkan sektor konsumtif.
Nazaruddin melanjutkan, hingga Desember 2025, pertumbuhan transaksi QRIS di pasar tradisional NTB menunjukkan tren positif, baik dari sisi frekuensi transaksi maupun nominal transaksi.
Saldo nasabah yang mengendap pun mengalami peningkatan setiap bulannya di rekening pedagang.
”Dengan perluasan ini, Bank NTB Syariah optimis angka inklusi keuangan syariah di Kota Mataram akan terus meningkat signifikan hingga akhir tahun 2026,” tutupnya. (*)












