Bisakah Trading saat FOMC Tanpa Risiko? - Koran Mandalika

Bisakah Trading saat FOMC Tanpa Risiko?

Rabu, 30 Juli 2025 - 09:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trading saat FOMC penuh peluang, tapi juga berisiko tinggi karena volatilitas pasar meningkat tajam. Meskipun risiko tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, trader dapat meminimalkannya dengan strategi yang tepat seperti manajemen risiko, pemilihan waktu entry, dan menggunakan broker teregulasi seperti KVB Futures Indonesia.

FOMC (Federal Open Market Committee) adalah salah satu agenda paling ditunggu oleh pelaku pasar global. Keputusan yang diambil, terutama terkait suku bunga, sering kali memicu lonjakan volatilitas di berbagai instrumen—dari forex, emas, hingga indeks saham. Namun, pertanyaannya: apakah mungkin trading saat FOMC tanpa risiko?

Jawabannya adalah tidak sepenuhnya tanpa risiko, tapi risiko bisa dikelola. Trader yang memahami pola pasar saat FOMC berlangsung bisa tetap mengambil peluang tanpa harus terjebak dalam pergerakan harga ekstrem.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengapa FOMC Sangat Mempengaruhi Pasar?

FOMC adalah komite kebijakan moneter dari Federal Reserve (The Fed) yang bertugas menetapkan arah suku bunga acuan AS. Keputusan FOMC tidak hanya memengaruhi dolar AS, tetapi juga berdampak luas ke instrumen lain seperti emas (XAU/USD), saham teknologi, hingga pasar obligasi. Ketika The Fed mengumumkan kenaikan atau penurunan suku bunga, pasar bereaksi cepat, sering kali disertai lonjakan harga yang tajam.

Baca Juga :  Pelindo Dukung Kelancaran Distribusi Bantuan Kemanusiaan Aceh – Sumut

Risiko Trading saat FOMC

Trading saat FOMC memang memberikan peluang profit besar karena pergerakan harga yang cepat dan tajam. Namun, hal ini juga berarti risiko slippage, reversal tiba-tiba, dan spread melebar bisa terjadi kapan saja. Jika tidak siap dengan manajemen risiko yang baik, trader bisa mengalami kerugian besar hanya dalam hitungan menit.

Strategi Mengurangi Risiko saat FOMC

Meskipun tidak bisa sepenuhnya menghindari risiko, ada beberapa cara untuk menguranginya.

Pertama, hindari membuka posisi terlalu dekat dengan waktu rilis keputusan FOMC. Tunggu hingga volatilitas awal mereda untuk melihat arah pasar yang lebih jelas.

Baca Juga :  Memahami Commercial Trust di Indonesia Berdasarkan UU P2SK

Kedua, gunakan stop loss dan target profit yang realistis. Risiko bisa dikendalikan selama trader menetapkan batasan kerugian sejak awal.

Ketiga, perhatikan sentimen pasar sebelumnya. Apakah pasar sudah pricing in keputusan The Fed atau masih menunggu kejutan?

Keempat, gunakan akun demo atau ukuran lot kecil jika kamu belum terbiasa menghadapi volatilitas tinggi.

Trading dengan Broker Teregulasi

Saat volatilitas tinggi seperti saat FOMC, sangat penting menggunakan platform yang cepat dan stabil. Broker Trading Indonesia – KVB Futures Indonesia menyediakan akses ke berbagai instrumen global, termasuk forex, emas, dan indeks, dengan eksekusi order cepat dan spread yang tetap kompetitif bahkan di saat pasar bergerak ekstrem.

Register Sekarang dan siapkan strategimu sebelum FOMC berikutnya bersama broker terpercaya KVB Futures Indonesia.

Baca Juga:
Dampak FOMC terhadap Harga Emas XAU/USD yang Harus Diketahui Trader
Federal Reserve System: Kunci Kebijakan Ekonomi Dunia

Berita Terkait

Ini yang Harus Kamu Lakukan Kalau Ganti Nomor di neobank
RevComm Raih Pendanaan 20,6 Juta Dolar AS pada First Close Seri B, Total Pendanaan Capai 52,8 Juta Dolar AS
Potensi Pasar Tokenisasi Aset Capai US$88 Miliar, Bittime: Tokenized US Stocks Diminati Investor
ORIJIN JAPANESE DINING Hadirkan Japanese Sunday Brunch dengan Cita Rasa Autentik Jepang
Diakui Lembaga Independen di Dalam dan Luar Negeri, Prudential Syariah Raih Tiga Penghargaan sebagai Pemimpin Asuransi Jiwa Syariah Indonesia
GAILBOOK HADIRKAN INSTALASI SENI FUGUKU × PURANA DI TANGLIN MALL MENJELANG ORCHARD ROAD FASHION WEEK
Manfaat Implementasi Tanda Tangan Elektronik bagi Organisasi dan Perusahaan
Pemerintah Kembangkan Industri Intermediate Mineral, Regulasi dan Insentif jadi Tantangan.

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:02

Ini yang Harus Kamu Lakukan Kalau Ganti Nomor di neobank

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:02

RevComm Raih Pendanaan 20,6 Juta Dolar AS pada First Close Seri B, Total Pendanaan Capai 52,8 Juta Dolar AS

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:02

Potensi Pasar Tokenisasi Aset Capai US$88 Miliar, Bittime: Tokenized US Stocks Diminati Investor

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:02

ORIJIN JAPANESE DINING Hadirkan Japanese Sunday Brunch dengan Cita Rasa Autentik Jepang

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:02

GAILBOOK HADIRKAN INSTALASI SENI FUGUKU × PURANA DI TANGLIN MALL MENJELANG ORCHARD ROAD FASHION WEEK

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:02

Manfaat Implementasi Tanda Tangan Elektronik bagi Organisasi dan Perusahaan

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:02

Pemerintah Kembangkan Industri Intermediate Mineral, Regulasi dan Insentif jadi Tantangan.

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:02

Pentingnya Detoks Mental dan Evaluasi Mandiri Bagi Trader di Akhir Pekan

Berita Terbaru

Teknologi

Ini yang Harus Kamu Lakukan Kalau Ganti Nomor di neobank

Jumat, 24 Jul 2026 - 17:02