Bukan Sekadar CSR: Mengapa Dus Duk Duk Percaya pada LindungiHutan - Koran Mandalika

Bukan Sekadar CSR: Mengapa Dus Duk Duk Percaya pada LindungiHutan

Kamis, 20 November 2025 - 09:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 17 November 2025 — “Momentum itu kalau diingat, saya masih sering merinding,” kenang Arief Susanto, CEO sekaligus Founder Dus Duk Duk, tentang penanaman mangrove di Belitung Timur bersama LindungiHutan. Baginya, momen itu bukan hanya tentang menanam pohon, tapi menanam harapan dan kesadaran baru tentang arti keberlanjutan.

Hari itu, 21 Agustus, bertepatan dengan Hari Mangrove Sedunia, menjadi titik balik bagi Dus Duk Duk. Arief masih ingat bagaimana masyarakat menyambut kedatangan mereka dengan senyum hangat.

“Yang paling menyentuh adalah ketika masyarakat datang langsung menyampaikan terima kasih. Rasanya luar biasa, ternyata langkah kecil kami benar-benar bermakna,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari Kardus ke Gerakan Lingkungan

Nama Dus Duk Duk mungkin terdengar ringan, tapi filosofi di baliknya dalam, “kardus untuk duduk.”

Didirikan pada 2013 saat Arief masih kuliah di ITS, perusahaan ini bermula dari furnitur berbahan kardus daur ulang. Kini, setelah 12 tahun, Dus Duk Duk telah berevolusi menjadi industri kreatif dengan empat lini utama, yaitu Dus Duk Duk (dekorasi event berbasis kardus), TOTOYS (mainan edukatif anak), Paperoom (furnitur daur ulang), dan Packimpact (kemasan ramah lingkungan).

Bagi Arief, sustainability bukan sekadar tren, melainkan prinsip hidup.

“Sejak awal berdiri, nilai utama kami adalah ramah lingkungan. Istilah sustainability mungkin baru populer belakangan, tapi buat kami, ini sudah jadi DNA perusahaan,” ujarnya.

Benang Merah: Pohon dan Kardus

Arief melihat hubungan yang erat antara bisnisnya dan alam. “Kardus itu berawal dari kertas, dan kertas dari pohon. Maka sudah seharusnya kami mengembalikan apa yang kami gunakan kepada Bumi,” katanya.

Baca Juga :  MAXY Academy Selenggarakan Pelatihan AI untuk Masyarakat, Dorong Akselerasi Literasi Teknologi di Indonesia

Dari pemikiran itu, Dus Duk Duk memutuskan untuk berkolaborasi dengan LindungiHutan dalam program CollaboraTree, menanam pohon di berbagai lokasi konservasi. Kolaborasi ini telah berlangsung sejak 2023 dan menjadi bagian dari setiap proyek mereka.

“Setiap dekorasi event yang kami kerjakan selalu diikuti dengan penanaman pohon. Kami ingin memastikan setiap karya kreatif kami menumbuhkan kehidupan baru bagi Bumi,” tutur Arief.

Mengapa Memilih LindungiHutan?

Ketika mencari mitra untuk menjalankan program lingkungan, Dus Duk Duk tak sembarangan.

“Dari komunikasi, transparansi laporan, sampai keberlanjutan program, LindungiHutan selalu konsisten. Jadi kami memilih mereka bukan karena viral, tapi karena sudah kami amati sejak lama,” ungkapnya.

Kepercayaan itu lahir dari komitmen LindungiHutan dalam transparansi, pelaporan yang akuntabel, dan pendekatan berbasis komunitas di lapangan.

Lewat jaringan petani dan masyarakat lokal, setiap donasi yang masuk benar-benar kembali ke alam, baik melalui penanaman mangrove, pohon endemik, maupun rehabilitasi lahan kritis.

Kolaborasi yang Menyuarakan Alam

Selain menanam pohon, Dus Duk Duk juga melahirkan platform “Bangga Membumi”, ruang kolaboratif lintas sektor untuk aksi lingkungan. Dari program adopsi pohon, edukasi lingkungan, hingga pelestarian penyu, semua dilakukan dengan satu semangat: menumbuhkan kepedulian.

Bagi Arief, bisnis berkelanjutan tidak bisa berdiri sendiri. Ia harus berpijak pada tiga pilar: People, Planet, Prosperity.

Baca Juga :  FranchiseOne: Investasi Cerdas Kemitraan TahuGo. Hanya 12 Juta Rupiah Bisa Jadi Food-Preneur!

“Kalau salah satunya hilang, bisnis tidak akan seimbang. Tanpa menjaga planet, kita tidak punya apa-apa lagi untuk dikelola,” ujarnya.

Dari Belitung Timur ke Pulau Pari

Setelah sukses menanam ratusan mangrove di Belitung Timur, Dus Duk Duk melanjutkan langkah hijaunya ke Pulau Pari, Kepulauan Seribu.

Melalui program ini, sudah terkumpul 284 pohon Rhizophora dari target 500 pohon yang akan ditanam pada 31 Desember 2025. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas dan kepedulian lingkungan dapat tumbuh bersama.

“Bisnis Baik Harus Menumbuhkan Kehidupan”

Dari kursi kardus sederhana hingga penghargaan Forbes Indonesia 30 Under 30 (2020) untuk kategori Creative & Social Entrepreneurship, Arief membuktikan bahwa inovasi dapat berjalan seiring dengan keberlanjutan. “Apapun yang kami lakukan, dari kardus daur ulang hingga penanaman mangrove, semua berawal dari satu hal, yakni cinta pada Bumi,” tuturnya.

Melalui kemitraannya dengan LindungiHutan, Dus Duk Duk menegaskan satu pesan penting: bisnis yang baik bukan hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga menumbuhkan kehidupan.

Tentang LindungiHutan
LindungiHutan adalah start-up lingkungan yang berfokus pada aksi konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Sebanyak 1 juta pohon telah ditanam bersama lebih dari 600+ brand dan perusahaan. Kami menggandeng masyarakat lokal di 30+ lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia. Kami menghadirkan beberapa program seperti Corporatree, Collaboratree dengan skema Product Bundling, Service Bundling dan Project Partner, serta program Carbon Offset.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Memahami Siklus Pasar dalam Pergerakan Harga Aset
Indibiz KTI Kolaborasi dengan Makassar Game Developer Hadirkan Global Game Jam Makassar 2026
KAI Logistik Optimalkan Kawasan Gudang Kalimas untuk Perkuat Rantai Logistik Terpadu
Hilirisasi Mineral dan Pengembangan Ekosistem Baterai, Pemerintah Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Dominasi Emas Terus Melonjak di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Bittime Hadir dengan Staking APY Hingga 15%
Pemesanan Tiket Lebaran Terus Meningkat, 178.897 Tiket KA Reguler Keberangkatan Daop 1 Jakarta Telah Terjual
Krakatau Steel Raih Validasi Pasar Melalui Best Stock Awards 2026
KAI Services Hadirkan Pelayanan Terbaik di Stasiun Jatake

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 19:43

Memahami Siklus Pasar dalam Pergerakan Harga Aset

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:46

KAI Logistik Optimalkan Kawasan Gudang Kalimas untuk Perkuat Rantai Logistik Terpadu

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:07

Hilirisasi Mineral dan Pengembangan Ekosistem Baterai, Pemerintah Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 5 Februari 2026 - 11:50

Dominasi Emas Terus Melonjak di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Bittime Hadir dengan Staking APY Hingga 15%

Kamis, 5 Februari 2026 - 11:45

Pemesanan Tiket Lebaran Terus Meningkat, 178.897 Tiket KA Reguler Keberangkatan Daop 1 Jakarta Telah Terjual

Kamis, 5 Februari 2026 - 11:10

Krakatau Steel Raih Validasi Pasar Melalui Best Stock Awards 2026

Kamis, 5 Februari 2026 - 11:07

KAI Services Hadirkan Pelayanan Terbaik di Stasiun Jatake

Rabu, 4 Februari 2026 - 22:25

Dukung Gerakan Satu Juta Pohon, KAI Logistik Konsisten Tegaskan Komitmen Lingkungan

Berita Terbaru

Teknologi

Memahami Siklus Pasar dalam Pergerakan Harga Aset

Kamis, 5 Feb 2026 - 19:43