Dampak Nyata! BINUS University Bersama Wakayama University Dukung Pendidikan di Bantar Gebang Melalui WAP (Wakayama ASEAN Project) - Koran Mandalika

Dampak Nyata! BINUS University Bersama Wakayama University Dukung Pendidikan di Bantar Gebang Melalui WAP (Wakayama ASEAN Project)

Kamis, 27 Februari 2025 - 11:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 24 Februari 2025 – BINUS University bersama dengan Wakayama University mengadakan Closing Ceremony untuk Wakayama ASEAN Project (WAP), menandai kesuksesan kolaborasi antara Program Japanese Popular Culture BINUS University dan mahasiswa Wakayama University. Acara ini dihadiri oleh para dosen Japanese Popular Culture disambut oleh Momoko Takai selaku dosen native Jepang dari Program Japanese Popular Culture BINUS University menjadi puncak dari serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam mendukung pendidikan anak-anak di komunitas Bantar Gebang.

WAP (Wakayama ASEAN Project) 

Image

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakayama ASEAN Project (WAP) berfokus pada kerja sama internasional, khususnya di kawasan ASEAN. Organisasi ini terdiri dari tiga proyek utama, yaitu TIES (berbasis di Thailand), WAP-CUBE (berbasis di Indonesia), dan FUTSAL (berbasis di Jepang yang mendukung penyandang disabilitas). Sejak memulai kemitraan pada tahun 2021, BINUS University dan WAP terus mempertahankan kolaborasi ini meskipun menghadapi tantangan akibat pandemi COVID-19.

Salah satu inisiatif utama dalam proyek ini adalah CUBE (Can Be Useful for Bantar Gebang Education), yang bertujuan untuk mendukung anak-anak, guru, dan orang tua di komunitas Bantar Gebang. Banyak keluarga di komunitas ini berprofesi sebagai pemulung, dan proyek ini membantu meningkatkan kesempatan masa depan bagi anak-anak, termasuk mereka yang memiliki disabilitas. Berpusat di Sekolah Alam, program ini menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, termasuk pembelajaran bahasa Inggris dan Jepang, serta bimbingan untuk membuka peluang yang lebih luas bagi mereka.

Baca Juga :  300 Pendidik Siap Integrasikan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran

Image

Program WAP dan Japanese Popular Culture Program ini berjalan setiap semesternya dalam bentuk community development. Persiapan program ini berlangsung selama enam bulan, dan di akhir kegiatan, peserta akan mengunjungi Bantar Gebang untuk memberikan edukasi kepada para masyarakat sekitar Bantar Gebang.  Dari project ini diharapkan akan terus berkembang dan berkelanjutan hingga di masa depan. 

Harapan di Masa Depan

Selama tujuh hari, mahasiswa Wakayama University yang terlibat dalam proyek ini berinteraksi secara langsung dengan anak-anak dan masyarakat di Bantar Gebang. Momoko Takai, dosen native Jepang dari Program Japanese Popular Culture BINUS University, menegaskan pentingnya keberlanjutan dalam proyek ini.

Baca Juga :  Harga Ethereum Terjun di Bawah $2300, Analisis Penyebab dan Dampaknya Pada Market Kripto

Image

Anggota CUBE berharap anak-anak di Bantar Gebang dapat meraih impian mereka di masa depan. Oleh karena itu, kami berfokus pada pendidikan dan keberlanjutan program ini untuk terus berkontribusi bagi sekolah dan komunitas. Selama kami dapat mendukung proyek ini, kami ingin memastikan kelangsungannya di semester-semeter mendatang,” ujar Momoko Takai.

Interaksi dengan mahasiswa Wakayama University memberikan inspirasi dan motivasi bagi mereka untuk mengejar impian, sekaligus membuka wawasan akan pentingnya pendidikan sebagai bekal di masa depan.

Image

Closing Ceremony ini menjadi momen refleksi atas pencapaian yang telah diraih sekaligus momentum untuk memperkuat komitmen dalam melanjutkan program ini di masa mendatang. Dengan adanya kolaborasi antara BINUS University dan Wakayama University, diharapkan proyek ini terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi komunitas di Bantar Gebang.

Berita Terkait

KAI Daop 2 Bandung Catat Kenaikan 19,9% Penumpang KA Jarak Jauh pada Triwulan I 2026, Maret Jadi Puncak Tertinggi
Partner Day Doctor Web di Jakarta: Membuka Peluang Baru dalam Kerja Sama Keamanan Siber
RSJPD Harapan Kita – Tokushukai Capai Topping Off, PTPP Hadirkan Smart Hospital Berteknologi Tinggi
Dukung Ekosistem Makan Bergizi Gratis, Krakatau Steel dan Kemendes PDT Bangun Desa Tematik
Setelah Wilayah Jakarta Barat, PAM JAYA dan TP PKK DKI Jakarta Bagi Toren Air Gratis kepada Masyarakat Jakarta Utara
Pentingnya Menjaga Eksistensi Industri Mineral, Ini Buktinya
Bittime Luncurkan Kampanye Mining Points 2.0 di Tengah Volatilitas Pasar dan Lonjakan Perdagangan USDT/IDR
KAI Logistik Kelola 3,6 Juta Ton Barang di TW 1 dengan Peningkatan 24% pada Angkutan Peti Kemas

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 00:00

KAI Daop 2 Bandung Catat Kenaikan 19,9% Penumpang KA Jarak Jauh pada Triwulan I 2026, Maret Jadi Puncak Tertinggi

Kamis, 16 April 2026 - 22:00

Partner Day Doctor Web di Jakarta: Membuka Peluang Baru dalam Kerja Sama Keamanan Siber

Kamis, 16 April 2026 - 20:00

RSJPD Harapan Kita – Tokushukai Capai Topping Off, PTPP Hadirkan Smart Hospital Berteknologi Tinggi

Kamis, 16 April 2026 - 19:00

Dukung Ekosistem Makan Bergizi Gratis, Krakatau Steel dan Kemendes PDT Bangun Desa Tematik

Kamis, 16 April 2026 - 18:00

Pentingnya Menjaga Eksistensi Industri Mineral, Ini Buktinya

Kamis, 16 April 2026 - 18:00

Bittime Luncurkan Kampanye Mining Points 2.0 di Tengah Volatilitas Pasar dan Lonjakan Perdagangan USDT/IDR

Kamis, 16 April 2026 - 18:00

KAI Logistik Kelola 3,6 Juta Ton Barang di TW 1 dengan Peningkatan 24% pada Angkutan Peti Kemas

Kamis, 16 April 2026 - 17:00

Kualitas Portofolio Terjaga, BRI Finance Catat NPF 2,23% per Februari 2026

Berita Terbaru