Dr. Akbar Djohan, Direktur Utama Krakatau Steel Group Kembali Nakhodai IISIA,Fokus pada Akselerasi Ekosistem Industri Baja Indonesia untuk Menembus Pasar Global - Koran Mandalika

Dr. Akbar Djohan, Direktur Utama Krakatau Steel Group Kembali Nakhodai IISIA,Fokus pada Akselerasi Ekosistem Industri Baja Indonesia untuk Menembus Pasar Global

Senin, 13 April 2026 - 13:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. Akbar Djohan,  Direktur Utama  Krakatau Steel Group Kembali Nakhodai IISIA,Fokus pada Akselerasi Ekosistem Industri Baja Indonesia untuk Menembus Pasar Global

Jakarta (13/4) – Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS), Dr. Akbar Djohan, resmi dikukuhkan kembali sebagai Ketua Umum (Chairman) The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) untuk periode kedua (2026-2030), menandai babak baru penguatan sinergi baja nasional. Prosesi pengukuhan yang berlangsung di Jakarta, Jumat (10/4), dipimpin langsung oleh Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, sebagai bentuk dukungan penuh pemerintah terhadap stabilitas sektor logam.

Dalam arahannya, Menperin Agus Gumiwang menegaskan bahwa kepengurusan
IISIA periode ini merupakan mitra strategis krusal sekaligus motor penggerak
dalam memperkuat struktur industri baja yang mandiri, berdaya saing, dan
berkelanjutan. Menperin mencatat prestasi gemilang subsektor industri logam
dasar yang tumbuh pesat 15,71% pada tahun 2025, menempatkan Indonesia di
peringkat ke-13 produsen baja dunia dengan total produksi mencapai 19 juta ton.

Visi “Blue-Green” untuk Masa Depan Baja Nasional yang Rendah
Karbon dan Berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Memasuki periode kedua kepemimpinannya, Dr. Akbar Djohan membawa visi
besar transformasi ekosistem baja melalui konsep “Blue-Green
Industry”. Inisiatif ini mengintegrasikan inovasi teknologi digital dengan
komitmen keberlanjutan lingkungan guna memenuhi standar global yang kian ketat.

Baca Juga :  Thailand Tegaskan Diri Sebagai Pusat Inovasi Pertanian Asia di INAGRITECH 2025 Jakarta

“Kami bertekad menjadikan IISIA sebagai rumah yang inklusif dan
solid bagi seluruh pelaku industri baja nasional, baik dari sektor hulu hingga
hilir. Fokus kami pada 2026-2030 adalah membangun fondasi bangsa yang kuat
melalui penguatan solidaritas antaranggota dan peningkatan daya saing di kancah
internasional,” ujar Dr. Akbar Djohan yang juga menjabat sebagai Chairman
ALFI/ILFA.

Menjawab Tantangan Struktural dan Tekanan Global

Meski produksi nasional tumbuh rata-rata 14% per tahun, Akbar menyoroti
tantangan optimalisasi utilisasi industri yang masih berada di angka 52,7%
serta ancaman praktik dumping impor yang mendistorsi persaingan sehat di pasar.
Menanggapi hal tersebut, Krakatau Steel bersama IISIA akan memperkuat sinergi
dengan pemerintah untuk mengoptimalkan perlindungan pasar melalui penerapan SNI
wajib secara konsisten dan tegas.

“Industri baja adalah tulang punggung pembangunan nasional. Melalui
penguatan hilirisasi dan produk bernilai tambah tinggi, kita tidak hanya akan
berjaya di negeri sendiri, tetapi juga menjadi pemain yang disegani di pasar
internasional,” tambahnya.

Melalui kepemimpinan di IISIA, Krakatau Steel
berkomitmen untuk terus memelopori integrasi industri baja dari hulu ke hilir,
memastikan pasokan baja untuk kebutuhan infrastruktur dan manufaktur nasional
tetap terjaga secara mandiri dan kompetitif sehingga sejalan dengan visi besar
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang tertuang dalam Asta Cita.

Baca Juga :  Telkom Indonesia Bawa AI ke Daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) untuk Pendidikan Berkualitas

Optimalisasi
dan Transformasi Jadi Kunci Daya Saing

Pada
kesempatan tersebut Dr. Akbar Djohan turut menekankan dua mesin penggerak utama
dalam kepengurusannya: optimalisasi aset dan transformasi teknologi. Langkah
ini bertujuan menutup celah defisit produk antara (intermediate) dan hilir guna
menekan ketergantungan impor bahan baku serta memperkuat struktur biaya
industri nasional.

“Transformasi
digital dalam proses produksi dan penguatan rantai pasok domestik adalah kunci
agar industri baja kita efisien dan memiliki daya tawar tinggi di pasar
ekspor,” tegas Akbar.

Krakatau
Steel: Motor Penggerak Industri Nasional

Sebagai
pemimpin pasar, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) terus memperkuat peran
strategisnya sebagai lokomotif ekonomi dalam mendukung kemandirian industri
nasional. Dr. Akbar
Djohan memastikan bahwa Krakatau Steel Group akan terus meningkatkan kapasitas
dan efisiensi operasional untuk menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.

Dengan sinergi di bawah naungan IISIA, Krakatau Steel Group siap menjadi
katalisator pertumbuhan sektor manufaktur serta pionir dalam penerapan standar
industri hijau yang kompetitif di kawasan regional, memastikan pasokan baja
untuk infrastruktur nasional tetap terjaga secara mandiri dan kompetitif.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

STRATEGI BARU INDUSTRIALISASI NASIONAL
Transaksi Kripto Indonesia Naik Dua Bulan Beruntun, Apa Pendorongnya?
HSB Investasi Jadi Broker Pertama dan Satu-satunya di Indonesia dengan Asuransi Dana Nasabah
Graduate Fashion Show 2026 BINUS UNIVERSITY: Panggung Karya Mahasiswa Fashion Menuju Industri Kreatif
Barantum Bagikan Cara Buat Chatbot AI Tanpa Koding lewat Webinar
Cara Memilih Pembalut yang Tidak Mudah Bocor saat Siang Hari
Obat Pegal Linu Herbal dan Data WHO soal 619 Juta Orang dengan Nyeri Punggung Bawah
Menabung demi Idola: Cara Fans Menyiapkan Dana untuk Konser, Album, dan Fan Meeting

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:02

STRATEGI BARU INDUSTRIALISASI NASIONAL

Jumat, 6 November 2026 - 11:02

Transaksi Kripto Indonesia Naik Dua Bulan Beruntun, Apa Pendorongnya?

Jumat, 6 November 2026 - 11:02

HSB Investasi Jadi Broker Pertama dan Satu-satunya di Indonesia dengan Asuransi Dana Nasabah

Jumat, 6 November 2026 - 09:02

Graduate Fashion Show 2026 BINUS UNIVERSITY: Panggung Karya Mahasiswa Fashion Menuju Industri Kreatif

Jumat, 6 November 2026 - 08:02

Barantum Bagikan Cara Buat Chatbot AI Tanpa Koding lewat Webinar

Kamis, 5 November 2026 - 22:02

Obat Pegal Linu Herbal dan Data WHO soal 619 Juta Orang dengan Nyeri Punggung Bawah

Kamis, 5 November 2026 - 19:02

Menabung demi Idola: Cara Fans Menyiapkan Dana untuk Konser, Album, dan Fan Meeting

Kamis, 5 November 2026 - 19:02

Street Food Jadi Favorit Baru, Berburu Kuliner Kaki Lima Kini Bagian dari Gaya Hidup Urban

Berita Terbaru

STRATEGI BARU INDUSTRIALISASI NASIONAL

Teknologi

STRATEGI BARU INDUSTRIALISASI NASIONAL

Jumat, 6 Nov 2026 - 13:02