Gagal Berkali-kali, Freelancer Ini Ubah Nasib Lewat Platform Sribu - Koran Mandalika

Gagal Berkali-kali, Freelancer Ini Ubah Nasib Lewat Platform Sribu

Jumat, 13 Juni 2025 - 11:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, 13 Juni 2025 — Gagal menang kontes berkali-kali tak membuat Apriyadi, freelancer desain interior asal Bandung, menyerah. Justru dari kegagalan demi kegagalan itulah ia menemukan jalan hidup sebagai freelancer profesional melalui platform digital Sribu.com.

Pada tahun 2015, Apriyadi memberanikan diri membuka usaha sendiri di bidang produksi interior untuk rumah tangga, unit apartemen, hingga kafe. Namun, perjalanan tidak selalu mulus. Usahanya perlahan sepi peminat dan sulit bersaing dengan pemain besar di industri.

“Kalau hasil produk furniture custom saya sulit diapresiasi konsumen, mungkin desainnya bisa jadi jalan keluar agar lebih dihargai,” kenang Apriyadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Titik balik muncul ketika ia menemukan Sribu.com, platform yang menyediakan kontes desain bagi klien dengan freelancer dari berbagai bidang. Meski sempat hampir menyerah karena berkali-kali gagal menang kontes, Apriyadi terus mencoba hingga akhirnya memenangkan kontes pertamanya, desain booth untuk PT Data Enzim Cahaya Sintesa.

Baca Juga :  BINUS UNIVERSITY Kukuhkan Guru Besar Bidang Arsitektur Perilaku dan Perancangan Arsitektur: Bukti Komitmen BINUS dalam Mendorong Inovasi Desain yang Inklusif

“Saya hampir berhenti ikut kontes. Tapi akhirnya saya menang di kontes booth Data Enzim, perusahaan yang membuat sistem dan aplikasi untuk kesehatan. Itu kontes yang tidak akan pernah saya lupakan. Setelah itu, saya mulai rutin menang hampir setiap bulan,” ujarnya.

Ia menetapkan target sederhana namun konsisten: setidaknya satu kemenangan setiap bulan dan target itu berhasil ia capai. Berkat dedikasinya, saat ini Freelancer dengan username @Apriyadi92 ini mampu meraih penghasilan hingga dua digit setiap bulan.

Tak hanya menjadi freelancer senior di Sribu, Ia juga berhasil meraih penghargaan “Freelancer of the Year” di SRIBUFEST 2024, ajang penghargaan freelancer terbesar di Indonesia. Ia pun aktif di komunitas Sribu, menjadi pembicara dalam berbagai bootcamp dan kegiatan pengembangan komunitas.

Baca Juga :  Mega Mall Batam Jadi Rumah Baru Photomatics – Ini Alasan Kamu Harus Datang!

CEO Sribu, Ryan Gondokusumo, mengatakan bahwa kisah Apriyadi mencerminkan semangat yang ingin dibangun oleh ekosistem Sribu.

“Pertumbuhan jumlah freelancer di Sribu saat ini sangat pesat. Di saat yang sama, makin banyak orang di luar sana yang membutuhkan akses terhadap pekerjaan yang fleksibel dan berkelanjutan. Kami berharap dapat menjadi jembatan yang bisa membantu lebih banyak orang untuk berkembang dan mendapatkan penghidupan melalui dunia digital,” ujar Ryan.

Selama hampir satu dekade, Freelancer Apriyadi menyaksikan langsung evolusi Sribu dari platform desain menjadi ekosistem jasa digital yang jauh lebih besar, termasuk jasa video, penulisan, bahkan konsultasi pribadi.

“Sribu bukan cuma tempat cari kerja. Ini tempat berkembang. Saya bangga jadi bagian dari transformasi Sribu selama hampir 10 tahun ini,” tambahnya.

Dengan semangat berbagi, Apriyadi berharap kisahnya bisa menginspirasi para freelancer pemula untuk tidak menyerah.

Berita Terkait

MIND ID Jadi Motor Optimasi Penerimaan Negara dalam Pengelolaan Mineral Nasional
CLARITY Act Tertahan di Senat AS, Bittime Soroti Peluang di Tengah Perkembangan Regulasi Aset Digital Global
Cicilan Sudah Lunas, Bisakah Punya Cicilan Lagi?
Banyak Pelaku Usaha Baru Tahu Ada Layanan Ini, Akses Kesehatan Lintas Negara Jadi Sorotan di BNI National Conference 2026
Bittime Futures Soroti Lonjakan Aktivitas Derivatives di Tengah Tren Pasar
CLARITY Act Terganjal di Senat AS, Indonesia Sudah Punya Fondasi Regulasi Kripto
Dengarkan “Butterflies”, Album Terbaru Amagra yang Sudah Hadir di Berbagai Platform Streaming Musik
Dorong Inklusi & Kemandirian, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Latih dan Bantu Disabilitas Netra di Semarang

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 01:02

MIND ID Jadi Motor Optimasi Penerimaan Negara dalam Pengelolaan Mineral Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 19:02

CLARITY Act Tertahan di Senat AS, Bittime Soroti Peluang di Tengah Perkembangan Regulasi Aset Digital Global

Rabu, 16 September 2026 - 18:02

Cicilan Sudah Lunas, Bisakah Punya Cicilan Lagi?

Rabu, 16 September 2026 - 17:02

Bittime Futures Soroti Lonjakan Aktivitas Derivatives di Tengah Tren Pasar

Rabu, 16 September 2026 - 17:02

CLARITY Act Terganjal di Senat AS, Indonesia Sudah Punya Fondasi Regulasi Kripto

Rabu, 16 September 2026 - 16:02

Dengarkan “Butterflies”, Album Terbaru Amagra yang Sudah Hadir di Berbagai Platform Streaming Musik

Rabu, 16 September 2026 - 16:02

Dorong Inklusi & Kemandirian, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Latih dan Bantu Disabilitas Netra di Semarang

Rabu, 16 September 2026 - 16:02

Buka Booth di Tech in Asia Conference 2026 Singapura, Sanct Bagikan Swag Terbatas dan Meluncur di Product Hunt pada 15 September

Berita Terbaru

Teknologi

Cicilan Sudah Lunas, Bisakah Punya Cicilan Lagi?

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:02