Geliat UMK Daerah Tambang, Optimalkan Momentum Lebaran - Koran Mandalika

Geliat UMK Daerah Tambang, Optimalkan Momentum Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 - 04:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ramadan hingga Lebaran selalu menjadi musim penuh harapan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) di berbagai daerah, termasuk wilayah sekitar tambang.

Lonjakan permintaan pada periode ini membuat produk-produk dengan kearifan lokal semakin dicari, sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan pendapatan, memperluas pasar, dan naik kelas.

Bagi sebagian pelaku UMK, momentum ini juga menjadi penanda perjalanan panjang dalam membangun usaha dari skala kecil hingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satunya dirasakan oleh Hera (53) dari Bangka Belitung, pemilik merek Mirrando, produsen sirup dan jelly candy jeruk kunci khas daerah. Usahanya berawal dari dapur rumah, memanfaatkan jeruk kunci yang banyak tumbuh di sekitar wilayah tempat tinggalnya.

Dari percobaan sederhana itu, ia berhasil menciptakan produk bercita rasa asam segar yang kini menjadi ciri khasnya. Namun perjalanan awal usahanya tidak mudah. Modal terbatas, pemasaran yang minim, hingga keterbatasan akses pasar sempat menjadi tantangan besar. Situasi mulai berubah setelah Hera menjadi mitra binaan PT Timah (Persero) Tbk.

Melalui program pembinaan, ia mendapatkan akses permodalan bergulir, pelatihan manajemen keuangan, pemasaran digital, hingga kesempatan mengikuti berbagai pameran produk.

Dengan dukungan tersebut, usaha Hera berkembang pesat. Kini ia mampu mempekerjakan lebih dari belasan pekerja yang terlibat dalam proses produksi, pengemasan, hingga distribusi.

“Dulu rasanya semua serba sendiri. Sekarang ketika pesanan naik menjelang Lebaran, kami jauh lebih siap,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

Optimisme serupa datang dari Rosi Fitriani, pemilik UMK FnR Craft, mitra binaan PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Rosi mengolah wastra khas Sumatra Selatan seperti songket dan jumputan menjadi tas etnik dengan karakter desain yang bernilai seni tinggi.

Baca Juga :  Nusantara Global Network Partners with FXGT Broker to Launch Innovative Introducing Broker (IB) Program

Di awal perjalanan usahanya, Rosi menjelaskan bahwa bisnisnya menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari desain produk yang belum matang hingga jaringan pemasaran yang terbatas.

Melalui pendampingan PTBA, FnR Craft mendapatkan berbagai dukungan, mulai dari kurasi desain, peningkatan standar kualitas produk, hingga promosi dalam berbagai pameran. Seiring waktu, produk tas etniknya mulai dikenal lebih luas.

Kini, karya FnR Craft telah menembus pasar internasional seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura. Rosi bahkan kerap diundang untuk berbagi pengalaman dan keterampilan kepada pelaku UMK lainnya.

“Pendampingan dari PTBA membuat kami lebih percaya diri untuk masuk ke pasar korporasi hingga pasar luar negeri,” kata Rosi.

Bagi Grup MIND ID, perjalanan Hera dan Rosi mencerminkan bagaimana ekosistem ekonomi masyarakat dapat tumbuh di wilayah tambang seluruh Indonesia.

Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan, menegaskan bahwa pembinaan UMK merupakan bagian penting dari upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di daerah.

MIND ID menargetkan agar para mitra binaan dapat terus berkembang dan naik kelas setiap tahun, baik dari sisi kapasitas usaha maupun peningkatan omzet.

“Kami ingin memastikan para mitra binaan tidak hanya menjalankan usaha, tetapi membangun fondasi bisnis yang berkelanjutan. Ketika kearifan lokal diperkuat dengan kapasitas produksi, kualitas, dan akses pasar, maka produk daerah tidak lagi berhenti sebagai komoditas lokal. Ia bisa naik kelas menjadi bagian dari rantai nilai yang lebih luas, bahkan global. Di situlah pemberdayaan ekonomi lokal tidak sekadar program sosial, melainkan strategi memperdalam struktur ekonomi nasional” ujar Dany.

Baca Juga :  Dhiraj Kelly Sawlani: Menyatukan Hukum, Manajemen, dan Nilai Kemanusiaan dalam Kepemimpinan Modern

Melalui berbagai program pembinaan, Grup MIND ID memberikan dukungan mulai dari akses permodalan, mentoring bisnis, kurasi kemasan dan desain, peningkatan standar mutu, hingga penguatan strategi pemasaran digital.

Selain itu, Grup MIND ID juga membuka akses pasar melalui berbagai pameran, kanal pemasaran business-to-business (B2B), serta gerai kurasi produk.

Dukungan tersebut membuat UMK binaan semakin siap menghadapi lonjakan permintaan, termasuk pada periode Bulan Suci Ramadan dan Lebaran, melalui perencanaan produksi hingga pengelolaan distribusi yang lebih optimal.

Momentum ini juga dioptimalkan melalui partisipasi 31 UMK binaan Grup MIND ID dalam Bazar UMKM Kementerian ESDM yang diselenggarakan pada 9 hingga 11 Maret 2026. Beragam produk ditampilkan dalam kegiatan ini, mulai dari panganan khas daerah, kriya dan wastra, produk herbal, hingga cendera mata lokal.

Bagi Hera dan Rosi, ajang ini menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring pasar sekaligus memperkenalkan produk daerah kepada lebih banyak pelanggan.

“Kami belajar mengelola pesanan Lebaran dengan lebih rapi. Bangga rasanya ketika produk daerah kami menjadi buah tangan. Tas etnik ini bukan hanya cantik, tapi juga membawa cerita tentang Sumatra Selatan,” ujar Rosi.

Bagi MIND ID, geliat UMK di wilayah tambang pada momentum Lebaran menunjukkan bahwa ketika kapasitas pelaku usaha diperkuat dan akses pasar dibuka, nilai tambah tidak berhenti di sektor industri saja, tetapi juga hadir dalam kehidupan masyarakat, mulai dari dapur keluarga hingga menjadi buah tangan yang membawa kearifan lokal, kebanggaan nusantara, dan harum di kancah global.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Studium Generale BINUS University @Semarang Hadirkan Praktisi Industri VFX untuk Mahasiswa
BRI Finance Jawab Kebutuhan Renovasi Rumah Lewat Pembiayaan Berbasis BPKB
Melalui PalmCo, Holding Perkebunan Nusantara Perluas Akses Digital bagi Sekolah di Pelosok
BINUS Book Review: Menguatkan Kewirausahaan sebagai Proses Membina dan Memberdayakan di Era Perubahan
Apa Itu Saham Gorengan? Kenali Ciri dan Risikonya
Kedutaan Besar India Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan UNNES, Dorong Pelatihan Dosen dan Kolaborasi Akademik
Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur
Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:00

Bukti Nyata Keberhasilan Transformasi Digital Lalu Lintas, Jasa Marga Raih Penghargaan Kapolri Atas Kontribusi Sukseskan Pelayanan Operasi Nataru 2025/2026 dan Operasi Ketupat 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:00

Bersiap! BRI Finance Hadir di BRI Consumer Expo 2026 Jakarta, Hadirkan Promo KKB Mulai 1,59%

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:00

Krakatau Steel Goes to Campus Dorong Pemahaman Strategis Integrasi Kawasan Industri dan Konektivitas Distribusi Nasional

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:00

Indonesia Mulai Dipandang sebagai Pusat Pertumbuhan Web3 di Asia Tenggara

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:00

Mid-Year Sale Boleh, Over Budget Jangan

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:00

Apa Itu Akumulasi dalam Trading untuk Pemula

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:00

KAI Daop 2 Bandung Imbau Pelanggan Datang Lebih Awal ke Stasiun Jelang Pertandingan Bola Persib Bandung

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:00

SUCOFINDO Perkuat Posisi sebagai Global Testing, Inspection, Certification Company pada TIC Summit 2026 di Brussels

Berita Terbaru