Koran Mandalika, Mataram- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menjelaskan alasan penggunaan mobil listrik sebagai operasional pejabat Pemprov NTB.
Iqbal mengatakan anggaran pemeliharaan untuk kendaraan lama masih ada. Namun akan terjadi pemborosan besar-besaran.
Dikatakannya, hampir tiga ribu unit kendaraan yang ada, lebih dari 60 persen sudah mangkrak.
”Tetapi masih ada anggaran pemeliharaannya padahal udah tidak jalan. Jadi, terjadi pemborosan habis-habisan di situ. Nah sekarang kita ganti dengan mobil listrik untuk mengganti mobil yang lama,” kata Iqbal, Sabtu (7/3).
Namun, mobil listrik tersebut belum sepenuhnya datang, sehingga di beberapa OPD masih menggunakan mobil lama.
Mobil lama itu, akan digunakan untuk operasional sembari menunggu semua mobil listrik datang.
”Jadi itu masih jalan dulu (mobil lama) supaya kita bisa beroperasi. Begitu masuk (mobil listrik), yang lama ditarik,” ucap Iqbal.
Nantinya, kata Iqbal, mobil-mobil lama tersebut akan dilelang.
”Sebagian besar akan dilelang,” ujarnya.
Lebih jauh, alasan penggunaan mobil listrik di lingkungan Pemprov NTB ialah untuk mengurangi emisi.
Selain itu, lebih hemat pada biaya pemeliharaan.
”Karena dia dicas saja. Enggak ada olinya dan sebagainya,” tutur Iqbal.
Ia menegaskan, mobil listrik ini merupakan sewaan. Jadi, jelas Iqbal, jika mengalami kerusakan dapat dikembalikan dan diganti dengan yang baru.
”Enggak perlu mikir pemeliharaan. Begitu tiga tahun, sudah mulai ketinggalan jaman, ganti lagi yang baru,” tegasnya.
Ia menuturkan, penyewaan mobil ini bukan hal yang baru di terapkan. Dia mencontohkan seperti halnya di Jakarta, beberapa kementerian dan perusahaan sudah menggunakan mobil sewa untuk operasional.
”Di Jakarta, hampir semua kementerian dan semua perusahaan sudah menggunakan mobil sewa,” tandasnya. (dik)






