Harga Emas Bergerak Negatif, Sentimen The Fed dan Dolar Jadi Penekan Utama - Koran Mandalika

Harga Emas Bergerak Negatif, Sentimen The Fed dan Dolar Jadi Penekan Utama

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas global diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan hari Kamis (25/6), seiring dominasi tren bearish yang belum menunjukkan tanda-tanda pelemahan yang berarti. Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, pergerakan XAU/USD pada timeframe H1 masih mengindikasikan kecenderungan penurunan, meskipun sempat terjadi pergerakan naik dalam sesi sebelumnya.

Menurut Geraldo Kofit, penguatan harga emas yang terjadi semalam tidak dapat dianggap sebagai perubahan arah tren. Kenaikan tersebut lebih tepat dipandang sebagai koreksi sementara atau secondary trend dalam struktur penurunan yang lebih besar. Hal ini terlihat dari kegagalan harga untuk menembus area resistance penting di level 4.042. Ketika level tersebut tidak mampu ditembus, tekanan jual kembali meningkat dan mendorong terbentuknya candlestick bearish pada perdagangan pagi. Kondisi ini menegaskan bahwa sentimen pasar masih cenderung didominasi oleh tekanan jual.

Dari sisi struktur teknikal, pergerakan harga emas saat ini masih mengikuti arah tren utama yang bersifat bearish. Selama harga belum mampu keluar dari tekanan resistance yang ada, peluang untuk melanjutkan penurunan masih cukup besar. Dalam proyeksi Dupoin Futures, area support terdekat berada di level 3.958. Apabila level ini berhasil ditembus, maka penurunan berpotensi berlanjut menuju target berikutnya di sekitar 3.915, yang menjadi area support lanjutan.

Selain struktur harga, indikator teknikal juga memberikan konfirmasi terhadap dominasi tren turun. Stochastic saat ini bergerak menuju area oversold atau jenuh jual. Meskipun kondisi ini sering dianggap sebagai potensi rebound, dalam tren yang kuat indikator tersebut justru menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar. Dengan demikian, momentum penurunan masih memiliki ruang untuk berlanjut sebelum muncul sinyal pembalikan yang lebih kuat.

Sementara itu, indikator Moving Average juga memperkuat gambaran bearish yang sedang berlangsung. Harga emas masih bergerak di bawah rata-rata pergerakan utama, yang menandakan bahwa struktur downtrend masih terjaga. Selama posisi harga belum mampu kembali menembus area Moving Average tersebut, maka ruang kenaikan diperkirakan tetap terbatas dan setiap penguatan cenderung bersifat sementara.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap harga emas juga masih dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat. Dolar yang menguat di tengah ekspektasi ekonomi AS yang tetap solid membuat emas menjadi kurang menarik bagi investor. Dalam kondisi ini, investor cenderung memilih aset berbasis dolar yang menawarkan imbal hasil lebih kompetitif dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga.

Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut memberikan tekanan tambahan terhadap harga emas. Lingkungan suku bunga tinggi membuat investor lebih memilih instrumen dengan return yang lebih pasti, sehingga minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai menjadi berkurang. Kondisi ini semakin memperkuat tekanan jual di pasar logam mulia.

Baca Juga :  CLAV Digital: Tren Digital Marketing di 2025

Pelaku pasar juga terus mencermati data ekonomi Amerika Serikat, termasuk inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan kondisi pasar tenaga kerja. Apabila data tersebut kembali menunjukkan hasil yang kuat, maka ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter ketat dalam waktu lebih lama akan semakin menguat. Hal ini berpotensi memberikan dorongan tambahan bagi dolar AS dan semakin menekan harga emas.

Di sisi lain, membaiknya sentimen risiko di pasar global turut mengurangi permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Ketika investor lebih optimistis terhadap aset berisiko seperti saham, maka aliran dana cenderung menjauh dari emas, sehingga tekanan terhadap harga semakin meningkat.

Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures memperkirakan bahwa harga emas masih berpotensi melanjutkan pelemahan dalam jangka pendek. Selama resistance di level 4.042 belum berhasil ditembus dan dolar AS tetap kuat, maka peluang penurunan menuju area 3.958 hingga 3.915 masih terbuka. Investor disarankan untuk tetap mencermati perkembangan data ekonomi global dan arah kebijakan moneter AS yang dapat menjadi penentu arah pergerakan emas selanjutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

PTPP Raih Proyek Pembangunan Tower 4 ITS Senilai Rp151,9 Miliar
KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Terima Kasih Kepada Gubernur Jawa Barat atas Atensi Penuh Keselamatan Perjalanan Kereta Api
Wall Street Melesat Berkat AI, Investor Kini Waspadai Tiga Katalis Besar
Cek Hadiah Apa Saja yang Bisa Ditukar dengan Neo Koin
Jelajahi Dunia Roblox Lebih Seru dengan Top Up Robux Sesuai Kebutuhan
Nikmati Event Free Fire dengan Top Up Diamond yang Cepat dan Praktis
Ingin Koleksi Skin Baru? Top Up Mobile Legends Kini Bisa Dilakukan Lebih Mudah
Laba Melonjak, Valuasi Makin Murah? Nvidia Kembali Jadi Sorotan Investor

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 14:11

MoU PT Narmada–ITDC Resmi Ditandatangani, Air Minum Lokal Kembali Hadir di MotoGP Mandalika

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:57

Sade Social Space Resmi Dibuka, ITDC Siapkan Mandalika Jadi Magnet Wisata Olahraga

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:12

Paving Block Berbahan Sampah Plastik Produksi TPST Sandubaya Masih Menunggu Lampu Hijau

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:30

Kuasa Hukum Ahli Waris Soroti Dugaan Penguasaan Sepihak 4 Hektare Lahan oleh Kades Kuripan

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:06

The Mandalika Dibanjiri Pelari, Hotel Penuh Jelang Pocari Sweat Run Lombok 2026

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:08

Turunkan Kemiskinan Ekstrem hingga 0,72 Persen, Wabup Lombok Tengah Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:54

Blokade Jalan di Jalur Wisata Lombok Tengah Disorot, DPRD: Jangan Rusak Iklim Investasi

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:10

Marak Modus Penipuan COD Mengatasnamakan J&T Cargo, Warga Diminta Waspada

Berita Terbaru

Teknologi

Cek Hadiah Apa Saja yang Bisa Ditukar dengan Neo Koin

Selasa, 14 Jul 2026 - 17:02