Harga Emas Masih Tertekan, Dolar AS dan Suku Bunga Jadi Penekan - Koran Mandalika

Harga Emas Masih Tertekan, Dolar AS dan Suku Bunga Jadi Penekan

Senin, 6 April 2026 - 10:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan hari Senin, 6 April 2026 diperkirakan masih berada dalam tekanan, seiring kuatnya dolar Amerika Serikat dan belum meredanya ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi di tingkat global. Kondisi ini membuat emas belum mampu kembali menarik minat investor secara signifikan, meskipun ketidakpastian ekonomi dan geopolitik masih berlangsung.

Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, arus dana global saat ini menunjukkan kecenderungan berpindah ke dolar AS sebagai aset lindung nilai utama. Hal ini menjadi salah satu faktor yang menekan harga emas, mengingat kedua instrumen tersebut kerap bersaing dalam menarik minat investor di tengah situasi pasar yang tidak menentu.

Dalam beberapa waktu terakhir, dolar AS menunjukkan penguatan yang cukup konsisten. Penguatan ini tidak hanya didorong oleh faktor ekonomi domestik, tetapi juga oleh persepsi pasar bahwa dolar masih menjadi pilihan paling aman di tengah volatilitas global. Akibatnya, emas yang selama ini dikenal sebagai aset safe haven mulai kehilangan sebagian daya tariknya.

Di sisi lain, kebijakan moneter yang ditempuh oleh Federal Reserve juga turut memberikan tekanan tambahan. Bank sentral AS tersebut masih diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi untuk mengendalikan inflasi. Dalam kondisi seperti ini, instrumen investasi berbasis imbal hasil menjadi lebih kompetitif dibandingkan emas yang tidak memberikan return.

“Kombinasi antara penguatan dolar AS dan ekspektasi suku bunga tinggi menjadi faktor utama yang membatasi ruang gerak emas dalam jangka pendek,” ujar Geraldo Kofit dalam kajiannya.

Meski tekanan fundamental cukup dominan, pergerakan harga emas juga menunjukkan sinyal pelemahan dari sisi teknikal. Dalam perdagangan terakhir, emas terlihat gagal mempertahankan tren kenaikan dan mulai bergerak dalam pola yang mengindikasikan kecenderungan turun. Tekanan jual yang muncul di area resistance memperlihatkan bahwa pelaku pasar masih cenderung melakukan aksi lepas posisi.

Dalam proyeksi jangka pendek, harga emas diperkirakan berpotensi bergerak ke level support di kisaran 4550. Level ini menjadi area penting yang akan menentukan apakah tekanan akan berlanjut atau mulai mereda. Jika tekanan jual meningkat, harga berpotensi turun lebih lanjut mendekati kisaran 4480.

Baca Juga :  Cari Info Tiket Kereta Api Lebaran?, KAI Daop 1 Jakarta Sampaikan Tiket Dapat Dipesan H-45

Namun demikian, peluang terjadinya koreksi naik tetap terbuka. Kenaikan ini bisa terjadi sebagai respons terhadap aksi ambil untung atau perubahan sentimen pasar secara sementara. Meski begitu, ruang penguatan diperkirakan terbatas, dengan potensi kenaikan hanya berada di kisaran 4600 hingga 4642.

Secara keseluruhan, arah pergerakan emas saat ini masih sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama pergerakan dolar AS dan kebijakan moneter global. Selama kedua faktor tersebut belum menunjukkan perubahan signifikan, emas diperkirakan akan tetap bergerak dalam tekanan.

Dupoin Futures menilai bahwa pelaku pasar perlu mencermati perkembangan data ekonomi, khususnya yang berkaitan dengan inflasi dan kebijakan suku bunga. Selain itu, dinamika geopolitik juga tetap menjadi faktor yang dapat memicu perubahan sentimen secara cepat.

Dengan berbagai faktor tersebut, harga emas pada perdagangan hari ini diproyeksikan bergerak fluktuatif namun dengan kecenderungan melemah. Investor diimbau untuk tetap waspada dan mempertimbangkan risiko pasar yang masih tinggi sebelum mengambil keputusan investasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Cara Mengubah Konten SEO Biasa Menjadi Konten yang Disukai AI
Bukan Sekadar Bangun Gedung, Ini Alasan Proyek Waringin Megah Bisa Lebih Cepat dan Aman
KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Permohonan Maaf, Perjalanan KA Siliwangi Tertahan Akibat Genangan Air di Petak Jalan Cianjur–Cibeber
53 Hari Tanpa Pulang, The MIND Journey Menyusuri Indonesia dan Cerita Manusia di Balik Tambang
KAI Divre III Palembang Perpanjang Fasilitas Reduksi bagi Anggota TNI
KAI Daop 2 Bandung Siapkan 57.106 Tiket KA Jarak Jauh, Okupansi Sudah Mencapai 86,3% pada Libur Panjang Peringatan Wafat Yesus Kristus April 2026
Kejutan di Tengah Perang: Bitcoin Kalahkan Emas, Ini Penyebabnya!
FLOQ Tegaskan Dukungan terhadap Masa Depan Ekosistem Aset Digital Indonesia pada Peluncuran Bursa ICEx

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 10:00

Harga Emas Masih Tertekan, Dolar AS dan Suku Bunga Jadi Penekan

Senin, 6 April 2026 - 09:00

Cara Mengubah Konten SEO Biasa Menjadi Konten yang Disukai AI

Senin, 6 April 2026 - 00:00

KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Permohonan Maaf, Perjalanan KA Siliwangi Tertahan Akibat Genangan Air di Petak Jalan Cianjur–Cibeber

Minggu, 5 April 2026 - 21:00

53 Hari Tanpa Pulang, The MIND Journey Menyusuri Indonesia dan Cerita Manusia di Balik Tambang

Minggu, 5 April 2026 - 16:20

KAI Divre III Palembang Perpanjang Fasilitas Reduksi bagi Anggota TNI

Sabtu, 4 April 2026 - 21:00

KAI Daop 2 Bandung Siapkan 57.106 Tiket KA Jarak Jauh, Okupansi Sudah Mencapai 86,3% pada Libur Panjang Peringatan Wafat Yesus Kristus April 2026

Sabtu, 4 April 2026 - 20:09

Kejutan di Tengah Perang: Bitcoin Kalahkan Emas, Ini Penyebabnya!

Sabtu, 4 April 2026 - 19:00

FLOQ Tegaskan Dukungan terhadap Masa Depan Ekosistem Aset Digital Indonesia pada Peluncuran Bursa ICEx

Berita Terbaru