Harga Emas Meroket, Emas Digital Berbasis Aset Kripto Mulai Dilirik Investor? - Koran Mandalika

Harga Emas Meroket, Emas Digital Berbasis Aset Kripto Mulai Dilirik Investor?

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasar keuangan dunia saat ini sedang menyaksikan fenomena menarik di mana harga emas meroket hingga menembus angka $5.500 per troy ounce. Kenaikan tajam ini menambah nilai kapitalisasi pasar emas hingga 1,5 triliun dolar Amerika Serikat hanya dalam satu hari, Fenomena ini tentu menjadi bahan sentimen hangat di berbagai platform media digital, dan berdampak pada aktivitas jual-beli investor. Tren ini juga turut mendorong minat terhadap emas digital berbasis aset kripto seperti Tether Gold ($XAUT), yang pergerakannya kini semakin aktif di pasar aset kripto. Dalam laporan yang dipublikasikan oleh Tether pada hari senin lalu, terdapat pergeseran minat investor ke aset “safe haven” berbasis emas termasuk emas digital di tengah meningkatnya ketidakpastian sistem moneter global. Laporan tersebut dirilis saat harga emas melesat hingga melampaui US$5.100 per troy ounce. Sebagai aset yang bernilai 1:1 atau setara dengan satu troy ounce emas murni yang disimpan di brankas Swiss, $XAUT menjadi pilihan yang dapat dilirik di tengah gejolak pasar ekonomi global dan kenaikan harga emas.
Baca Juga :  Dari Karya ke Aksi Nyata: Caleb, Siswa BINUS SCHOOL Simprug Ajak Generasi Muda Peduli Lingkungan dan Satwa Langka Indonesia
Kehadiran aset kripto $XAUT menawarkan opsi investasi emas yang likuid, dan efisien dengan dukungan teknologi blockchain. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor aset tradisional seperti emas, sebab $XAUT menggabungkan nilai emas murni yang bergerak lebih stabil dengan keunggulan teknologi blockchain. Di Indonesia sendiri, $XAUT termasuk dalam whitelist aset kripto yang dapat diperdagangkan berdasarkan daftar whitelist CFX. Karena itu kehadirannya dapat diakses melalui berbagai platform pertukaran aset kripto resmi dan berizin di Indonesia, seperti Bittime. Dengan menggunakan Bittime, investor dapat secara langsung memperdagangkan $XAUT dan memanfaatkan fitur fleksibel staking yang berarti investor juga bisa mendapatkan imbal hasil tahunan (APY) hingga 15% bagi pengguna baru tanpa batas locked periode tertentu. Hal ini tentu memberi manfaat lebih bagi para investor yang mengutamakan strategi investasi jangka panjang, sekaligus memberi kemudahan dalam mengakses atau memperdagangkan aset nya kapan saja.
Baca Juga :  Trump’s New Tariff Strategy and Its Impact to Crypto Market: Latest Update!
Namun, seperti diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya, salah satunya komunitas Bittime. About Bittime Indonesia Bittime melalui PT Utama Aset Digital Indonesia adalah platform investasi aset kripto yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Kementerian Komunikasi & Digital (Komdigi). Bittime juga merupakan anggota Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO). Selaku platform investasi aset kripto, Bittime memiliki visi untuk menjadi platform perdagangan dan investasi aset kripto pilihan utama masyarakat dengan fitur yang beragam serta memenuhi kebutuhan penggunanya. Contact Alexandra Abial Hehanussa alexandra.abial@bittime.com Press Release ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Perkuat Portfolio Berkelanjutan, BRI Finance Tangkap Potensi Pertumbuhan EV
BRI Finance Perkuat Portofolio dan Pertumbuhan Bisnis Di Tengah Perubahan Nilai Tukar Rupiah
Insider One, platform Agentic AI untuk otomatisasi interaksi pelanggan, resmi mengakuisisi Bluecore
Studium Generale BINUS University @Semarang Hadirkan Praktisi Industri VFX untuk Mahasiswa
BRI Finance Jawab Kebutuhan Renovasi Rumah Lewat Pembiayaan Berbasis BPKB
Melalui PalmCo, Holding Perkebunan Nusantara Perluas Akses Digital bagi Sekolah di Pelosok
BINUS Book Review: Menguatkan Kewirausahaan sebagai Proses Membina dan Memberdayakan di Era Perubahan
Apa Itu Saham Gorengan? Kenali Ciri dan Risikonya

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:00

KAI Perkuat Ekosistem Layanan di LRT Jabodebek untuk Mendukung Kebutuhan Pengguna

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:00

Bank Raya Gelar Lelang Raya Poin, Ajak Masyarakat Semakin Aktif Bertransaksi di Aplikasi Raya

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:00

Modal Usaha Jadi Bertambah, Cek Penawaran Dana Tunai BRI Finance Berikut Ini

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:56

Hadir di Pameran Otomotif Sumatera Barat, BRI Finance Tawarkan Promo Bunga KKB 0%

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00

Dubes India Temui Seskab Teddy, Bahas Persiapan Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00

SAJIVA RESIDENCE APRESIASI DUKUNGAN PLN GUNUNG PUTRI DALAM MENDUKUNG KESIAPAN HUNIAN SUBSIDI SIAP HUNI DI CITEUREUP

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00

Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp98,3 Triliun, Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:00

B2B Tech Asia Expo 2026 Siap Digelar di Jakarta: Satukan Raksasa Teknologi Global untuk Dorong Otomatisasi Efisiensi dan ROI Korporasi

Berita Terbaru