Indonesia Berpeluang Perkuat Posisi di Industri Kripto Asia Tenggara - Koran Mandalika

Indonesia Berpeluang Perkuat Posisi di Industri Kripto Asia Tenggara

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia Berpeluang Perkuat Posisi di Industri Kripto Asia Tenggara

Jakarta, 29 Mei 2026 — Industri aset kripto terus menunjukkan perkembangan signifikan di tingkat global maupun regional. Di tengah meningkatnya adopsi aset digital di berbagai negara, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pasar kripto utama di Asia Tenggara.

Berdasarkan laporan CoinGecko, kripto saat ini telah memiliki status legal di 119 negara dan empat British Overseas Territories. Dari jumlah tersebut, 62 negara telah memiliki kerangka regulasi yang lebih komprehensif. Kondisi ini menunjukkan bahwa aset kripto semakin mendapatkan pengakuan sebagai bagian dari ekosistem keuangan digital global.

Di kawasan Asia Tenggara, minat terhadap kripto masih didominasi oleh Singapura dan Filipina. Namun, Indonesia tetap menjadi salah satu pasar penting di kawasan, seiring besarnya populasi, peningkatan literasi digital, serta bertumbuhnya minat masyarakat terhadap aset digital.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai perkembangan industri kripto Indonesia berada pada fase yang semakin matang. Menurutnya, pertumbuhan jumlah pengguna, peningkatan pengawasan, serta hadirnya ekosistem yang lebih tertata menjadi fondasi penting bagi masa depan industri aset kripto nasional.

“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam industri kripto. Kita tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan jumlah investor, tetapi juga tentang bagaimana ekosistem ini berkembang menjadi lebih sehat, transparan, dan berkelanjutan. Dengan populasi digital yang besar dan dukungan regulasi yang semakin jelas, Indonesia punya peluang untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan aset digital di Asia Tenggara,” ujar Calvin.

Baca Juga :  Mulai Masuk Radar Pecinta Fragrance Tanah Air, SEMU Resmi Memperkenalkan Empat Parfum Pertamanya

Pertumbuhan yang Berimbang

Perkembangan tersebut juga tercermin dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang mencatat jumlah akun konsumen aset kripto di Indonesia mencapai 21,37 juta akun per Maret 2026. Jumlah ini meningkat 1,43% dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka 21,07 juta akun. Sementara itu, nilai transaksi aset kripto pada Maret 2026 mencapai Rp22,24 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap aset digital tetap kuat meskipun pasar kripto global masih bergerak dinamis.

Calvin menambahkan, pertumbuhan industri kripto perlu diimbangi dengan peningkatan literasi dan perlindungan konsumen. Menurutnya, edukasi menjadi aspek penting agar masyarakat dapat memahami aset kripto secara lebih bijak, termasuk risiko, teknologi, serta manfaatnya dalam ekosistem keuangan digital.

“Ke depan, tantangan utama industri bukan hanya mendorong adopsi, tetapi memastikan adopsi tersebut berjalan secara bertanggung jawab. Literasi, keamanan, dan kepatuhan regulasi harus menjadi prioritas bersama. Tokocrypto berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan industri kripto Indonesia melalui edukasi, inovasi produk, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan,” kata Calvin.

Baca Juga :  PLN NPC Perkuat Kepedulian Sosial melalui Penyerahan Bantuan Paket Kesehatan dan Gizi Anak

Secara global, CoinGecko mencatat bahwa sebagian besar negara yang telah melegalkan kripto berasal dari kelompok negara berkembang di Asia dan Afrika. Hal ini menunjukkan bahwa aset kripto semakin relevan di pasar negara berkembang, terutama sebagai bagian dari transformasi digital dan perluasan akses terhadap produk keuangan berbasis teknologi.

Tata Kelola yang Kuat

Meski demikian, perkembangan industri kripto tetap membutuhkan tata kelola yang kuat. Dengan regulasi yang semakin berkembang, pelaku industri diharapkan dapat membangun ekosistem yang lebih aman, transparan, dan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Calvin menilai Indonesia memiliki modal kuat untuk terus meningkatkan daya saing di industri aset digital. Kombinasi antara jumlah pengguna yang besar, regulasi yang terus diperkuat, inovasi teknologi, serta kolaborasi antara regulator dan pelaku industri menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan kripto nasional secara berkelanjutan.

“Jika ekosistem ini dibangun dengan pendekatan yang tepat, kripto dapat menjadi bagian penting dari ekonomi digital Indonesia. Fokusnya bukan hanya pada transaksi, tetapi juga pada pemanfaatan teknologi blockchain untuk menciptakan efisiensi, transparansi, dan peluang baru bagi masyarakat,” tutup Calvin.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Sanct Social Mampir ke ARCHIWEEK 4.0 UMN, Kampus Pertama Setelah Singapura dan Jakarta dalam Tujuh Minggu
Resmi Buka Kampus Baru, BINUS ASO Siapkan Talenta Engineering untuk Industri Masa Depan
Jasa Buzzer Adalah Promosi dengan Ketentuan dan Risiko Menurut JasaViral
MEDIA ALERT: RECAP OF HIGHLIGHTS – PURANA AT SOLO BATIK FASHION X SOLO FASHION WEEK 2026
TOMOHON JAZZ FESTIVAL 2026 SUKSES DIGELAR DUA HARI DAN CATAT SEJARAH FESTIVAL BARU DI SULAWESI UTARA
Jaga Kesehatan Pekerja, LRT Jabodebek Perkuat Fondasi Pelayanan Transportasi Publik
Echoes from the Land of the Dragon: Karya Film Roxx memenangkan Award di ART & TUR 2026
BRI Finance Optimalkan Jaringan Cabang, Siapkan Ekspansi Selektif pada 2027

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 16:53

​Jembatani Kebutuhan Warga Beraim, Haji Supli PKS Cari Celah Perjuangkan Air Bersih dan Alsintan

Senin, 2 November 2026 - 16:43

Reses Di Tengah Kebijakan Buntu: Haji Supli Dituntut Perjuangkan Usulan Yang Terlarang Dianggarkan

Senin, 2 November 2026 - 07:33

Awas! Nyamuk dan Air Kencing Tikus Mengintai Lombok Tengah, Dinkes: Jangan Tunggu Sakit Baru Bergerak

Minggu, 1 November 2026 - 20:23

Bukan Janji Manis, Abdusahid Pilih Realistis Tanggapi Tuntutan Warga Kelebuh

Minggu, 1 November 2026 - 16:36

Jaga Wajah Wisata Indonesia: Gerindra & Duta Lingkungan Sulap Kuta Lombok Jadi Pelopor ASRI

Minggu, 1 November 2026 - 13:04

Gaya Koboi Maulidi Serap Aspirasi: Disapa Guyonan, Pulang Bawa Segepok PR Warga

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:52

Olah Kelapa Jadi VCO CocoSam, Samsudin Asal Sukadana Lombok Tengah Raih Juara I Pemuda Pelopor NTB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:25

Dari Sapi Hingga Seragam Posyandu: Peta Kebutuhan Warga Jontlak yang Masuk Catatan Haji Supli

Berita Terbaru