Jelang Rilis NFP, Harga Emas Tunjukkan Sinyal Penguatan Berkelanjutan - Koran Mandalika

Jelang Rilis NFP, Harga Emas Tunjukkan Sinyal Penguatan Berkelanjutan

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jelang Rilis NFP, Harga Emas Tunjukkan Sinyal Penguatan Berkelanjutan

Harga emas global kembali mencatatkan penguatan dan melanjutkan tren naik yang telah terjadi selama empat sesi perdagangan berturut-turut. Berdasarkan pergerakan pasar, harga emas spot (XAU/USD) berada di kisaran $4.487 pada perdagangan Selasa (6/1), menguat hampir 1%, serta semakin mendekati area psikologis $4.500 pada Rabu (7/1). Penguatan ini terjadi di tengah naiknya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat dan menguatnya Dolar AS, dua faktor yang umumnya memberikan tekanan terhadap pergerakan harga emas.

Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menilai bahwa kenaikan harga emas saat ini didukung oleh kondisi teknikal yang masih kuat. Berdasarkan kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average, tren bullish pada pergerakan XAU/USD terlihat semakin solid. Harga yang bergerak stabil di atas rata-rata pergerakan menunjukkan dominasi minat beli di pasar, sementara tekanan jual relatif terbatas dalam jangka pendek.

Dari sudut pandang teknikal, Andy Nugraha menjelaskan bahwa selama harga mampu bertahan di atas area support terdekat dan tekanan beli tetap terjaga, XAU/USD berpotensi melanjutkan kenaikan hingga menguji level $4.520. Level tersebut menjadi target kenaikan terdekat yang patut diperhatikan pelaku pasar. Meski demikian, potensi koreksi tetap terbuka. Apabila harga gagal mempertahankan momentum kenaikan dan terjadi aksi ambil untung, maka area $4.444 diproyeksikan menjadi support terdekat yang berpeluang diuji.

Tidak hanya didorong oleh faktor teknikal, penguatan harga emas juga mendapat sokongan dari sentimen fundamental global. Pada awal perdagangan sesi Asia hari Rabu, harga emas tercatat naik lebih dari 1%, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik serta ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga di Amerika Serikat. Situasi geopolitik kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan operasi militer besar terhadap Venezuela dan mengumumkan penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, beserta istrinya. Ketidakpastian yang berkembang dari krisis tersebut mendorong investor kembali memburu aset safe haven, termasuk emas.

Sementara itu, dari sisi kebijakan moneter, risalah FOMC mengindikasikan bahwa mayoritas pejabat Federal Reserve masih memandang penurunan suku bunga sebagai langkah yang sesuai, seiring dengan meredanya tekanan inflasi. Namun demikian, terdapat perbedaan pandangan terkait waktu dan besaran penurunan suku bunga tersebut. Berdasarkan alat CME FedWatch, pasar memperkirakan probabilitas sekitar 82% bahwa suku bunga acuan akan tetap dipertahankan pada pertemuan The Fed pada 27–28 Januari mendatang. Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah cenderung mengurangi biaya peluang dalam memegang emas, sehingga memberikan dukungan tambahan bagi harga logam mulia.

Baca Juga :  Kenapa Toko Harus Punya QRIS? Keuntungan Nyata untuk Bisnis

Ke depan, fokus pelaku pasar akan tertuju pada rilis data ekonomi utama Amerika Serikat, termasuk PMI Jasa ISM serta laporan ketenagakerjaan Non-Farm Payrolls (NFP) bulan Desember. Apabila data tenaga kerja menunjukkan hasil yang lebih kuat dari perkiraan, Dolar AS berpotensi menguat dan dapat menekan harga emas dalam jangka pendek. Namun selama ketidakpastian global masih tinggi dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter tetap terjaga, harga emas diperkirakan masih bergerak dalam tren bullish, sejalan dengan proyeksi dari Dupoin Futures.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

BRI Finance Gandeng RS PON, Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Mitra Dealer
BRI Finance Dukung Kepemilikan Mobil Baru melalui Penawaran Pembiayaan Kompetitif
Harga Bitcoin Terancam Turun di Bawah US$80.000, Investor Pantau Keputusan The Fed
Omzet Tinggi Tak Selalu Berarti Bisnis Sehat, Harsha Advisory Soroti Tantangan Keuangan Industri F&B
Mengintip Keseruan Pesta Halloween Anak Anak “Día de los Muertos” di Oakwood Surabaya
Dari Pertemuan Bisnis Menuju Nilai Ekonomi
Empat Tahun UU Pelindungan Data Pribadi: Menghitung Hari Menuju Efektivitas Peraturan Teknis (PP PDP)
Bikin Rencana Lebih Nyata, Manfaatkan Fasilitas Dana Tunai BRI Finance

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:02

BRI Finance Gandeng RS PON, Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Mitra Dealer

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:02

BRI Finance Dukung Kepemilikan Mobil Baru melalui Penawaran Pembiayaan Kompetitif

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:02

Harga Bitcoin Terancam Turun di Bawah US$80.000, Investor Pantau Keputusan The Fed

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:02

Omzet Tinggi Tak Selalu Berarti Bisnis Sehat, Harsha Advisory Soroti Tantangan Keuangan Industri F&B

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:02

Mengintip Keseruan Pesta Halloween Anak Anak “Día de los Muertos” di Oakwood Surabaya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:02

Empat Tahun UU Pelindungan Data Pribadi: Menghitung Hari Menuju Efektivitas Peraturan Teknis (PP PDP)

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:02

Bikin Rencana Lebih Nyata, Manfaatkan Fasilitas Dana Tunai BRI Finance

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:02

Harga Emas Kembali di Atas US$4.000, Dupoin Futures Soroti Potensi Rebound

Berita Terbaru