KAI Angkut 33,3 Juta Ton Barang Semester I 2025, Batu Bara Jadi Dominasi - Koran Mandalika

KAI Angkut 33,3 Juta Ton Barang Semester I 2025, Batu Bara Jadi Dominasi

Kamis, 3 Juli 2025 - 17:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatatkan kinerja positif pada layanan angkutan barang selama Januari–Juni 2025. Total volume yang diangkut mencapai 33.315.792 ton, naik 1,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 32.857.086 ton. Kinerja ini mencerminkan peningkatan kepercayaan pelanggan terhadap moda kereta api sebagai solusi logistik yang efisien dan andal.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menjelaskan bahwa pertumbuhan ini sekaligus memperkuat kesiapan KAI dalam mendukung kebijakan nasional Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) yang akan diberlakukan penuh mulai 2026.

“Kami terus memperkuat peran sebagai penyedia logistik publik yang dapat diandalkan, terutama untuk distribusi energi, pangan, dan kebutuhan ritel secara aman dan berkelanjutan,” ujar Anne.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari total volume angkutan semester I 2025, batu bara masih menjadi komoditas dominan dengan volume 27.624.772 ton, atau 82,92% dari keseluruhan. Angka ini menunjukkan kenaikan 5% dibandingkan capaian tahun lalu yang sebesar 26.211.970 ton.

Batu bara yang diangkut KAI mayoritas dialirkan ke pembangkit listrik di Jawa dan Bali. Kontribusi ini sangat penting dalam menjaga stabilitas pasokan listrik nasional yang menopang kebutuhan rumah tangga, sekolah, rumah sakit, serta pelaku usaha kecil di berbagai daerah.

Baca Juga :  Saat HP Rusak, Satu-Satunya yang Aku Lakukan: Rental iPhone Jakarta

“Distribusi energi tidak hanya soal logistik, tapi juga tentang keberlanjutan kehidupan. Batu bara yang kami angkut hari ini berarti listrik untuk mesin-mesin produksi UMKM dan penerangan bagi jutaan rumah,” tambah Anne.

Pertumbuhan positif juga terlihat pada layanan angkutan retail dan pupuk. Komoditas retail seperti Barang Hantaran Paket (BHP) dan parcel mencatat kenaikan volume dari 101.617 ton menjadi 118.077 ton, atau naik 16%.

Sementara itu, angkutan pupuk naik dari 10.890 ton menjadi 13.230 ton, atau meningkat 21% dibanding semester I 2024. Secara khusus, pertumbuhan ini didorong oleh kebutuhan distribusi pupuk ke berbagai sentra pertanian, seiring meningkatnya permintaan akibat musim tanam dan program-program ketahanan pangan nasional.

Moda kereta api menawarkan berbagai keunggulan, terutama dalam kapasitas dan ketepatan waktu. Di Pulau Jawa, satu rangkaian KA barang mampu menarik hingga 30 gerbong datar, masing-masing berkapasitas 42 ton. Di Sumatera Selatan, efisiensi semakin tinggi dengan 61 gerbong dalam satu rangkaian KA batu bara.

Operasional yang berjalan di jalur khusus rel menjadikan waktu tempuh lebih pasti karena terbebas dari kemacetan lalu lintas, berbeda dengan angkutan jalan raya. Hal ini sangat krusial bagi pelaku industri yang membutuhkan ketepatan waktu dalam menjaga kesinambungan rantai pasok.

Baca Juga :  Mengapa Investor Asing 'Jatuh Hati' pada Perusahaan Berprinsip ESG?"

Seluruh operasional KAI dijalankan oleh sumber daya manusia bersertifikasi dari Kementerian Perhubungan, dengan inspeksi berkala terhadap sarana dan prasarana. Jalur rel kereta api turut meminimalkan risiko gangguan eksternal, termasuk pungutan liar yang masih marak dalam distribusi berbasis jalan raya.

Dalam rencana jangka panjang, KAI menargetkan pertumbuhan volume angkutan barang sebesar 15% pada tahun 2029. Angkutan batu bara ditargetkan mencapai 111,2 juta ton, sementara komoditas non-batu bara sebesar 10,9 juta ton.

Pertumbuhan ini akan ditopang oleh pengembangan simpul-simpul logistik utama di wilayah Sumatera bagian selatan. Salah satunya adalah pembangunan Terminal Tarahan II yang diproyeksikan mampu menyerap hingga 18 juta ton batu bara. Selain itu, ekspansi fasilitas di Kertapati diprediksi menyumbang tambahan volume sebesar 7 juta ton.

Secara keseluruhan, kawasan Sumatera Selatan diperkirakan menjadi kontributor utama tambahan volume sebesar 27,8 juta ton, menjadikan wilayah ini sebagai pilar strategis dalam peta logistik masa depan KAI.

“Proyeksi ini menunjukkan komitmen kami untuk terus berinvestasi dan tumbuh bersama industri logistik nasional. Kereta api bukan hanya sarana angkut, tapi penggerak kemajuan,” tutup Anne.

Berita Terkait

Mengatasi Ancaman Drone Tidak Sah dengan Anti Drone LZ Tech
Manajemen Vegetasi dan Analisis Koridor Transmisi dengan Software LiDAR Terrasolid
KAI Divre III Palembang Imbau Masyarakat Manfaatkan Faskes Alternatif Selama Klinik Mediska Tutup Sementara
Dari Jalanan Kota ke Ruang Edukasi Keuangan, BRI Finance Berbagi Kepedulian dengan Lady Ojol
Tak Perlu Pusing Siapkan THR, BRI Finance Hadirkan Solusi Dana Tunai Lewat BRI Flash
Analisis Bor Ledak dan Stabilitas Lereng Tambang Berbasis AI Strayos
Survei Stockpile dan Pemantauan Lereng Tambang Otomatis dengan DJI Dock 3
Hari Ke-8 Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 2 Bandung Catat Pelayanan Tertinggi Pada Arus Mudik

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:00

Mengatasi Ancaman Drone Tidak Sah dengan Anti Drone LZ Tech

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:00

Manajemen Vegetasi dan Analisis Koridor Transmisi dengan Software LiDAR Terrasolid

Kamis, 19 Maret 2026 - 23:00

KAI Divre III Palembang Imbau Masyarakat Manfaatkan Faskes Alternatif Selama Klinik Mediska Tutup Sementara

Kamis, 19 Maret 2026 - 23:00

Dari Jalanan Kota ke Ruang Edukasi Keuangan, BRI Finance Berbagi Kepedulian dengan Lady Ojol

Kamis, 19 Maret 2026 - 23:00

Tak Perlu Pusing Siapkan THR, BRI Finance Hadirkan Solusi Dana Tunai Lewat BRI Flash

Kamis, 19 Maret 2026 - 21:00

Survei Stockpile dan Pemantauan Lereng Tambang Otomatis dengan DJI Dock 3

Kamis, 19 Maret 2026 - 16:00

Hari Ke-8 Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 2 Bandung Catat Pelayanan Tertinggi Pada Arus Mudik

Kamis, 19 Maret 2026 - 15:00

KAI Tetapkan Tarif Rp1 untuk LRT Jabodebek pada H1–H2 Lebaran 2026

Berita Terbaru