Kebijakan Golden Share AS Jadi Momentum Perkuat Kedaulatan Industri Baja Nasional - Koran Mandalika

Kebijakan Golden Share AS Jadi Momentum Perkuat Kedaulatan Industri Baja Nasional

Kamis, 7 Agustus 2025 - 17:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 7 Agustus 2025 – Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, memandang kebijakan golden share (saham istimewa) yang diterapkan pemerintah Amerika Serikat (AS) dalam akuisisi US Steel sebagai pelajaran penting bagi Indonesia untuk memperkuat kendali negara di sektor industri strategis.

Langkah pemerintahan
Donald Trump pada 12 Juni 2025 yang mewajibkan adanya golden share bagi
negara dalam proses akuisisi US Steel oleh Nippon Steel Jepang senilai US$14,9
miliar, menandai pergeseran paradigma global. Kebijakan ini menegaskan bahwa
peran negara sangat vital dalam mengendalikan arah industri strategis seperti
baja.

“Langkah AS itu
mencerminkan sebuah titik balik. Negara yang selama puluhan tahun menjadi
kampiun pasar bebas, kini merasa perlu menjadi pemain aktif untuk menjaga
kepentingan nasionalnya,” ujar Widodo Setiadharmaji di Jakarta.

Dalam kasus US
Steel, golden share bukan sekadar simbol, melainkan instrumen
hukum dalam kerangka National Security Agreement (NSA) yang
memberikan hak veto kepada Presiden AS. Hak veto ini mencakup penolakan
terhadap keputusan strategis, seperti mengubah komitmen investasi, memindahkan
kantor pusat, merelokasi produksi, hingga menutup fasilitas vital di
AS. Melalui skema ini, AS memastikan arah perusahaan tetap sejalan dengan
kepentingan nasional meskipun kepemilikan mayoritas beralih ke pihak asing.

PT Krakatau Steel (Persero)
Tbk/KS Groupyang dipimpin Akbar Djohan sebagai Direktur Utama dimana merupakan BUMN
di sektor baja memandang fenomena ini sangat relevan bagi Indonesia bagi bisnis
maupun meningkatkan kesejahteraan Rakyat Indonesia.  KS Group sendiri terdapat beberapa pelajaran
penting yang dapat ditarik:

Afirmasi Sektor Strategis: Kasus ini menegaskan bahwa industri baja memiliki
peran vital yang melampaui kepentingan bisnis, karena terkait langsung
dengan infrastruktur, manufaktur, dan pertahanan.Instrumen Kontrol Efektif:Golden share terbukti menjadi alat
hukum yang kuat bagi negara untuk mengontrol keputusan perusahaan tanpa
harus memiliki saham mayoritas.Pelengkap Peran BUMN: Kebijakan
ini menawarkan alternatif bagi Indonesia, karena Negara dapat memiliki
kendali pada entitas swasta strategis tanpa menanggung beban kepemilikan
penuh.

Baca Juga :  Grand Opening Mitra10 Garut: Belanja Nyaman, Renovasi Jadi Mudah!

“Indonesia
sebenarnya telah memiliki instrumen serupa, yaitu Saham Seri A Dwiwarna. Namun,
implementasinya perlu dioptimalkan dan diperkuat kerangka hukumnya agar
benar-benar efektif,” tambah Widodo.

Widodo Setiadharmaji
sepakat bahwa sudah saatnya Indonesia mempertimbangkan secara serius perpaduan
antara penguatan BUMN dan penggunaan instrumen hukum seperti golden
share
 secara lebih sistematis. Tanpa kehadiran negara yang kuat dan
instrumen kendali yang efektif, kedaulatan industri hanya akan menjadi wacana
dan cita-cita menjadikan baja sebagai tulang punggung pembangunan nasional akan
sulit terwujud.

(***)

Berita Terkait

Dari Pengukuran hingga Optimasi, Avonetiq Hadirkan AVO Lifetime Plan
BRI BO Cut Mutiah Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
Mengelola Aset di Usia Muda: Langkah Awal Membangun Keuangan Jangka Panjang
FLIX Cinema Buka Ruang bagi Sinema Asia melalui Nanyang Film Festival
Ketika Komunitas Menjadi Mesin Pertumbuhan Esports: EVOS dan GoPay Bawa MPL Lebih Dekat ke Sidoarjo
Smart Futuristic City Diorama Karya BINUS @Semarang Tampil di Sewunara 2026
Wujud Kemanusiaan dan Solidaritas, PTPN Group Salurkan Tali Kasih bagi Keluarga Jurnalis Korban Selat Sunda
Plus Gratisnya dari neobank PLUS: Kuota Gratis Transfer antarbank hingga 200 Kali per Bulan

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:01

Veda Ega Pratama Finis Keenam di Moto3 Mandalika, Indonesia Bangga!

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:31

ITDC Gandeng BSI, Mandalika Perkuat Identitas Wisata Halal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:27

Ducati Berjaya di Mandalika, Marc Marquez Rebut Podium Tertinggi Sprint

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:36

Tiket Mahal Justru Cepat Ludes, Troy Sebut Sinyal Ekonomi Positif

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:50

Dari Layanan hingga Lintasan, SDM Lokal Jadi Kekuatan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:45

MotoGP Mandalika 2026, Merchandise Veda Ega Pratama dan Marc Marquez Diminati Pembeli

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:18

Pertamina Mandalika International Circuit Naik Level! Homologasi Grade A FIM Resmi Dikantongi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:46

Jelang Pilkades, DPMD Loteng Akui Konflik Horizontal Rentan Terjadi

Berita Terbaru