Krakatau Steel Perkuat Pondasi Bisnis dengan Komitmen Pasokan Jangka Panjang dan Sinergi Strategis - Koran Mandalika

Krakatau Steel Perkuat Pondasi Bisnis dengan Komitmen Pasokan Jangka Panjang dan Sinergi Strategis

Selasa, 13 Januari 2026 - 14:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS)/Krakatau Steel Group mengawali tahun 2026 dengan meneguhkan fondasi bisnis yang solid melalui kesepakatan strategis jangka panjang. Perseroan menandatangani perjanjian pemenuhan pasokan produk baja Cold Rolled Coil (CRC) dengan PT Tata Metal Lestari sebanyak 10 kilo ton per bulan selama satu tahun. Langkah konkret ini bukan hanya sekadar transaksi, tetapi merupakan cerminan dari kekuatan operasional dan strategi bisnis Krakatau Steel Group dalam membangun kepastian dan stabilitas rantai pasok nasional.

Kesepakatan Long Term Supply Agreement (LTSA) ini merefleksikan kekuatan positioning Krakatau Steel Group sebagai pemain kunci di industri hulu baja nasional. Komitmen ini menciptakan landasan bisnis yang predictable, mendukung efisiensi operasional, dan memperkuat struktur industri yang terintegrasi. Hal ini menjadi modal penting bagi Perseroan untuk tetap kompetitif di tengah dinamika pasar global yang fluktuatif.

“Bagi Krakatau Steel, LTSA ini tidak hanya berbicara soal volume penjualan, tetapi tentang membangun struktur industri yang lebih sehat. Ketika produsen hulu dan hilir nasional saling memperkuat, maka ketahanan industri dalam negeri akan semakin solid,” ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kekuatan bisnis Krakatau Steel juga ditopang oleh sinergi berkelanjutan dengan mitra hilir seperti Tata Metal Lestari, yang telah terjalin sebelumnya. Kolaborasi ini telah terbukti menghasilkan kinerja ekspor yang membanggakan, termasuk menembus pasar Amerika Serikat dengan total 15.000 ton pada periode Februari dan September 2025. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa produk Krakatau Steel telah memenuhi standar kualitas global dan dikelola dengan model bisnis yang kompetitif.

Baca Juga :  Memaksimalkan Investasi Anda: Strategi Orang Asing Menyewa Properti di Indonesia

Lebih luas, komitmen bisnis jangka panjang ini selaras dengan visi pemerintah untuk mempercepat hilirisasi dan industrialisasi. Dengan pondasi bisnis yang semakin kuat melalui kemitraan strategis, Krakatau Steel siap berkontribusi lebih besar dalam memperkuat ketahanan industri nasional dan mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Hernowo meyatakan bahwa kerja sama antara Krakatau Steel Group dan PT Tata Metal Lestari bukanlah kolaborasi yang pertama. Hubungan kemitraan yang telah terjalin sebelumnya menjadi fondasi penting bagi penguatan ekosistem industri baja nasional, khususnya dalam mendorong pemanfaatan produk baja dalam negeri dan peningkatan nilai tambah industri hilir.

“Dan sinergi ini juga menunjukkan konsistensi kedua perusahaan dalam membangun kolaborasi berbasis kepercayaan jangka panjang, sejalan dengan kebutuhan industri nasional akan pasokan baja yang stabil dan berkualitas” lanjut Hernowo.

Rekam Jejak Global: Menembus Pasar Amerika Serikat

Sebelumnya, Krakatau Steel Group bersama PT Tata Metal Lestari telah menunjukkan kapabilitas industrinya melalui ekspor produk baja lapis ke Amerika Serikat sebesar 10.000 ton pada September 2025 dan 5.000 ton pada Februari 2025.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa industri baja Indonesia mampu bersaing di pasar dengan tingkat proteksi tinggi. Keberhasilan menembus pasar Amerika Serikat menegaskan bahwa produk Krakatau Steel Group memenuhi standar kualitas global dan dapat diterima oleh pasar internasional.

Baca Juga :  PTPP Bangun Generasi Unggul Lewat Bekal PPintar: Makan Bergizi, Selaras dengan Program Asta Cita dan SDGs

Percepatan Industrialisasi Nasional

Kerja sama strategis ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong hilirisasi dan industrialisasi dalam negeri. Dengan industri baja nasional yang semakin solid, kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional dan berkontribusi terhadap target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8%.

Sebagai informasi, penandatanganan LTSA ini dilakukan oleh Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio Krakatau Steel, Hernowo, dan President Director PT Tata Metal Lestari, Stephanus Bagus Pambudi Koeswandi, pada Rabu (7/1) di Jakarta.

Tentang Krakatau Steel Tbk

Sekilas Tentang PT Krakatau Steel (Persero) Tbk PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan perusahaan manufaktur baja terintegrasi yang didirikan pada 31 Agustus 1970. Selain bergerak di sektor industri baja, Krakatau Steel Group juga mengembangkan bisnis kawasan industri terpadu, kepelabuhanan, logistik, penyediaan air industri, penyediaan energi melalui pembangkit listrik, serta berbagai ventura bersama dengan perusahaan Korea dan Jepang. Saat ini, Krakatau Steel berkomitmen menjalankan transformasi perusahaan melangkah dalam KS Reborn yang mencakup i semangat “Revolutionary Movements: Committed to Transform”. Transformasi ini difokuskan pada peningkatan kinerja perusahaan melalui penguatan tata kelola, transparansi, pengembangan human capital, penguatan bisnis hilir, serta optimalisasi bisnis infrastruktur guna membangun kepercayaan pemangku kepentingan dan menarik investor.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?
KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa
Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi
Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya
Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan
Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum
Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan
Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi ESG, PalmCo Catat Penurunan Emisi 28,88 Persen

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:23

PSI NTB Targetkan Dua Kursi di DPR RI, Kaesang Minta Kader Turun ke Akar Rumput

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:45

Bank NTB Syariah Tegaskan Transparansi dan Kepatuhan Hukum Terkait Isu KC Dompu

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:59

Pemrpov NTB Anggarkan Penghasilan Tambahan bagi Guru PPPK-PW Sebagai Kado Hardiknas

Senin, 27 April 2026 - 15:58

DPRD Sepakati Ranperda Strategis, Haji Ahkam: Perkuat Layanan Publik dan Kelembagaan Daerah

Jumat, 24 April 2026 - 08:26

Sorotan DPRD: Saatnya Nakes P3K Paruh Waktu Dapat Jaminan Kesejahteraan

Kamis, 23 April 2026 - 21:03

Semua Jemaah Terpantau Sehat, JCH Kloter 2 Lombok Tengah Tiba di Tanah Suci

Kamis, 23 April 2026 - 19:48

CSD Samara Ubah Wajah Desa Montong Ajan: Dari Kesehatan hingga Pendidikan Melesat

Kamis, 23 April 2026 - 16:25

Komisi III DPR RI Atensi Aduan Tiga Terdakwa Gratifikasi DPRD NTB

Berita Terbaru

Teknologi

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00