LindungiHutan Hadirkan “Pohon Seduh”, Merchandise Ramah Lingkungan untuk Mengajak Publik Menanam di Rumah - Koran Mandalika

LindungiHutan Hadirkan “Pohon Seduh”, Merchandise Ramah Lingkungan untuk Mengajak Publik Menanam di Rumah

Senin, 8 Desember 2025 - 15:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, 4 Desember 2025 — LindungiHutan memperkenalkan Pohon Seduh, sebuah inovasi merchandise ramah lingkungan yang menggabungkan kemudahan, kreativitas, dan edukasi dalam satu pengalaman menanam yang dapat dilakukan siapa saja. Terinspirasi dari konsep sederhana “menyeduh mie instan”, Pohon Seduh dirancang untuk memberikan pengalaman menanam yang intuitif dan menyenangkan, sekaligus menghadirkan alternatif merchandise yang lebih berkelanjutan bagi berbagai acara dan kampanye.

Pohon Seduh hadir dalam bentuk kemasan mangkuk kraft ramah lingkungan berisi media tanam rockwool, benih, dan pupuk organik cair yang sudah siap digunakan. Produk ini tidak hanya menawarkan estetika, tetapi juga nilai fungsional dan edukatif, sehingga cocok untuk kalangan umum, keluarga, anak-anak, hingga peserta kampanye lingkungan. Dua varian tanaman cepat tumbuh disediakan untuk pengguna, yaitu Kangkung (Ipomea reptans) dan Tomat Cherry Rampai (Solanum pimpinellifolium), keduanya dipilih untuk memberikan pengalaman menanam yang mudah sekaligus memuaskan.

Untuk mulai menanam, pengguna cukup membuka kemasan, merendam rockwool selama kurang lebih 30 menit hingga menyerupai proses “menyeduh”, membuat lubang-lubang kecil untuk benih, lalu menyiram tanaman secara rutin dua kali sehari. Setelah hari ketujuh, tanaman dapat diberikan nutrisi tambahan menggunakan pupuk organik cair (POC) yang telah disertakan.

Pengujian internal LindungiHutan menunjukkan hasil pertumbuhan yang sangat baik. Kangkung menunjukkan tingkat tumbuh 14 dari 15 benih dan dapat dipanen dalam waktu sekitar 30 hari, sementara tomat cherry menunjukkan tingkat tumbuh 9 dari 9 benih dan memiliki masa panen sekitar dua hingga tiga bulan. Untuk mendukung keberhasilan ini, rockwool dipilih sebagai media tanam utama karena mampu mengikat kelembaban dengan optimal, menjaga stabilitas fase awal pertumbuhan, serta mempercepat proses perkecambahan. Karakteristik ini sekaligus menguatkan konsep unik “seduh dan tumbuhkan” yang diusung oleh Pohon Seduh.

Lebih dari sekadar produk tanam, Pohon Seduh dirancang sebagai merchandise yang berdampak, menghubungkan pengalaman menanam dengan nilai keberlanjutan yang relevan bagi perusahaan, komunitas, dan publik. Produk ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti aktivasi kampanye lingkungan, acara internal dan eksternal, bundling produk perusahaan, kegiatan edukasi seperti EducaTree, hingga program penghijauan massal seperti CorporaTree. Kemasan Pohon Seduh juga dapat dikustomisasi dan diintegrasikan dengan kampanye tertentu, memungkinkan pengguna terhubung dengan informasi, program, atau gerakan lingkungan yang lebih luas. Fleksibilitas ini menjadikan Pohon Seduh bukan hanya souvenir, tetapi juga medium komunikasi dan edukasi yang dapat disesuaikan dengan tujuan kolaborasi.

LindungiHutan sebagai platform kolaborasi lingkungan terus berkomitmen menghadirkan inovasi yang mendekatkan masyarakat pada aksi penghijauan yang mudah dan relevan di kehidupan sehari-hari. Pohon Seduh menjadi salah satu upaya untuk mengajak publik merasakan bagaimana merawat tanaman dapat menjadi aktivitas sederhana namun bermakna, sekaligus berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan. Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, LindungiHutan berharap Pohon Seduh dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk mulai menanam, merawat, dan memahami pentingnya menjaga ekosistem sejak dari rumah.

Baca Juga :  Beasiswa Gradify 2025 Resmi Dibuka: Akses Pendidikan & Karier hingga Rp18 Juta/Semester Tanpa Syarat IPK atau Prestasi

Pihak yang ingin menjajaki kolaborasi, kerja sama kampanye, atau mengintegrasikan Pohon Seduh dalam kegiatan publik, pendidikan, maupun korporasi, dipersilakan menghubungi tim LindungiHutan untuk informasi lebih lanjut. Bersama, kita dapat menghadirkan pengalaman menanam yang sederhana namun berdampak, dan menggerakkan lebih banyak langkah kecil menuju masa depan yang lebih hijau.

About LindungiHutan

LindungiHutan adalah start-up lingkungan yang berfokus pada aksi konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Sebanyak 1 juta pohon telah ditanam bersama lebih dari 600+ brand dan perusahaan. Kami menggandeng masyarakat lokal di 30+ lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia. Kami menghadirkan beberapa program seperti Corporatree, Collaboratree dengan skema Product Bundling, Service Bundling dan Project Partner, serta program Carbon Offset.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Meluncur di IIMS 2026, AEROX ALPHA Pamerkan Warna & Grafis Anyar yang Anti-Mainstream
Inovasi Untuk IKN Dari IA-ITB Kaltim Hadirkan Ganesha Hub
FLOQ Dukung Bulan Literasi Kripto 2026 dan Penguatan Literasi Aset Digital di Indonesia
Kontribusi Freeport ke Negara Sentuh Rp 187 Triliun
Kesalahan Psikologis yang Sering Dilakukan Trader di Pasar Keuangan
Hari Pertama WFH ASN, Pengguna LRT Jabodebek Turun 10 Persen, Layanan Tetap Optimal
Promo Hadiah Miliaran Kian Ramai, Pemenang Baru Terus Bermunculan
IA-ITB Kaltim Luncurkan Ganesha Hub untuk Akselerasi Inovasi , Teknologi & Ekonomi Kreatif , Persiapan Untuk Kaltim Pasca Migas & Batubara

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:05

Gubernur Iqbal Dorong MUI Lebih Sensitif Terhadap Kasus Kekerasan Seksual

Sabtu, 11 April 2026 - 10:49

Rapat dengan Menteri ATR/BPN, Gubernur Iqbal Singgung Aset Daerah yang Belum Bersertifikat

Jumat, 10 April 2026 - 10:57

Anjlok ke Peringkat 22, Pemprov NTB Tancap Gas Benahi Keterbukaan Informasi

Kamis, 9 April 2026 - 20:55

Selain Sekda, Gubernur Iqbal Lantik Puluhan Pejabat NTB: Langkah Besar Isi Kekosongan dan Perkuat Kinerja Daerah

Rabu, 8 April 2026 - 18:58

Mi6 Dukung Kebijakan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah

Rabu, 8 April 2026 - 18:53

Pemprov NTB Bentuk Satgas, Antisipasi Penumpukan Angkutan Ternak saat Idul Adha

Rabu, 8 April 2026 - 08:34

NTB Petakan Destinasi Wisata Terbaik

Selasa, 7 April 2026 - 22:01

Disperindag NTB Sebut Belum Terima Laporan Soal Kenaikan Harga Plastik

Berita Terbaru

Teknologi

Inovasi Untuk IKN Dari IA-ITB Kaltim Hadirkan Ganesha Hub

Minggu, 12 Apr 2026 - 21:00