Pemprov NTB Bentuk Satgas, Antisipasi Penumpukan Angkutan Ternak saat Idul Adha - Koran Mandalika

Pemprov NTB Bentuk Satgas, Antisipasi Penumpukan Angkutan Ternak saat Idul Adha

Rabu, 8 April 2026 - 18:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), membetuk satuan tugas (Satgas) untuk mengantisipasi penumpukan angkutan ternak menjelang Idul Adha.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Ervan Anwar, mengatakan pembentukan satgas ini sebagai salah satu langkah untuk mengurai potensi permasalahan di lapangan.

“Satgas ini dibentuk untuk memastikan pengaturan berjalan optimal di lapangan. Kami sudah berkoordinasi dengan asosiasi peternak dan instansi terkait agar proses distribusi ternak dapat berjalan lancar dan terukur,” kata Ervan, Rabu (8/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, lanjut Ervan, Dishub NTB juga melakukan perluasan buffer zone atau area penyangga parkir di sekitar pelabuhan.

Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pengangkut ternak yang biasanya meningkat signifikan menjelang Idul Adha.

“Buffer zone kita siapkan lebih luas agar kendaraan tidak menumpuk di dalam pelabuhan. Ini bagian dari mitigasi kemacetan yang kerap terjadi setiap tahun,” lanjut Ervan.

Baca Juga :  Jaga Kelancaran Arus Balik Mudik, Dishub NTB Siapkan Tambahan Armada Kapal

Dari sisi hulu, pengaturan jadwal keberangkatan ternak juga diperkuat dengan melibatkan Dinas Peternakan.

Distribusi ternak dari wilayah sentra seperti Bima dan Sumbawa akan diatur secara bertahap menyesuaikan kondisi di pelabuhan.

“Kalau dari hulunya sudah diatur, insyaAllah tidak ada kemacetan. Jadi pengendalian ini tidak hanya di pelabuhan, tapi juga sejak dari daerah asal ternak,” jelas Ervan.

Untuk mendukung kelancaran arus logistik, Dishub NTB juga mengoptimalkan fasilitas pelabuhan dengan menambah jumlah dermaga operasional.

Dari sebelumnya dua dermaga, kini ditingkatkan menjadi tiga dermaga guna mengakomodasi tingginya intensitas pergerakan orang dan barang.

“Untuk penambahan dermaga masih proses usulan ke ASDP sebagai pengelola pelabuhan kayangan poto tano, dari 2 yang ada sekarang manjadi 3 pelabuhan,” ucap Ervan.

Tak hanya itu, alternatif pengangkutan melalui program tol laut juga dimaksimalkan. Kapal tol laut dengan kapasitas hingga 500 ekor ternak per perjalanan disiapkan sebagai opsi distribusi tambahan ke Pulau Jawa.

Baca Juga :  Puncak Arus Balik Mudik Diprediksikan pada H+5 hingga H+7 Lebaran

“Kami juga mendorong deviasi angkutan ternak melalui jalur tol laut. Deviasi rute yang semula dari Bima ke Tanjung Priok (Jkt) diubah menjadi Bima Tanjung Perak (Sby) sehingga ada percepatan perpindahan ternak dr NTB ke Pulau Jawa karena waktu tempuh sekali angkut menjadi lebih singkat,” ungkapnya.

Dishub NTB juga telah berkoordinasi dengan pemilik kapal dan pemerintah pusat terkait kesiapan armada, termasuk fasilitasi perpanjangan masa docking kapal khusus ternak guna memastikan aspek keselamatan dan keberlanjutan operasional.

Sebagai bentuk dukungan kebijakan, Dishub NTB juga siap mengajukan surat resmi kepada kementerian terkait apabila diperlukan, termasuk untuk penguatan regulasi dan sosialisasi kepada para pelaku usaha angkutan ternak. (*)

Berita Terkait

Sinergi Berlanjut, Bank NTB Syariah Dukung Optimalisasi SP2D Online di Lombok Tengah
Mensos Ajak Seluruh Kades di NTB Hidupkan Puskesos
Refleksi atas Instruksi Ketua Umum dan Kegelisahan Lapangan tentang Ketahanan Pangan
Kemiskinan di NTB Turun Drastis dalam Setahun Terakhir
Pengiriman Ternak 2026 Lebih Tertata, NTB Klaim Sistem Makin Membaik
Sekolah Rakyat di NTB Jadi Harapan Baru Anak Rentan, Fasilitas Lengkap dan Aman
Wamendikdasmen Tegas: Iuran Sekolah Boleh, Tapi Pungli Haram
Pemrpov NTB Gelontorkan Dana Rp 128 Miliar untuk Program Desa Berdaya Tahun Ini

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 06:50

Mensos Ajak Seluruh Kades di NTB Hidupkan Puskesos

Kamis, 16 April 2026 - 17:57

Refleksi atas Instruksi Ketua Umum dan Kegelisahan Lapangan tentang Ketahanan Pangan

Kamis, 16 April 2026 - 16:34

Kemiskinan di NTB Turun Drastis dalam Setahun Terakhir

Rabu, 15 April 2026 - 18:11

Pengiriman Ternak 2026 Lebih Tertata, NTB Klaim Sistem Makin Membaik

Selasa, 14 April 2026 - 18:16

Sekolah Rakyat di NTB Jadi Harapan Baru Anak Rentan, Fasilitas Lengkap dan Aman

Selasa, 14 April 2026 - 16:37

Wamendikdasmen Tegas: Iuran Sekolah Boleh, Tapi Pungli Haram

Senin, 13 April 2026 - 15:41

Pemrpov NTB Gelontorkan Dana Rp 128 Miliar untuk Program Desa Berdaya Tahun Ini

Minggu, 12 April 2026 - 11:05

Gubernur Iqbal Dorong MUI Lebih Sensitif Terhadap Kasus Kekerasan Seksual

Berita Terbaru