Marak Kasus Penipuan Jual Beli Lokasi SPPG, BGN Buka Suara - Koran Mandalika

Marak Kasus Penipuan Jual Beli Lokasi SPPG, BGN Buka Suara

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan tidak ada pemungutan biaya dalam proses pengajuan hingga verifikasi untuk menjadi mitra. Penegasan itu disampaikan usai banyaknya kasus penipuan dan penggelapan jual beli lokasi SPPG yang mengatasnamakan BGN.

Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, mengatakan kasus seperti ini terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

“Beberapa kasus yang telah ditangani, di Polda Jawa Barat sudah ada 4 tersangka. Beberapa waktu lalu sudah datang ke Kantor Badan Gizi Nasional, sekitar 20 orang yang menjadi korban penipuan yayasan juga yang mengatasnamakan orang-orang yang mempunyai relasi dengan para pejabat BGN,” katanya dalam konferensi pers di Polda NTB, Jumat (29/5).

Dari setiap kasus yang ditemukan, Sony menyampaikan, tidak ada keterlibatan para personel BGN.

“Karena modusnya itu senantiasa mengatakan kenal dengan pejabat BGN, atau keponakan, atau relasi, dan lain-lain, dan bermodalkan foto,” ucapnya.

Sony menjelaskan proses pengajuan persyaratan untuk menjadi mitra sepenuhnya dilakukan dengan mekanisme daring. Sehingga, calon mitra tidak bertemu langsung dengan panitia pusat.

“Pada prinsipnya proses pengajuan persyaratan untuk menjadi mitra BGN dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis itu dilakukan secara online. Tidak bertemu panitia di pusat, hanya bertemu dengan para pelaksana survei lapangan saja,” jelasnya.

Hal itulah yang dimanfaatkan oleh oknum-oknum tersebut untuk menipu korbannya.

“Karena pendaftaran dilakukan secara online, verifikasi administrasi juga secara online, namun ternyata banyak yang memanfaatkan mekanisme tersebut untuk keuntungan pribadi,” lanjutnya.

Baca Juga :  NTB Bermunajat, Doa Bersama Sambut HUT NTB ke-67

Kasus Serupa di Lombok Timur

BGN juga menyoroti kasus serupa yang terjadi di Kabupaten Lombok Timur. Sony mengatakan modus yang digunakan sama, yakni mengatasnamakan BGN.

“Dari kasus ini yang saya perdalam dalam diskusi barusan dengan kasat reskrim itu juga sama, terduga ini juga menggunakan modus yang sama,” katanya.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar segera melapor ke pihak berwajib apabila merasa dirugikan oleh para oknum tersebut.

“Apabila ada masyarakat yang merasa dirugikan oleh perbuatan oknum-oknum tersebut silahkan melapor ke aparat penegak hukum untuk diproses,” tegasnya. (dik)

Berita Terkait

BBPOM Mataram Sita Obat dan Kosmetik Ilegal Senilai Puluhan Juta Selama 2026
Bank NTB Syariah Bawa Pelabuhan Senggigi ke Era Digital
Harga BBM Naik Tajam, Ibu Rumah Tangga Menjerit: Semua Serba Mahal
Mengenal Bung Heru, Sosok Pendiri Direktur Seniman Hukum Law Firm
Pembukaan MTQ NTB Sukses Digelar, Gubernur Iqbal: Sebagai Warga Loteng Saya Bangga
Tiga Ribu Peserta dari Berbagai Kontingen Turut Meriahkan Pawai Taaruf MTQ NTB 2026
Grand Launching Asosiasi Beef NTB, Dorong Peternakan Modern dan Libatkan Generasi Muda
LPA Beberkan Kronologi Dugaan Pembakaran Santri oleh Kakak Kelasnya di Lombok Tengah

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:00

Jalankan Peran Penggerak Hilirisasi, MIND ID Optimalkan Kontribusi Bagi Negara

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:00

KAI Daop 2 Bandung Siap Layani Pelanggan Pada Libur Akhir Pekan Dan Tahun Baru Islam 1448 H

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:00

Kolaborasi TJSL Antar-BUMN, SUCOFINDO Dorong Pemerataan Pendidikan melalui Program Literasi Negeri di Nusa Tenggara Timur

Sabtu, 13 Juni 2026 - 00:00

IFG Life Kembali Hadir Sebagai Official Insurance Partner BTN JAKIM 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:00

Dukung Hilirisasi Riset, Wamenko Pangan Luncurkan Inovasi Faspol 5.0 dan Kompetisi PFsains 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:00

Tingkatkan Komitmen Melayani Sepenuh Hati Menjelang Periode Libur Sekolah, Jasa Marga Optimalkan Respons Real-Time melalui One Call Center 133

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:00

Harga Emas Pekan Kedua Juni Berpotensi Konsolidasi Setelah Reli Tajam

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:00

Volatilitas Rupiah Dorong Diversifikasi Portofolio, BRI-MI Tawarkan Alternatif Investasi Dolar

Berita Terbaru