Menghadapi Tantangan Iklim, Engineered Wood Kian Dilirik Desainer Indonesia - Koran Mandalika

Menghadapi Tantangan Iklim, Engineered Wood Kian Dilirik Desainer Indonesia

Selasa, 15 Juli 2025 - 12:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perubahan iklim yang semakin nyata di Indonesia, dengan suhu tinggi, kelembapan ekstrem, hingga hujan yang datang tak menentu, mulai memengaruhi cara kita memilih material untuk interior. Desain yang sebelumnya hanya mengutamakan estetika, kini bergeser ke arah yang lebih adaptif dan tangguh terhadap kondisi lingkungan.

Dalam arsitektur dan desain interior, kayu tetap menjadi material favorit berkat kehangatan dan keindahannya yang alami. Namun di iklim tropis, penggunaannya membutuhkan pertimbangan tambahan. Kelembapan tinggi serta fluktuasi suhu dapat memicu perubahan bentuk pada kayu seperti melengkung, melintir, atau bahkan retak, yang pada akhirnya memengaruhi tampilan maupun fungsi ruang secara keseluruhan.

Menjawab tantangan ini, engineered wood mulai dilirik sebagai solusi material yang lebih stabil secara teknis. Berkat struktur berlapis, engineered wood memiliki ketahanan dimensi yang lebih baik dibandingkan kayu solid, terutama dalam menghadapi perubahan suhu dan tingkat kelembapan yang tinggi. Tak heran jika material ini semakin banyak digunakan dalam proyek interior tropis, baik untuk hunian maupun ruang komersial.

Melihat kebutuhan tersebut, AIA Timber Group— produsen kayu lokal dengan pengalaman panjang di proyek berskala besar, memperkenalkan lini engineered wood. Produk ini menggabungkan teknologi modern dan seleksi bahan berkualitas untuk menghasilkan material kayu yang tidak hanya tampil alami, tetapi juga mampu menjawab tantangan iklim tropis secara fungsional.

Struktur engineered wood dari AIA Timber Group terdiri atas lapisan permukaan dari kayu solid pilihan untuk mempertahankan tampilan autentik, serta inti dan lapisan bawah dari plywood tahan air yang tetap stabil dalam kondisi lembap. Ketiga lapisan ini direkatkan menggunakan teknologi adhesive asal Jerman yang telah terbukti memiliki daya rekat dan daya tahan tinggi.

Struktur engineered wood terdiri dari tiga lapisan utama yang dirancang untuk menjaga tampilan kayu alami sekaligus memberikan kestabilan dimensi di iklim tropis.

“Sebagai produsen kayu, kami memahami bahwa setiap proyek memiliki tantangan unik, terutama dalam iklim tropis. Engineered wood ini kami kembangkan untuk memberikan performa teknis lebih baik di area tertentu tanpa mengorbankan estetika kayu alami,” ungkap Mr. Tee, Founder dan CEO AIA Timber Group.

Baca Juga :  PT KAI Daop 8 Sesalkan Pengendara Terobos Perlintasan Hingga Ganggu Perjalanan KA Turangga

Menurutnya, engineered wood membuka peluang baru bagi interior tropis di Indonesia yang memungkinkan penggunaan kayu secara lebih fleksibel dan aman, bahkan di ruang dengan kelembapan tinggi atau suhu yang tidak stabil. Dengan tingkat muai-susut yang rendah dan daya tahan yang lebih terukur, material ini menjadi alternatif yang cerdas dan elegan.

Pendekatan ini memungkinkan ruang-ruang interior tetap menonjolkan karakter kayu, namun dengan solusi yang lebih sesuai secara teknis. Hasilnya, ruang tidak hanya tampil indah dan natural, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan iklim yang kian dinamis.

Dari rumah tinggal hingga butik dan ruang komersial, engineered wood kini menjadi bagian dari strategi desain tropis yang modern. Dengan memperkenalkan produk ini ke pasar lokal, AIA Timber Group berharap dapat memperluas pemahaman bahwa kayu tetap bisa digunakan secara elegan dan efisien, bahkan di tengah tantangan iklim yang terus berubah.

Berita Terkait

Prodia Hadirkan ‘Advanced Lipid Profile’, Pemeriksaan Risiko Kardiovaskular yang Lebih Komprehensif dan Personal
5 Hal yang Membuat Kamu Sulit Membayar Cicilan
FLOQ Listing PONS dari Robinhood Chain, Kenali Fungsi dan Ekosistemnya
Penyebab Dokumen Bertanda Tangan Elektronik Ditolak Mitra atau Bank
Bitcoin Kembali Tembus US$80.000, Aset Kripto Ikut Reli
Tren Papan Bunga di Jakarta dan Tangerang: Simbol Perhatian yang Tak Lekang Waktu
SUCOFINDO GANDENG RUANGGURU CETAK TALENTA MUDA SEBAGAI KATALISATOR INOVASI BERKELANJUTAN
OSL Indonesia Perkuat Fokus pada Kebutuhan Investor, di Tengah Volatilitas Global dan Industri Kripto yang Kian Matang

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 01:02

Prodia Hadirkan ‘Advanced Lipid Profile’, Pemeriksaan Risiko Kardiovaskular yang Lebih Komprehensif dan Personal

Senin, 21 September 2026 - 18:02

5 Hal yang Membuat Kamu Sulit Membayar Cicilan

Senin, 21 September 2026 - 16:02

Penyebab Dokumen Bertanda Tangan Elektronik Ditolak Mitra atau Bank

Senin, 21 September 2026 - 14:02

Bitcoin Kembali Tembus US$80.000, Aset Kripto Ikut Reli

Senin, 21 September 2026 - 14:02

Tren Papan Bunga di Jakarta dan Tangerang: Simbol Perhatian yang Tak Lekang Waktu

Senin, 21 September 2026 - 12:06

SUCOFINDO GANDENG RUANGGURU CETAK TALENTA MUDA SEBAGAI KATALISATOR INOVASI BERKELANJUTAN

Senin, 21 September 2026 - 12:06

OSL Indonesia Perkuat Fokus pada Kebutuhan Investor, di Tengah Volatilitas Global dan Industri Kripto yang Kian Matang

Senin, 21 September 2026 - 11:01

Telkom AI Center Malang Perluas Akses Pembelajaran AI untuk Pengembangan Web App

Berita Terbaru

Teknologi

5 Hal yang Membuat Kamu Sulit Membayar Cicilan

Senin, 21 Sep 2026 - 18:02

NTB Terkini

Gemilang di Semarang, NTB Naik ke Peringkat 9 MTQ Nasional

Senin, 21 Sep 2026 - 17:47