Menjaga Ketahanan Pangan melalui Pemberdayaan Peternak Sapi Perah Lokal - Koran Mandalika

Menjaga Ketahanan Pangan melalui Pemberdayaan Peternak Sapi Perah Lokal

Jumat, 28 Juni 2024 - 16:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yayasan Rumah Energi (YRE), Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM), Danone Ecosystem dan PRISMA sejak tahun 2023 telah menjalankan program kolaborasi Local Milk Sourcing (LMS) yang menyasar peternak lokal dan koperasi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Susu memiliki
peranan penting dalam ketahanan pangan, karena selain menjadi sumber nutrisi
bagi tubuh, susu juga berkontribusi pada rantai ekonomi dan sosial yang
menyokong kesejahteraan masyarakat terutama di tingkat tapak.

Sayangnya, jumlah
konsumsi susu masyarakat Indonesia masih belum memenuhi standar Food and
Agriculture Organization (FAO). Tercatat pada
tahun 2020, konsumsi susu masyarakat Indonesia baru sekitar 16,27 kg/kapita atau setara dengan 46 ml/kapita/hari. Sedangkan menurut FAO, tingkat konsumsi tersebut paling tidak sekitar 85
ml/kapita/hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian tahun 2020 menyebutkan, produksi susu
Indonesia sebesar 2,6 juta liter/hari hanya mampu menyuplai 22-23% kebutuhan
konsumsi susu nasional.

Untuk memenuhi kebutuhan susu nasional, negara sangat
bergantung pada susu bubuk impor. Sedangkan, para peternak sapi perah lokal
sebagian besar belum memiliki kemampuan dalam praktik peternakan yang baik,
belum melakukan investasi pada infrastruktur, serta belum memiliki sarana
produksi ternak yang berkualitas baik.

Produksi susu lokal dihasilkan oleh
584.000 ekor sapi, dimana 40-50% populasi
sapi merupakan sapi produktif dan didominasi oleh peternak rakyat dengan
kepemilikan 2-3 ekor sapi/peternak produktif.

Kementerian
Pertanian telah mengindikasikan adanya penurunan produksi susu sejak tahun 2019-2020 menjadi 947.685 ton pada
tahun 2020.

Image

Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan nasional, meningkatkan
penghidupan para peternak sapi perah skala
kecil dan memenuhi prioritas nasional dalam memerangi stunting, pemerintah telah menetapkan target untuk sektor susu
dengan meningkatkan populasi sapi perah, produktivitas, kualitas susu, membuka akses pembiayaan, dan membangun kemitraan di industri.

Baca Juga :  KemenBUMN Siapkan Skema Pembiayaan Rumah yang Ramah bagi Gen Z: Solusi Hunian Terjangkau untuk Masa Depan

Ratih Anggraeni,
Head of Climate & Stewardship Danone Indonesia
menegaskan, dengan
dukungan dan pendampingan yang tepat,
peternak sapi perah lokal memiliki
potensi yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan susu nasional.

“Danone
berkomitmen untuk menjadikan susu sebagai pangan bernutrisi yang mudah
dijangkau masyarakat, hal ini dapat tercapai dengan berbagai upaya dan adaptasi
yang berfokus pada pengembangan peternak dan koperasi susu lokal juga inovasi
dalam pemeliharaan sapi,” tegas Ratih.

Di Indonesia,
peternak sapi perah lokal menghadapi tantangan berupa rendahnya produktivitas ternak, terbatasnya pengetahuan tentang Praktik Peternakan Sapi Perah yang
Baik, terbatasnya akses terhadap pembiayaan untuk membeli dan meningkatkan
kualitas sarana produksi ternak serta terbatasnya akses terhadap praktik dan
teknologi pengelolaan limbah.

Faktor lain yang menjadi
tantangan adalah produksi
susu yang menurun
akibat adanya wabah Penyakit
Mulut dan Kaki (PMK) yang berdampak pada kematian sapi dan produksi
susu menurun hingga 40%.

Selain itu, sanitasi yang buruk pada kandang sapi akibat kotoran yang
tidak dikelola menimbulkan dampak pencemaran air dan tanah, serta gas rumah
kaca. Berbagai keterbatasan yang dihadapi
peternak tersebut
berpengaruh pada rendahnya kualitas susu
yang dihasilkan.

Dalam konteks
Indonesia, peternak sapi perah sangat bergantung pada
koperasi lokal dalam hal pendanaan, pengelolaan bisnis, dan berbagi pengetahuan. Meskipun demikian, koperasi lokal juga menghadapi tantangan
serupa yaitu terbatasnya kapasitas pengelolaan peternakan dan kesehatan, model bisnis, pengelolaan keuangan dan organisasi. Karena ketergantungan ini, intervensi
perlu dilakukan pada kedua pihak.

Baca Juga :  Hari Terakhir Periode Libur Imlek, Volume Penumpang KA di Wilayah Daop 4 Semarang Capai 45 Ribu Lebih

Yayasan Rumah Energi (YRE),
Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM), Danone Ecosystem
dan PRISMA sejak tahun 2023 telah menjalankan program kolaborasi Local Milk Sourcing (LMS) yang menyasar
peternak lokal dan koperasi di Jawa Tengah
dan Daerah Istimewa
Yogyakarta (DIY).

Program LMS memiliki beberapa sasaran spesifik,
diantaranya: 1) Meningkatkan kapasitas dan pengetahuan bagi koperasi dan
peternak dalam praktik peternakan yang baik
dan peningkatan bisnis susu; 2) Penguatan infrastruktur untuk memperkuat
pengelolaan usaha susu
segar, pencatatan digital terkait susu, ternak dan kesehatan
hewan; 3) Uji coba dan inovasi untuk meningkatkan
efisiensi kerja, produktivitas, dan peningkatan kualitas kerja peternak; serta
4) Peningkatan pengelolaan lingkungan bagi peternak sapi perah skala kecil
melalui biogas untuk mengurangi limbah kotoran ternak dan emisi metana.

Sumanda Tondang,
Direktur Eksekutif Yayasan
Rumah Energi
menjelaskan, sejak dimulainya
proyek pada Januari 2023, LMS telah melakukan intervensi pada penerapan Praktik
Peternakan Sapi Perah yang Baik atau Good
Dairy Farming Practices
.

“Melalui
program LMS ini kami memberikan
pelatihan dan pendampingan intensif kepada peternak sapi perah lokal untuk
meningkatkan produktivitas serta kualitas susu yang dihasilkan. Selain itu,
kami juga memfasilitasi 3 (tiga) koperasi lokal untuk peningkatan kapasitas melalui
rangkaian kegiatan pelatihan, memberikan akses energi terbarukan biogas,
serta pengadaan sarana penunjang unit
pengolahan susu dan juga peternakan,
karena tidak dapat dipungkiri
bahwa koperasi memiliki peranan penting dalam rantai
bisnis susu khususnya di tingkat tapak. Harapannya program LMS ini akan
membantu peternak untuk mencapai ketahanan pangan dan energi.” jelas
Sumanda.

Berita Terkait

Investor Wajib Tahu: Proyek Energi Microsoft Ini Bisa Ubah Arah Pasar Global
Restrukturisasi Keuangan Perkuat Kinerja 2025: Krakatau Steel Catat Laba USD 339,6 Juta dan Penguatan Ekuitas
Bittime Hadirkan Kemudahan Investasi Emas Digital $XAUT dan Silver $SLVON dengan Imbal Hasil hingga 10% APY
Hisense Kenalkan TV Flagship 116inci RGB MiniLED UXQ dan Laser Cinema L9Q di ASEAN Partner Conference 2026
Dewaweb Hadirkan SCALECON 2026 di Surabaya: Gerakan Nyata untuk Implementasi AI bagi Pebisnis
Perkuat Peran dalam Menyukseskan Momen Idulfitri 2026, KAI Logistik Kelola Pengiriman 3.133 Ton
Ini Alasan Hoops Indonesia jadi Destinasi Wajib Anak Basket
MiiTel Meetings Kini Terintegrasi dengan Webex

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 14:31

Satgas MBG NTB Respons Dua Warga Loteng yang Dilaporkan Usai Viralkan Menu MBG

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:34

Bizam Layani 167 Ribu Penumpang Selama Angkutan Lebaran

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:19

Pemerintah Pastikan Tak Ada Kenaikan Harga BBM per 1 April 2026

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:09

41 Jemaah Umrah NTB Diduga Terlantar, Kemenhaj Surati Pihak Penyelenggara

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:04

Dinas ESDM NTB Sebut LPG 3 Kg Langka Imbas Meningkatnya Kebutuhan saat Lebaran

Senin, 30 Maret 2026 - 17:22

Seribu KDKMP di NTB Miliki Legalitas Usaha, Penguatan Aktivitas Usaha jadi Fokus Pembinaan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 05:53

Rakornas HIMBARSI 2026 Dipastikan Berlangsung di Lombok

Kamis, 26 Maret 2026 - 09:15

Tarif Angkutan Antar Kota Masih Sama untuk Arus Balik Mudik

Berita Terbaru