Satgas MBG NTB Respons Dua Warga Loteng yang Dilaporkan Usai Viralkan Menu MBG - Koran Mandalika

Satgas MBG NTB Respons Dua Warga Loteng yang Dilaporkan Usai Viralkan Menu MBG

Rabu, 1 April 2026 - 14:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram- Satuan Tugas (Satgas) program Makan Bergizi Gratis (MBG) NTB, merespons soal dua warga di Lombok Tengah, yang memviralkan menu MBG dan berujung dilaporkan ke polisi.

Ketua Satgas MBG NTB, Fathul Gani, mengatakan semua bisa memvideokan asalkan sesuai dengan fakta.

Namun, akan menjadi masalah jika video yang disebarluaskan itu berbeda dengan kondisi sebenarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ya kita lihat ke kasuitisnya, sekarang siapa saja bisa kalau faktanya benar, kalau faktanya tidak benar itu yang masalah,” katanya, Rabu (1/4).

Dia menegasakan ada aturan yang harus dipahami sebelum mempublikasikan video terkait masalah menu MBG. Jangan sampai video yang disebarluaskan mengganggu operasional SPPG.

Baca Juga :  Pemprov NTB Usulkan 8 Event Wisata Masuk KEN 2026, Event "Bau Nyale" Tak Masuk

“Semua bisa mengawasi ini tapi ada tahapan aturan yang sudah disepakati. Paling elegan itu ya bagaimana tampilan, kita lihat tampilan menu yang ditampilkan. Jangan sampai menggerodok sampai ke dapur, kan mengganggu operasional,” ucapnya.

Dia menuturkan tidak ada larangan untuk memviralkan, jika itu sebagai bentuk pengawasan.

“(Boleh) Kalau salah satu sebagai item untuk pengawasan,” tuturnya.

Dia mengimbau kepada seluruh SPPG di NTB untuk tidak memasukan makanan atau buah yang tidak bertahan lama atau cepat busuk.

Baca Juga :  Soal Utang Penyelenggara MXGP Rp 799 Juta ke RSUD NTB, dr. Jack Serahkan ke Pemprov

“Makanya jarang kita merekomendasikan teman-teman kepala dapur itu salak (sebagai menu). Kasian nanti gitu, padahal hanya 2 atau ndak 3 (yang busuk), lalu diviralkan. Kalau diviralkan, BGN itu langsung memberikan SP 1,” imbaunya.

Selain itu, Gubernur NTB juga mengarahkan untuk tetap melakukan monitoring serta memastikan ketersediaan bahan baku pendukung SPPG.

“Sehingga besok kita ada rapat lanjutan dengan dinas terkait, pertanian, peternakan, perdagangan untuk memastikan stok pangan kita tidak terganggu dengan adanya MBG, jangan sampai sedikit dikit MBG yang disalahkan,” tutup Gani. (dik)

Berita Terkait

Akhir 2026, BPR NTB Ditargetkan Resmi Berbasis Syariah
Gubernur NTB Tekankan Soliditas KONI, Mohan Roliskana Terpilih
Mohan Roliskana Rebut Kursi Ketua KONI NTB
Resmi Kenalkan Ketua Baru, PAN NTB Langsung Bidik Target Besar
MotoGP Mandalika: Kerugian Perusahaan dan Dampak Ekonomi adalah Dua Hal Berbeda
275 PMI NTB Dideportasi, Muazzim Akbar Ungkap 3 Penyebab Utama
Hotel Penuh, UMKM Ketiban Rezeki! Ini Dampak MotoGP Mandalika bagi NTB
Iqbal dan Dinda Satu Suara: Marquez! Sembeq Sasak Ikut Mengiringi

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:02

Kedutaan Besar India di Jakarta Luncurkan AI Avatar DEWI untuk Perluas Akses Informasi bagi Masyarakat Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:02

Purana Mempersembahkan “Regal Bloom” di IN2MOTIONFEST x JMFW 2026: Dialog Elegan Antara Timur dan Barat dalam Modest Fashion

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:02

Konsumen Kripto di Indonesia Capai 23,21 Juta, Bittime: Pilihan Aset Digital Semakin Beragam

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:02

Restoran Halal di Bali Nikmati Hidangan Autentik Timur Tengah di Arabian Knight

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:02

Siaran Media – 10 Tahun Astra Property, Perkuat Portofolio Komersial dan Industrial untuk Menjawab Peluang Baru di Pasar Properti Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:02

KAI Logistik Catat Volume Pra-Purna Angkutan CPO Sekitar 62 Ribu Ton, Perkuat Integrasi Rantai Pasok Komoditas Strategis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:02

Gudang Mau Ditambah Lantai Mezanin, Rangkanya Jangan Asal Pilih

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:02

Dukung Akselerasi Keuangan Digital Indonesia, Sanggabiz Rumuskan Peta Jalan Pasca-Lulus Sandbox di Buletin OJK #BeyondInfinity

Berita Terbaru