Peter Brandt: Memprediksi Setelah Koreksi, Bitcoin Dapat Mencapai USD $90.000 - Koran Mandalika

Peter Brandt: Memprediksi Setelah Koreksi, Bitcoin Dapat Mencapai USD $90.000

Rabu, 7 Agustus 2024 - 19:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peter Brandt memperkirakan bahwa Bitcoin bisa mencapai harga USD $90.000 setelah mengalami koreksi harga baru-baru ini. Ia melihat potensi pertumbuhan yang signifikan setelah pergerakan pasar yang sempat terkoreksi. Di sisi lain, JPMorgan menyatakan bahwa Bitcoin saat ini dinilai terlalu tinggi dan memberikan penilaian nilai wajar sebesar USD $53.000. Menurut JPMorgan, meskipun Bitcoin mengalami lonjakan harga, nilai sebenarnya lebih rendah dibandingkan dengan harga pasar saat ini.

Menurut Peter Brandt, seorang trader komoditas terkenal, menyatakan bahwa ada potensi bagi Bitcoin untuk mencapai harga USD $90.000 setelah mengalami koreksi harga terbaru bitcoin. Brandt berpendapat bahwa dalam perdagangan, risiko harus dianalisis berdasarkan asumsi yang ada, dan strategi trading sebaiknya dibangun berdasarkan probabilitas yang realistis. Menurutnya, pendekatan yang hati-hati dan terukur penting dalam merencanakan langkah-langkah investasi, dengan mempertimbangkan kemungkinan pergerakan harga di masa depan. Untuk mendapatkan informasi pergerakan harga Bitcoin di masa depan juga bisa dipantau melalui news yang disediakan oleh aplikasi Nanovest, berita-berita ini bisa kamu akses melalui website resmi dan juga melalui salah satu fitur Nanovest yaitu, Nanosocial dimana kamu bisa bertukar dan berbagi insight seputar dunia investasi

Brandt juga mengingatkan bahwa meskipun Bitcoin menunjukkan pemulihan yang cepat di bulan lalu, ada kemungkinan aset kripto terkenal ini tetap akan mengalami tren penurunan yang berlanjut. Peringatan ini menyoroti bahwa meskipun ada lonjakan harga yang positif, kondisi pasar secara keseluruhan bisa tetap rentan terhadap penurunan lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keadaan Bitcoin Saat ini dan Masa Lalu

Bulan lalu, Bitcoin mengalami penurunan yang cukup drastis hingga mencapai level USD $53.000. Namun, harga Bitcoin mengalami pemulihan yang cepat, yang mendorong nilai aset kripto tersebut kembali meningkat. Pemulihan harga yang tajam ini menyebabkan perubahan signifikan dalam sentimen pasar. Sentimen yang awalnya dipenuhi oleh ketakutan dan kekhawatiran kini bergeser menjadi keserakahan dan optimisme. Para investor merespons dengan positif terhadap pemulihan yang pesat ini, sehingga suasana pasar menjadi lebih penuh dengan antusias.

Brandt memperingatkan bahwa pemulihan harga Bitcoin yang cepat ini mungkin menipu dan tidak sepenuhnya menggambarkan situasi pasar yang sebenarnya. Meskipun Bitcoin telah mencapai level tertinggi dan terendah yang lebih tinggi, yang biasanya dianggap sebagai indikasi tren bullish, ada kekhawatiran bahwa momentum kenaikan ini mungkin mulai melemah. Ini menunjukkan bahwa meskipun Bitcoin menunjukkan tanda-tanda pemulihan, kondisi pasar yang lebih luas bisa saja tidak sekuat yang terlihat. 

Baca Juga :  Harga Emas Tertekan, Risiko Turun ke 4.480 Masih Terbuka

Sumber: X @peterlbrandt

Peter Brandt mengamati bahwa pola pergerakan harga Bitcoin saat ini tampak mirip dengan siklus pasar yang terjadi antara tahun 2015 dan 2017. Perbandingan ini menunjukkan bahwa Bitcoin mungkin masih berada dalam fase pasar bullish, yang berarti ada potensi pertumbuhan lebih lanjut. Brandt memperkirakan bahwa dalam siklus bullish ini, Bitcoin berpotensi mencapai harga hingga USD $150.000. Ia juga memprediksi bahwa puncak dari pergerakan harga ini mungkin akan terjadi sekitar Agustus 2025, berdasarkan pola historis dan analisis tren saat ini.

Peter Brandt mengamati bahwa pola pergerakan harga Bitcoin saat ini tampak mirip dengan siklus pasar yang terjadi antara tahun 2015 dan 2017. Perbandingan ini menunjukkan bahwa Bitcoin mungkin masih berada dalam fase pasar bullish, yang berarti ada potensi pertumbuhan lebih lanjut. Brandt memperkirakan bahwa dalam siklus bullish ini, Bitcoin berpotensi mencapai harga hingga USD $150.000. Ia juga memprediksi bahwa puncak dari pergerakan harga ini mungkin akan terjadi sekitar Agustus 2025, berdasarkan pola historis dan analisis tren saat ini.

Penilaian JPMorgan terhadap Bitcoin

Sebaliknya, JPMorgan mengungkapkan bulan lalu bahwa harga Bitcoin dianggap terlalu tinggi dibandingkan dengan nilai wajarnya. Menurut penilaian dari bank besar ini, nilai wajar Bitcoin seharusnya berada di sekitar USD $53.000. Penilaian ini tidak hanya menarik perhatian investor tetapi juga tampak sejalan dengan penurunan harga Bitcoin yang terjadi pada bulan yang sama. Dengan kata lain, penurunan harga Bitcoin bulan lalu tampaknya mencerminkan kesesuaian dengan estimasi nilai wajar yang ditetapkan oleh JPMorgan, yang menunjukkan bahwa harga saat ini mungkin melebihi nilai intrinsiknya menurut analisis mereka.

Prediksi mengenai arah dan pergerakan harga Bitcoin di masa depan bisa sangat bervariasi, mengingat berbagai faktor yang mempengaruhi pasar kripto. Dengan adanya perbedaan pandangan dan analisis dari berbagai ahli, penting bagi para investor untuk mempertimbangkan berbagai evaluasi dari pakar seperti JPMorgan dan Peter Brandt sebagai acuan dalam membuat keputusan investasi. Evaluasi ini dapat memberikan wawasan yang berharga dan membantu investor untuk memahami potensi risiko serta peluang yang ada, sehingga mereka dapat merencanakan strategi investasi yang lebih terinformasi dan bijaksana.

Baca Juga :  KAI Lakukan Penyesuaian Operasional di Wilayah Semarang, Jalur Semarang Tawang - Alastua Masih Belum Dapat Dilalui Akibat Genangan Air

Momentum Langka

Tentu saja, pergerakan harga yang terjadi hari ini merupakan peristiwa yang sangat unik dan signifikan dalam sejarah dunia aset kripto. Dalam situasi semacam ini, biasanya muncul gelombang kepanikan di pasar, yang dapat menyebabkan penurunan drastis pada nilai aset kripto. Gelombang kepanikan ini seringkali memicu reaksi di kalangan investor, menciptakan ketidakpastian dan ketakutan yang meluas. Para investor, yang umumnya cenderung menghindari risiko tinggi dan volatilitas ekstrem, sering kali merespons dengan menjual aset mereka, yang pada gilirannya memperburuk situasi dan mempercepat penurunan harga. Emosi negatif yang timbul dari ketidakpastian ini mempengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan dan menciptakan suasana yang kurang stabil dan penuh kecemasan.

Mengkaji catatan dan pelajaran dari masa lalu dapat sangat berguna, terutama ketika pasar berada dalam keadaan putus asa atau mengalami tekanan berat. Manusia cenderung melupakan informasi penting seiring berjalannya waktu, dan terkadang kita memerlukan pengingat untuk mengingat kembali fakta-fakta yang relevan. Dalam konteks pasar aset kripto, yang saat ini mungkin tengah mengalami krisis atau volatilitas tinggi, memahami dan merujuk pada pengalaman dan catatan sejarah sebelumnya dapat memberikan wawasan berharga. Dengan mengingat kembali pelajaran dari situasi serupa di masa lalu, kita bisa mendapatkan perspektif yang lebih baik dan membuat keputusan yang lebih terinformasi, meskipun situasi pasar saat ini tampak sangat menantang dan penuh ketidakpastian.

Saat ini di Nanovest juga sudah tersedia berbagai macam koin kripto mulai dari meme koin, stable koin, altcoin, dan masih banyak lagi yang bisa kamu cek dan mulai berinvestasi di aplikasi Nanovest. Aplikasi investasi kripto yang kredibel dan dapat menjadi pilihan terbaik bagi para investor di Indonesia, investasi di Nanovest cukup mulai dari 5.000 rupiah saja dan bebas biaya transaksi.

Bagi investor yang ingin memulai investasi, tidak perlu khawatir karena aset yang dimiliki akan terlindungi oleh asuransi dari Sinar Mas, yang melindungi pengguna dari risiko cybercrime. Nanovest juga sudah terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI, sehingga aman berlisensi untuk digunakan. Bagi para investor yang tertarik menggunakan Nanovest, aplikasi ini sudah tersedia di Play Store dan App Store.

Berita Terkait

Momentum HUT Jakarta ke-499, Jasa Marga Dorong UMKM Binaan Naik Kelas Melalui Partisipasi di Jakarta Fair Kemayoran 2026
Dukung Hilirisasi Riset, Wamenko Pangan Luncurkan Inovasi Faspol 5.0 dan Kompetisi PFsains 2026
Tingkatkan Komitmen Melayani Sepenuh Hati Menjelang Periode Libur Sekolah, Jasa Marga Optimalkan Respons Real-Time melalui One Call Center 133
Harga Emas Pekan Kedua Juni Berpotensi Konsolidasi Setelah Reli Tajam
Volatilitas Rupiah Dorong Diversifikasi Portofolio, BRI-MI Tawarkan Alternatif Investasi Dolar
Hisense di Laga Pembuka Piala Dunia FIFA 2026™: “Innovating a Brighter Life”!
KAI Daop 2 Bandung Ajak Masyarakat Berperan Serta Jaga Keselamatan Perjalanan Kereta Api
BP Tapera Dorong Akselerasi Program Perumahan di Kepulauan Nias, BSPS 2026 Dialokasikan untuk Seluruh Wilayah

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:00

Momentum HUT Jakarta ke-499, Jasa Marga Dorong UMKM Binaan Naik Kelas Melalui Partisipasi di Jakarta Fair Kemayoran 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:00

Dukung Hilirisasi Riset, Wamenko Pangan Luncurkan Inovasi Faspol 5.0 dan Kompetisi PFsains 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:00

Harga Emas Pekan Kedua Juni Berpotensi Konsolidasi Setelah Reli Tajam

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:00

Volatilitas Rupiah Dorong Diversifikasi Portofolio, BRI-MI Tawarkan Alternatif Investasi Dolar

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:00

Hisense di Laga Pembuka Piala Dunia FIFA 2026™: “Innovating a Brighter Life”!

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:00

KAI Daop 2 Bandung Ajak Masyarakat Berperan Serta Jaga Keselamatan Perjalanan Kereta Api

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:00

BP Tapera Dorong Akselerasi Program Perumahan di Kepulauan Nias, BSPS 2026 Dialokasikan untuk Seluruh Wilayah

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:00

BINUS ONLINE Hadir di Jakarta Fair Kemayoran 2026, Hadirkan Program Studi Fleksibel yang Relevan dengan Kebutuhan Industri

Berita Terbaru

NTB Terkini

Bank NTB Syariah Bawa Pelabuhan Senggigi ke Era Digital

Jumat, 12 Jun 2026 - 18:20