Prospek Emas Tetap Positif di Tengah Volatilitas Pasar Global - Koran Mandalika

Prospek Emas Tetap Positif di Tengah Volatilitas Pasar Global

Senin, 26 Januari 2026 - 13:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAUUSD) dunia kembali bergerak dinamis pada perdagangan terkini, mencerminkan tarik-menarik antara sentimen geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat. Pada sesi Amerika Utara hari Rabu (21/1), XAU/USD berhasil mencatat kenaikan moderat sekitar 0,25% dan diperdagangkan di area $4.772 per troy ounce.

Penguatan ini terjadi setelah emas sempat menyentuh rekor tertinggi baru di 4.888 dolar AS, sebelum terkoreksi menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menegaskan bahwa opsi militer terkait isu Greenland tidak akan ditempuh. Klarifikasi tersebut sedikit meredakan kekhawatiran pasar, namun belum cukup untuk menghapus daya tarik emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Berdasarkan analisa teknikal Dupoin Indonesia yang disampaikan oleh analis Andy Nugraha, struktur pergerakan emas saat ini masih mencerminkan tren naik yang kuat. Formasi candlestick yang terbentuk, dikombinasikan dengan posisi harga di atas indikator Moving Average utama, menunjukkan bahwa tekanan beli masih mendominasi pasar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Andy menilai bahwa koreksi yang terjadi lebih bersifat sehat dalam tren bullish yang lebih besar. Selama harga mampu bertahan di atas zona support penting, peluang kelanjutan kenaikan masih terbuka. Dalam proyeksi jangka pendeknya, jika sentimen positif tetap terjaga, emas berpotensi menguji area $4.900. Sebaliknya, apabila terjadi tekanan jual lanjutan, area $4.756 dipandang sebagai support terdekat yang krusial untuk menjaga struktur tren naik.

Baca Juga :  KAI Siapkan 981 Petugas untuk Pastikan Kualitas Layanan Keamanan dan Kebersihan LRT Jabodebek Terjaga

Dari sisi fundamental, pergerakan emas juga dipengaruhi oleh perubahan sikap Gedung Putih terkait kebijakan perdagangan dan geopolitik. Pada sesi Asia hari Kamis (22/1), harga emas sempat memangkas kenaikannya dan bergerak di sekitar $4.790 setelah Presiden Trump menarik kembali ancaman tarif terhadap negara-negara Eropa dan mengumumkan adanya kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland.

Laporan Bloomberg menyebutkan bahwa Amerika Serikat dan NATO telah menyepakati suatu kerangka kerja, yang memicu harapan akan penyelesaian diplomatik dan mengurangi risiko eskalasi dalam waktu dekat. Situasi ini sempat menekan permintaan emas sebagai aset safe-haven, meski dampaknya cenderung terbatas.

Ketidakjelasan detail kesepakatan tersebut membuat pasar tetap waspada. Sejumlah pejabat Eropa menilai bahwa masih terlalu dini untuk menyimpulkan meredanya ketegangan secara permanen. Selama risiko politik dan potensi friksi antara AS dan Uni Eropa masih membayangi, emas dinilai tetap memiliki peran penting dalam portofolio investor global.

Baca Juga :  Meriahkan Hari Kemerdekaan, Indodana PayLater Hadirkan Kemudahan Melalui Promo Spesial 'Diskonesia'

Selain itu, pelaku pasar kini menanti serangkaian rilis data ekonomi Amerika Serikat, seperti pertumbuhan ekonomi kuartalan, klaim pengangguran mingguan, serta data inflasi berbasis PCE. Data yang menunjukkan perlambatan ekonomi atau tekanan inflasi yang mereda berpotensi melemahkan dolar AS dan mendukung penguatan emas.

Di sisi kebijakan moneter, ekspektasi terhadap Federal Reserve juga menjadi faktor kunci. Meski mayoritas ekonom memperkirakan suku bunga akan dipertahankan dalam waktu dekat, pasar masih memperhitungkan peluang pemangkasan suku bunga ke depan. Kekhawatiran terhadap independensi bank sentral AS, menyusul tekanan politik terhadap Ketua The Fed Jerome Powell, turut menambah lapisan ketidakpastian di pasar keuangan.

Secara keseluruhan, Andy Nugraha memandang bahwa prospek emas masih cenderung positif. Selama volatilitas geopolitik dan ketidakpastian arah kebijakan moneter global belum benar-benar mereda, emas diperkirakan tetap berada dalam jalur bullish, dengan potensi fluktuasi jangka pendek yang wajar di tengah tren naik yang lebih luas.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Berita Terkait

Micron Naikkan Dividen 30%, Sinyal Optimisme di Tengah Lonjakan Permintaan Chip AI
BRI Finance Perkuat Manajemen Risiko, Jaga NPF Tetap dalam Batas Aman Pasca Lebaran
FLOQ Perkuat Integrasi Lifestyle Lewat Kemitraan dengan ISMAYA
Emas dan Silver Dipandang sebagai Safe Haven di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Ini Tanggapan Investor Bititme
PT Pelindo Sinergi Lokaseva Lestarikan Budaya Inovasi untuk Perkuat Kinerja Berkelanjutan Lewat Program SPRINT
KAI Logistik Siap Layani Pengiriman Motor Pada Periode Arus Balik
Transformasi Digital Perbankan dan Peran Sistem Inti (Core System)
KAI Bandara Layani 134 Ribu Penumpang KA Bandara YIA Selama Masa Angkutan Lebaran 2026

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 08:00

Micron Naikkan Dividen 30%, Sinyal Optimisme di Tengah Lonjakan Permintaan Chip AI

Kamis, 26 Maret 2026 - 21:00

BRI Finance Perkuat Manajemen Risiko, Jaga NPF Tetap dalam Batas Aman Pasca Lebaran

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:00

FLOQ Perkuat Integrasi Lifestyle Lewat Kemitraan dengan ISMAYA

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:00

Emas dan Silver Dipandang sebagai Safe Haven di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Ini Tanggapan Investor Bititme

Kamis, 26 Maret 2026 - 17:00

PT Pelindo Sinergi Lokaseva Lestarikan Budaya Inovasi untuk Perkuat Kinerja Berkelanjutan Lewat Program SPRINT

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:00

Transformasi Digital Perbankan dan Peran Sistem Inti (Core System)

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:00

KAI Bandara Layani 134 Ribu Penumpang KA Bandara YIA Selama Masa Angkutan Lebaran 2026

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:00

Mudik Bersama Hewan Peliharaan Kian Jadi Pilihan, KAI Logistik Catat 13.435 Pengiriman Hewan Peliharaan Selama Ramadan – IdulFitri

Berita Terbaru