‎Lentera Ramadan, Program Baru Pemprov NTB Perkuat Syiar Islam - Koran Mandalika

‎Lentera Ramadan, Program Baru Pemprov NTB Perkuat Syiar Islam

Senin, 2 Maret 2026 - 21:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Kota Bima- Program baru Pemprov NTB yang bertajuk “Lentera Ramadan” akan diselenggarakan secara bergilir di sejumlah Kabupaten/Kota di NTB, selama Ramadan.

‎Di Kota Bima, Lentera Ramadan 1447 Hijriah berlangsung di Masjid Agung Al-Muwahidin.

‎Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan, program ini bertujuan memperkuat syiar Islam, kegiatan keagamaan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

‎Kegiatan ini meliputi pengajian, tausiah, lomba-lomba keagamaan, bazar UMKM, hingga edukasi usaha dan pemasaran digital bagi pelaku usaha kecil.

‎“Pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan Ramadan terpusat di Islamic Center, Kota Mataram. Namun mulai 2026, saya meminta agar kegiatan dilaksanakan secara bergilir di seluruh wilayah NTB,” kata Iqbal, Senin (2/3).

‎Sebelumnya, rangkaian Lentera Ramadan 2026 diawali di Lombok Utara pada 25 Februari hingga 1 Maret 2026.

‎Kemudian, dilanjutkan di Kota Bima pada 2-3 Maret 2026, Lombok Tengah pada 4-8 Maret 2026, dan ditutup di Islamic Center Hubbul Wathan, Mataram, pada 11–17 Maret 2026.

‎Iqbal menegaskan bahwa pembangunan di NTB tidak boleh terpusat di Mataram, melainkan harus merata hingga ke seluruh pelosok daerah, termasuk Kota dan Kabupaten Bima.

‎“Pembangunan tidak boleh Mataram Center. Pembangunan harus disebar dari Ampenan sampai Sape,” tegas Iqbal.

‎Komitmen pemerataan tersebut diwujudkan salah satunya melalui penguatan layanan kesehatan di Pulau Sumbawa.

‎Pemprov NTB telah meningkatkan status rumah sakit provinsi di Pulau Sumbawa menjadi tipe B agar masyarakat tidak perlu lagi ke Mataram untuk layanan cath lab, pemeriksaan jantung, stroke, ginjal, dan cuci darah.

‎Selain itu, Pemprov NTB bersama Pemerintah Kota Bima juga mendorong peningkatan status Rumah Sakit Kota Bima dari tipe D menjadi tipe C.

‎Iqbal memastikan bahwa mulai Juni 2026, layanan kesehatan utama dapat dilakukan di Kota Bima sehingga masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke Mataram untuk sebagian besar perawatan.

‎“Langkah ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi keluarga pasien yang selama ini harus tinggal berbulan-bulan di Mataram untuk mendampingi anggota keluarga yang menjalani perawatan,” ucap  Iqbal.

‎Iqbal juga mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan di masjid yang dipadukan dengan aktivitas ekonomi masyarakat melalui bazar UMKM. Menurutnya, model ini mencerminkan harmoni antara kekuatan spiritual dan ekonomi.

‎“Masjid dan pasar bisa menyatu. Dunia dan akhirat bisa berjalan seiring,”ujarnya.

‎Sementara itu, Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, menyampaikan bahwa rangkaian Lentera Ramadan di Kota Bima telah diawali sejak pagi dengan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Amahami bersama Wakil Gubernur NTB, dilanjutkan upacara siaga di Kantor Pemerintah Kota Bima, peninjauan UMKM binaan serta kunjungan kepada keluarga dalam kategori kemiskinan ekstrem.

‎Dirinya menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan langsung dari Gubernur dan Wakil Gubernur NTB kepada masyarakat yang membutuhkan.

‎“Kehadiran pimpinan daerah NTB menjadi motivasi bagi kami di pemerintah daerah Kota Bima untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

‎Dalam dua hingga tiga tahun terakhir, perekonomian Kota Bima menunjukkan tren pertumbuhan positif sekitar 4-5 persen per tahun, dengan kontribusi terbesar dari sektor perdagangan dan jasa. Meski tingkat inflasi masih relatif tinggi, hasil sidak pasar menunjukkan adanya stabilitas harga pada sejumlah komoditas strategis, termasuk cabai merah dan kebutuhan pokok lainnya.

‎“Pemerintah Kota Bima memastikan ketersediaan pangan selama Ramadan hingga Idul Fitri dalam kondisi aman dengan harga yang relatif stabil dan terjangkau,” tutupnya. (*)

Baca Juga :  Gubernur Iqbal Kutuk Keras Kekerasan Seksual Terhadap Santriwati

Berita Terkait

Pembukaan Pelatihan Magang ke Jepang 2026, Gubernur Iqbal Tekankan Etos Kerja Tinggi
20 Warga Masbagik Terima Bantuan Ayam Petelur, Bank NTB Syariah Perkuat Ekonomi Desa
IFW 2026, Wagub NTB Tampil Memukau dengan Busana Tenun Daerah
Gubernur Iqbal Sambut Baik KNMP, Nelayan Tak Lagi Bergantung pada Tengkulak
Ombudsman dan RSUD Praya Bersinergi, Wujudkan Pelayanan Publik yang Semakin Berkualita
Dari Keuangan ke Kelestarian, Bank NTB Syariah Hijaukan Pesisir Lombok Timur
Tak Sekadar Beri Kacamata, Bank Jatim dan Bank NTB Syariah Buka Jendela Masa Depan Pelajar
Anggaran Rp 700 Juta, TRC Infrastruktur NTB Perbaiki Ruas Jalan Kuripan-Kediri

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 02:02

Rayakan 10 Tahun Perjalanan, Inspire Artistry Hadirkan Block Party Terbesar di Jakarta

Kamis, 6 Agustus 2026 - 00:02

KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan Kereta Api Pasca Gempa Pangandaran, Pemeriksaan Jalur Masih Berlangsung

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:02

Kebiasaan Finansial yang Bisa Dimulai di Usia 20-an

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:02

FisTx Jadi Perusahaan Akuakultur Pertama di Indonesia yang Produksi dan Terapkan Teknologi Nano untuk Atasi EHP, AHPND, WSSV hingga WFD pada Udang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:02

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kolaborasi Global, PT RPN Terima Kunjungan Duke Corporate Education

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:02

BINUS Hadirkan PADI Padel Kemanggisan, Perkuat Ekosistem Gaya Hidup Aktif dan Kebersamaan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:02

Persaingan Kedai Kopi Meningkat, Sistem POS Bantu Tingkatkan Efisiensi Operasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:02

Wujudkan Generasi Sehat dan Produktif, SUCOFINDO Banjarmasin Gelar Sosialisasi HIV/AIDS

Berita Terbaru

Teknologi

Kebiasaan Finansial yang Bisa Dimulai di Usia 20-an

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:02