Sandiaga Uno di Krakatau Industrial Business Gathering 2026: Saatnya Jadi First Mover, Bukan Wait and See - Koran Mandalika

Sandiaga Uno di Krakatau Industrial Business Gathering 2026: Saatnya Jadi First Mover, Bukan Wait and See

Rabu, 28 Januari 2026 - 14:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menegaskan komitmennya dalam memperkuat posisi Kawasan Industri Krakatau sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi nasional melalui gelaran Krakatau Industrial Business Gathering 2026. Langkah strategis ini diambil guna menangkap peluang investasi global dan mendorong transformasi kawasan menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Sebagai tuan rumah kawasan industri, Krakatau Steel Group akan terus memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan kemudahan berinvestasi bagi tenant dan investor. Kolaborasi adalah kunci membangun kawasan industri yang kompetitif,” jelas Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan pada sambutannya.

Optimisme Investasi dan Momentum “First Mover”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadiran Sandiaga Salahuddin Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Periode 2020-2024) sebagai pembicara utama memperkuat optimisme para tenant. Dalam paparannya yang bertajuk “Peluang Ekonomi, Investasi, dan Daya Saing Kawasan Industri”, ia memberikan perspektif strategis mengenai arah kebijakan ekonomi dan peluang ekspansi industri nasional pada tahun 2026.

Sandiaga menegaskan bahwa ekonomi Indonesia tetap solid dengan pertumbuhan di atas 5 persen. Menurutnya, daya saing kawasan industri yang meningkat menjadi faktor kunci yang membuka ruang investasi lebih luas.

“Kawasan industri adalah engine pertumbuhan ekonomi nasional yang berkontribusi signifikan terhadap PDB, lapangan kerja, dan ekspor nonmigas. Dengan kondisi PMI manufaktur yang ekspansif di tahun 2026, ini bukan saatnya untuk wait and see, melainkan momen tepat menjadi first mover dalam berinvestasi,” tegas Sandiaga.

Baca Juga :  Mengenal MiiTel Call Center, Fitur Inovatif untuk Monitoring Agen secara Real Time

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa masa depan kawasan industri terletak pada integrasi konsep Special Economic Zone (SEZ) dan Green Economy. Dukungan energi terbarukan, konektivitas logistik yang efisien, serta prinsip keberlanjutan menjadi syarat mutlak untuk menarik minat investor global.

“Keberlanjutan harus menjadi nilai tambah bisnis—doing good and profitable. Melalui inovasi, adaptasi, dan kolaborasi, kawasan industri dapat bertransformasi menjadi ekosistem unggulan yang tidak hanya menarik investasi berkualitas, tetapi juga memperkuat basis ekspor nasional,” pungkasnya.

Ekspansi Global dan Hilirisasi Industri

Sejalan dengan pesan Presiden Republik Indonesia pada World Economic Forum 2026 di Davos mengenai pentingnya stabilitas dan ekosistem industri yang kuat, Krakatau Steel berkomitmen tidak hanya memperkuat bisnis inti baja, tetapi juga membangun ekosistem industri terpadu yang berkelanjutan dan berdaya saing global.

“Semangat Krakatau Steel untuk Go Global semakin nyata. Setelah bermitra strategis dengan Korea Selatan dan Jepang, kini investor asal Tiongkok telah bergabung membangun fasilitas bijih plastik di Cilegon. Dalam waktu dekat, investasi pabrik EV Truck dan proyek strategis lainnya akan segera menyusul,” ungkap Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Transformasi Menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

Forum ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam membangun ekosistem kawasan industri yang berdaya saing, adaptif terhadap dinamika global, dan memperkuat kolaborasi untuk menangkap peluang investasi baru.

Baca Juga :  Peringati Hari Gizi Nasional, KAI Logistik Distribusikan 300 Paket Gizi Untuk Masyarakat Di Marunda

Dr. Akbar Djohan menambahkan, Krakatau Steel secara aktif mendorong transformasi Kawasan Industri Krakatau menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Status KEK ini diyakini akan memberikan insentif fiskal, kemudahan perpajakan, fasilitas kepabeanan, serta penyederhanaan perizinan yang signifikan bagi investor.

Melalui penguatan infrastruktur manufaktur terintegrasi ini, Krakatau Steel Group berperan aktif mendukung agenda Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai upaya transformasi struktur ekonomi Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan kompetitif di tingkat global.

Tentang Krakatau Steel Tbk

Sekilas Tentang PT Krakatau Steel (Persero) Tbk PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan perusahaan manufaktur baja terintegrasi yang didirikan pada 31 Agustus 1970. Selain bergerak di sektor industri baja, Krakatau Steel Group juga mengembangkan bisnis kawasan industri terpadu, kepelabuhanan, logistik, penyediaan air industri, penyediaan energi melalui pembangkit listrik, serta sejumlah ventura bersama dengan perusahaan Korea dan Jepang. Saat ini, Krakatau Steel berkomitmen menjalankan transformasi perusahaan melalui program KS Reborn dengan semangat “Revolutionary Movements: Committed to Transform”, yang difokuskan pada penguatan tata kelola, transparansi, pengembangan human capital, penguatan bisnis hilir, serta optimalisasi bisnis infrastruktur guna membangun kepercayaan pemangku kepentingan dan menarik investor.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Gratis Transfer antarbank di neobank hingga 200 Kali per Bulan
Dulu Cukup Ganti Air, Kini Air Penggantinya Harus Steril: FisTx Hadirkan Baskara UV dan Cakra Elektrolisis
Bagaimana Sistem Keamanan Dana dan Data Bekerja pada Aplikasi Trading Online?
1 Juta Pergerakan Penumpang, KAI Bandara Perkuat Konektivitas Sekaligus Tebar Kepedulian di Lubuk Pakam
Pertamina SMEXPO Yogyakarta Bukukan Capaian Rp3,8 Miliar, Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi UMKM
PLN NPC dan TSG Teken Kontrak Kolaborasi Proyek Gas Insulated Switchgear
Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Nonpetikemas Pelabuhan Belawan
Buktikan Daya Saing Global, Siswa BINUS SCHOOL Torehkan Nilai IB dan Cambridge di Atas Rata-Rata Dunia

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:02

Gratis Transfer antarbank di neobank hingga 200 Kali per Bulan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

Dulu Cukup Ganti Air, Kini Air Penggantinya Harus Steril: FisTx Hadirkan Baskara UV dan Cakra Elektrolisis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

Bagaimana Sistem Keamanan Dana dan Data Bekerja pada Aplikasi Trading Online?

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

1 Juta Pergerakan Penumpang, KAI Bandara Perkuat Konektivitas Sekaligus Tebar Kepedulian di Lubuk Pakam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:02

Pertamina SMEXPO Yogyakarta Bukukan Capaian Rp3,8 Miliar, Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Nonpetikemas Pelabuhan Belawan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

Buktikan Daya Saing Global, Siswa BINUS SCHOOL Torehkan Nilai IB dan Cambridge di Atas Rata-Rata Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

KAI Bandara Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Anak-anak Panti Asuhan Al Washliyah Lubuk Pakam

Berita Terbaru

Daerah

Tuan Guru Bagu Tutup Usia, Nasihatnya Jadi Pegangan

Kamis, 15 Okt 2026 - 19:01