Sempat Koreksi Usai Risalah The Fed, Tren Bullish Emas Masih Bertahan - Koran Mandalika

Sempat Koreksi Usai Risalah The Fed, Tren Bullish Emas Masih Bertahan

Kamis, 20 Februari 2025 - 09:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sempat Koreksi Usai Risalah The Fed, Tren Bullish Emas Masih Bertahan

Harga emas (XAU/USD) mengalami koreksi pada hari Rabu (19/2) selama sesi perdagangan Amerika Utara setelah risalah rapat kebijakan moneter terbaru Federal Reserve (The Fed) mengungkapkan bahwa semua pejabat memilih untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah dalam pertemuan Januari. XAU/USD turun 0,31% dan diperdagangkan di sekitar $2.925, meskipun tekanan jual ini tampaknya hanya bersifat sementara. Berdasarkan analisis teknikal dari Dupoin Indonesia, Andy Nugraha, harga emas masih memiliki potensi kenaikan lebih lanjut.

Andy memproyeksikan bahwa XAU/USD berpotensi naik hingga $2.950 dalam perdagangan hari ini. Namun, jika harga mengalami kenaikan yang diikuti oleh reversal, maka emas dapat mengalami koreksi dengan target penurunan di sekitar $2.920. Sentimen pasar saat ini masih didominasi oleh kekhawatiran inflasi dan kebijakan perdagangan Amerika Serikat yang dapat mempengaruhi pergerakan emas dalam jangka pendek.

Faktor fundamental juga turut mendukung pergerakan emas. Risalah rapat The Fed menunjukkan bahwa para pejabat masih mengkhawatirkan risiko inflasi, yang membebani ekspektasi penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Kekhawatiran ini justru mendongkrak harga emas pada hari Kamis (20/2), dengan XAU/USD sempat menyentuh level $2.940. Beberapa pejabat The Fed mencatat bahwa ekspektasi inflasi mulai meningkat, sementara perubahan kebijakan perdagangan dan imigrasi dapat menghambat proses disinflasi.

Pada sesi sebelumnya, harga emas sempat mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di $2.946 selama sesi Eropa. Kenaikan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana pemberlakuan tarif 25% pada impor mobil, farmasi, dan semikonduktor. Langkah ini menambah ketegangan dalam perang dagang global, mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Namun, setelah rilis risalah rapat The Fed, harga emas mengalami koreksi akibat meningkatnya ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap bertahan lebih lama dari perkiraan awal.

Baca Juga :  LRT Jabodebek Layani 2,7 Juta Pengguna Sepanjang Oktober 2025, Naik 13,5 Persen Dibanding Bulan Sebelumnya

Hari ini, para pelaku pasar akan mencermati rilis data klaim tunjangan pengangguran awal minggu lalu dan indeks PMI pendahuluan S&P Global. Data ini dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai kondisi ekonomi AS dan potensi kebijakan moneter The Fed ke depan. Selain itu, pernyataan terbaru dari pejabat Federal Reserve juga akan diawasi untuk mendapatkan gambaran lebih jelas terkait arah suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.

Secara keseluruhan, meskipun harga emas mengalami tekanan setelah risalah rapat The Fed, tren bullish masih terlihat dominan. Dengan meningkatnya kekhawatiran inflasi dan ketidakpastian geopolitik akibat kebijakan tarif perdagangan AS, emas tetap menjadi aset yang menarik bagi investor sebagai lindung nilai terhadap risiko ekonomi global.

Berita Terkait

Faculty of Engineering BINUS University Bekerjasama dengan Tongji University untuk Pengembangan Akademik dan Kerjasama Riset
Pasar Kripto Menanti Keputusan The Fed Akhir Oktober, Bagaimana Nasib Bitcoin?
BINUS Online (BION) Menjadi Studi Kasus dalam Buku Kotler Indonesia edition, Angkat Pembelajaran dari Indonesian Marketing Success Stories
LRT Jabodebek Perkuat Profesionalisme Petugas untuk Dukung Keamanan Layanan
OSL Indonesia Berkolaborasi dengan SMSI Bangka Belitung Dorong Literasi Aset Kripto di Kalangan Mahasiswa
Harga Emas Bertahan Dekat Level Terendah Tiga Bulan, Investor Menanti Keputusan The Fed
Atasi Masalah Leaky Gut, GAPS Diet Indonesia Edukasi Pola Makan Anti-Inflamasi untuk Pemulihan Kesehatan Holistik
BRI Finance Optimalkan Peluang di Segmen Pembiayaan Mobil Bekas

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:02

Faculty of Engineering BINUS University Bekerjasama dengan Tongji University untuk Pengembangan Akademik dan Kerjasama Riset

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:02

Pasar Kripto Menanti Keputusan The Fed Akhir Oktober, Bagaimana Nasib Bitcoin?

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:14

BINUS Online (BION) Menjadi Studi Kasus dalam Buku Kotler Indonesia edition, Angkat Pembelajaran dari Indonesian Marketing Success Stories

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:11

LRT Jabodebek Perkuat Profesionalisme Petugas untuk Dukung Keamanan Layanan

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:02

Harga Emas Bertahan Dekat Level Terendah Tiga Bulan, Investor Menanti Keputusan The Fed

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:02

Atasi Masalah Leaky Gut, GAPS Diet Indonesia Edukasi Pola Makan Anti-Inflamasi untuk Pemulihan Kesehatan Holistik

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:02

BRI Finance Optimalkan Peluang di Segmen Pembiayaan Mobil Bekas

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:02

Perkuat Kapabilitas Bisnis, BRI Finance Buka Peluang Karier bagi Talenta Profesional

Berita Terbaru